Page 12 - KFR Final Tahunan 2021
P. 12
Pembangunan Provinsi Sumut di tahun 2021 diarahkan pada Peningkatan Kompetensi
SDM Unggul, Perluasan Akses Pendidikan Menengah, Kejuruan dan Khusus, Konektivitas antara
Pusat Pertumbuhan Wilayah dan Pusat-Pusat Produktivitas, Peningkatan jangkauan layanan
Kesehatan, Peningkatan nilai tambah sektor agraris dan pariwisata yang berkelanjutan, dan
Pemulihan Pandemi Covid-19. Dalam perencanaan program pembangunan, Sumut menghadapi
tantangan ekonomi daerah, sosial kependudukan, geografis wilayah, hingga dampak Covid-19.
Perekonomian Sumut tahun 2021 tumbuh 2,61% secara kumulatif pada tahun 2021 setelah
mengalami kontraksi pada tahun 2020. Kontribusi tertinggi terhadap perekonomian Sumut adalah
sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 22,14%. Jika dilihat dari sisi pengeluaran,
pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 13,71%. PDRB
per kapita Sumut mencapai Rp36,67 juta, meningkat 1,35% dibanding tahun sebelumnya.
Salah satu indikator ekonomi makro yaitu suku bunga BI 7 days depo rate mencapai 3,5%,
stagnan mulai periode Februari hingga November 2021. Tingkat inflasi Sumut pada tahun 2021
menurun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu sebesar 1,71%, lebih rendah dari
tahun 2020 (1,96%) dan masih dibawah inflasi nasional (1,9%). Pada Desember 2021, Rupiah
ditutup pada Rp14.265 per dollar AS. Tingkat kesejahteraan Masyarakat Sumut 2021 mengalami
peningkatan dibanding tahun sebelumnya yaitu sebesar 72,00 atau tumbuh 0,32 persen
(meningkat 0,23 poin) dibandingkan capaian IPM 2020 (71,94). Tingkat kemiskinan pada
September 2021 sebesar 8,49 persen, dengan tingkat ketimpangan sebesar 0,313 dan Tingkat
Pengangguran Terbuka (TPT) mengalami tren positif menurun menjadi 6,33 persen pada Agustus
2021. Begitupun dengan kesejahteraan petani dan nelayan, pada tahun ini NTP mencapai 119,06
dan NTN sebesar 106,17 mengalami kenaikan dibanding tahun 2020. Diantar seluruh indikator
makro ekonomi, seluruh target sasaran makro kesra tercapai di tahun 2021, kecuali IPM yang
ditargetkan akan mencapai 72,22.
Pelaksanaan APBN di Provinsi Sumut didorong untuk menggerakkan perekonomian.
Pendapatan APBN tercatat sebesar Rp29,17 triliun (109,25% dari target). Nilai tersebut tumbuh
24,57% dibandingkan tahun 2020 dan tumbuh 34,64% jika dibandingkan dengan tahun 2019.
Belanja APBN terealisasi sebesar Rp61,49 triliun atau 100,65% dari total pagu. APBN di Sumut
masih defisit sampai dengan tahun 2021, namun berkurang 12,73% dibandingkan realisasi tahun
lalu.
BLU Pusat di Sumut berjumlah 8 satker BLU dan terbagi dalam 2 jenis layanan, yaitu 5 BLU
Kesehatan dan 3 BLU Pendidikan. Pada tahun 2021, jumlah aset BLU adalah sebesar Rp5.395,40
miliar. Jumlah tersebut meningkat sebesar 5,31% atau sebesar Rp271,83 miliar dibandingkan aset
tahun 2020 sebesar Rp5.123,56 miliar. Investasi pemerintah di lingkup Provinsi Sumut seperti
penerusan pinjaman, hanya terdapat dua (2) pinjaman, yaitu Pemkab Labuhanbatu dan PUSKUD xi

