Page 43 - KFR Triwulan IV 2023 - Spread
P. 43
BAB I | Sasaran Pembangunan dan BAB II | Analisis Ekonomi BAB III | Analisis Fiskal BAB IV | Pengembangan BAB V | Analisis Tematik BAB V | Kesimpulan dan
Prolog Tantangan Daerah Regional Regional Ekonomi Daerah Rekomendasi
No. Kab/Kota Laki-laki Perempuan Jumlah Rasio Jenis c. Pendidikan
Kelamin
29 Tebing Tinggi 88.549 89.236 177.785 99,23 Dari sisi Pendidikan Provinsi Sumatera, pendidikan, belum selarasnya penerapan
pemenuhan sumber daya manusia yang kurikulum dengan kebutuhan dunia
30 Medan 1.242.313 1.252.199 2.494.512 99,21
berdaya saing dan dapat memenuhi kerja, serta rendahnya minat baca yang
31 Binjai 150.032 149.977 300.009 100,04
tantangan perkembangan zaman masih berakibat kepada belum maksimalnya
32 Padangsidimpuan 115.038 116.024 231.062 99,15 dihadapkan kepada belum optimalnya capaian Harapan Lama Sekolah dan Rata-
33 Gunungsitoli 66.938 70.645 137.583 94,75 kualitas Pendidikan di Provinsi Sumatera rata Lama Sekolah di Provinsi Sumatera
Sumatera Utara 7.584.993 7.530.213 15.115.206 100,73 Utara. Peningkatan sumber daya Utara termasuk di dalamnya perlunya
manusia pada sektor pendidikan memiliki peningkatan kualitas kesetaraan gender.
Sumber : BPS Sumatera Utara
tantangan antara lain belum maksimalnya Berikut perbandingan capaian nasional
aksesibiltas dan sarana prasarana dengan capaian Sumatera Utara sejak 8
b. Kesehatan
sekolah, keterbatasan kemampuan (delapan) tahun terakhir berada diatas
Dari sisi kesehatan provinsi Sumatera sekitar 1,6% menjadi 30,7% pada tahun biaya pendidikan dan informasi bantuan capaian nasional.
Utara diukur dari ketercapaian stunting. 2019 dari 32,3% hasil Riskesdas Tahun
Tabel I.6. Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS)
Kejadian stunting merupakan salah 2018. Angka ini menunjukkan penurunan
Sumatera Utara dan Nasional Tahun 2016-2023
satu masalah gizi yang dialami balita di yang cukup signifikan jika dibandingkan
Harapan Lama Sekolah (HLS) Rata-rata Lama Sekolah (HLS)
Indonesia dan prevalensinya cenderung dengan hasil Riskesdas tahun 2013
Tahun Sumatera
statis. Untuk Provinsi Sumatera Utara, dimana prevalensi stunting pada balita di Nasional Utara Nasional Sumatera Utara
hasil Survei Status Gizi Balita Indonesia Sumatera Utara Tahun 2013 adalah 42,5%.
2016 12,72 13 7,95 9,12
(SSGBI) Tahun 2019 juga menunjukkan Kejadian Stunting pada balita di Provinsi
2017 12,85 13,1 8,1 9,25
hasil yang menggembirakan dimana Sumatera Utara selama kurun waktu 7
2018 12,91 13,14 8,17 9,34
Prevalensi Stunting pada Balita di Provinsi (tujuh) tahun terakhir dapat dilihat pada
Sumatera Utara berhasil diturunkan grafik di bawah ini : 2019 12,91 13,15 8,34 9,45
2020 12,98 13,23 8,48 9,54
Gambar I.3 Prevalensi Stunting pada Balita di Sumatera Utara 2021 13,08 13,25 8,54 9,18
2022 13,1 13,49 8,69 9,29
2023 13,15 13,48 8,77 9,82
Sumber : BPS Sumatera Utara
d. Karakter Masyarakat
Masyarakat Sumatera Utara memiliki a. Multietnis dan multikultural. Sumatera
karakteristik yang beragam, yang Utara merupakan salah satu
dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti provinsi di Indonesia yang memiliki
suku bangsa, agama, dan lokasi geografis. keragaman suku bangsa dan budaya
Secara umum, masyarakat Sumatera yang tinggi. Suku bangsa yang
Utara dapat digambarkan sebagai mendiami Sumatera Utara antara lain
Sumber : Dinas Kesehatan Prov Sumatera Utara berikut: Batak, Melayu, Minangkabau, Nias,
42 KANWIL DJPB PROVINSI SUMATERA UTARA KAJIAN FISKAL REGIONAL 43
Tahunan 2023

