Page 39 - KFR Triwulan II 2023 [spread]
P. 39

Prolog  BAB I  |  Analisis Ekonomi Regional  BAB II  |  Analisis Fiskal Regional  BAB III  |  Pengembangan   BAB IV  |  Analisis Tematik  BAB V  |  Kesimpulan dan
                 Ekonomi Daerah                                                    Rekomendasi



 pengeluaran pada kelompok penduduk   dibanding Maret-2022 dengan besaran   NTP Sumut pada Triwulan II mengalami   subsektor, yaitu subsektor Hortikultura

 40 oersen terbawah atau yang dikenal   kenaikan masing-masing sebesar 0,95   penurunan. Pada April-2023, NTP Sumut   dan subsektor Tanaman Perkebunan
 dengan ukuran ketimpangan Bank   persen dan 0,35 persen. Persentase   tercatat sebesar 126,42 atau turun   Rakyat. Penurunan tertinggi terjadi pada
 Dunia. Pada Maret-2023, persentase   pengeluaran pada kelompok penduduk   0,77 persen dibanding dengan NTP   subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat
 pengeluaran pada kelompok 40 persen   40 persen terbawah di daerah perkotaan   Maret-2023. Penurunan NTP April-2023   sebesar 4,37 persen.

 terbawah adalah sebesar 22,48 persen   pada Maret-2023 adalah 20,95 persen,   disebabkan oleh turunnya NTP tiga
 yang berarti Sumatera Utara pada   sedangkan persentases pengeluaran   subsektor, yaitu subsektor Hortikultura,   Pada Juni-2023 NTP Sumut sebesar 122,19
 kategori ketimpangan rendah.  kelompok penduduk 40 persen   subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat,   atau turun 1,07 persen dibandingkan
 terbawah di daerah perdesaan pada   dan subsektor Peternakan dimana   dengan NTP Mei-2023. Penurunan NTP
 Persentase pengeluaran pada kelompok   periode yang sama adalah 25,46 persen,   penurunan tertinggi terjadi pada   Juni-2023 disebabkan oleh turunnya NTP

 40 persen terbawah pada bulan Maret   dimana keduanya berada pada kategori   subsektor Hortikultura yaitu sebesar 3,48   tiga subsektor, yaitu subsektor Tanaman
 2023 ini naik jika dibandingkan dengan   ketimpangan rendah.  persen.  Pangan, subsektor Tanaman Perkebunan
 periode September-2022 dan tetap naik                         Rakyat, dan subsektor perikanan.

            NTP Sumut pada Mei-2023 kembali                    Sedangkan dua subsektor lainnya
 II.4. Nilai Tukar Petani (NTP)  mengalami penurunan. NTP Sumut   mengalami peningkatan yaitu subsektor
            pada Mei-2023 sebesar 123,51 atau                  Hortikultura dan subsektor peternakan.
 Nilai Tukar Petani (NTP) merupakan   NTP diperoleh dari perbandingan indeks   turun 2,30 persen dibandingkan dengan   Walau mengalami penurunan, NTP Sumut
 salah satu indikator untuk melihat   harga yang diterima petani terhadap   NTP April-2023. Penurunan NTP Mei-  pada Juni-203 masih lebih tinggi dari
 tingkat kemampuan/daya beli petani   indeks harga yang dibayar petani   2023 terjadi karena turunnya NTP dua   NTP Nasional sebesar 110,41.
 di perdesaan. NTP juga menunjukan   (dalam persentase). Semakin tinggi NTP,

 daya tukar (term of trade) dari produk   secara relatif semakin kuat pula tingkat
            II.5. Nilai Tukar Nelayan (NTN)
 pertanian dengan barang dan jasa yang   kemampuan/daya beli petani, begitu juga
 dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.   sebaliknya.  Nilai Tukar Nelayan (NTN) adalah rasio   Sejak Januari-2022 sampai dengan Juni-
            antara indeks total pendapatan terhadap            2023, NTN Sumut selalu bersada di atas

 Grafik I.8 NTP Sumut Januari 2021 - Juni 2023   indeks total pengeluaran rumah tangga   NTN Nasional. Pada April-2023, NTN
            nelayan selama waktu tertentu.                     Sumut mengalami kenaikan menjadi


                            Grafik I.9 NTN Nasional dan Sumut Januari 2022 - Juni 2023






















 Sumber : bps.go.id  Sumber : bps.go.id




 38  KANWIL DJPB PROVINSI SUMATERA UTARA                                   KAJIAN FISKAL REGIONAL         39
                                                                                Semester I Tahun 2023
   34   35   36   37   38   39   40   41   42   43   44