Page 13 - KFR Final Tahunan 2021
P. 13

Sumut yang terdapat nilai tagih pemerintahnya. Selain itu, pinjaman kredit seperti KUR mengalami

             kenaikan  terus  menerus.  Pada  tahun  2021,  jumlah  penyaluran  KUR  di  Sumut  telah  tersalur
             sebesar  Rp13,23  Triliun  kepada  328.566  debitur.  Begitupun  dengan  kredit  ultra  mikro  (UMi)
             mencapai Rp278,73 miliar yang disalurkan kepada 74.741 debitur.


                    Kemandirian  fiskal  daerah  belum  tergambar  pada  APBD.  Usaha  meningkatkan
             kemandirian fiskal yang tergambar dari besaran pagu anggaran hanya sebesar 22,76% dari total
             agregat pendapatan di tahun 2019, turun menjadi 21,55% di tahun 2020 dan sedikit naik menjadi

             22,33% di tahun 2021. Total pendapatan daerah tahun 2021 sebesar Rp52 triliun atau 90,89%
             dari  total  pagu  sebesar  Rp57,21  triliun.  Sedangkan  total  belanja  sebesar  Rp48,6  triliun  atau

             82,18% dari total pagu sebesar Rp59,14 triliun. Sehingga menyebabkan surplus sebesar Rp3,24
             triliun. Jika dilihat berdasarkan fungsi, perbaikan terjadi hampir di seluruh fungsi belanja daerah
             yang  ditunjukkan  melalui  pertumbuhan  positif  pada  seluruh  fungsi  belanja  kecuali  Fungsi

             Pelayanan umum yang memiliki growth sebesar -2,13%. Hal ini terjadi karena dipicu kegiatan
             pelayanan  masyarakat  yang  semula  dilakukan  dengan  tatap  muka  dialihkan  secara  online
             menggunakan  sarana  digital  sehingga  mengurangi  realisasi  belanja  fungsi  Pelayanan  Umum.

             Pembiayaan  daerah  menurun  sebanyak  73,57%  di  tahun  2021.  Sumut  memiliki  25  Badan
             Layanan Umum Daerah (BLUD) yang berdasarkan jenis layanannya terdiri dari 24 BLUD bergerak
             di bidang Kesehatan dan 1 BLUD bergerak di bidang Pengelola Dana Bergulir.


                    Secara konsolidasian, realisasi pendapatan konsolidasian Sumut tahun 2021 mencapai
             Rp38,15 triliun atau tumbuh positif sebesar 8,98% dibanding tahun sebelumnya (YoY). Sementara

             belanja konsolidasian terealisasi sebesar Rp71,14 triliun atau tumbuh negatif sebesar -5,30%.

                    Dalam  rangka  pembangunan  daerah  dilakukan  identifikasi  sektor  unggulan  dan  sektor
             potensial daerah. Berdasarkan uji Tipologi Klassen dan Input-Output, sektor unggulan Provinsi

             Sumut  yaitu (1) Industri Pengolahan, (2) Konstruksi, (3) Perdagangan Besar dan Eceran, dan (4)
             Real  Estate.  Sektor  potensial  Sumut  terdiri  dari  (1)  sektor  transportasi  dan  pergudangan,  (2)
             Sektor pertambangan dan penggalian, (3) sektor pengadaan listrik dan gas, (4) sektor penyediaan

             akomodasi dan sektor makan minum, (5) administrasi pemerintah, dan (6) sektor jasa Pendidikan.
             Sektor-sektor  ini  memberikan  kontribusi  terhadap  perekonomian  hingga  ketenagakerjaan  di
             Sumut yang didukung oleh fiskal pemerintah pusat maupun daerah.


                    Untuk mewujudkan tujuan nasional melalui pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah
             pusat  (K/L)  dan  daerah  sebagai  satu  kesatuan  dalam  perencanaan  pembangunan  nasional,

             dilakukan sinkronisasi untuk menterpadukan program pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
             Analisis berpedoman pada BAB IV Perpres 86 Tahun 2020 tentang Rencana Kerja Pemerintah
             Tahun 2021.

                                                                                                             xii
   8   9   10   11   12   13   14   15   16   17   18