Page 5 - KFR Triwulan II 2023 [spread]
P. 5
Prolog BAB I | Analisis Ekonomi Regional BAB II | Analisis Fiskal Regional BAB III | Pengembangan BAB IV | Analisis Tematik BAB V | Kesimpulan dan
Ekonomi Daerah Rekomendasi
Ringkasan mencapai 46,78% atau Rp1.356,55 miliar Sumber utama PAD di Sumatera Utara
jika dibandingkan dengan pagu yang
berasal dari Pajak dan Lain-lain PAD
mengalami defisit sebesar Rp2.900,15
yang Sah. Adapun Retribusi hanya
Eksekutif miliar. berperan minimal, tidak lebih daripada
hasil Pengelolaan kekayaan daerah
Berdasarkan analisis Location Quotient
(LQ), Shift Share dan Tipologi Klassen yang dipisahkan. Berdasarkan tren
pertumbuhannya, Lain-lain PAD yang
pada tahun 2022 terdapat 4 sektor sah merupakan sektor primadona yang
Perekonomian Sumut berdasarkan Sumatera Utara cukup baik. Total realisasi unggulan yakni sektor Pertanian, tumbuh positif di keseluruhan daerah,
besaran Produk Domestik Regional Pendapatan Negara dan Hibah adalah Kehutanan, dan Perikanan; sektor lebih daripada pertumbuhan penerimaan
Bruto (PDRB) Triwulan II 2023 atas dasar Rp17.081,15 miliar atau sebesar 44,11% dari Usaha Perdagangan Besar dan Eceran; pajak. Mayoritas lain-lain PAD yang sah
harga berlaku mencapai 260,36 triliun pagu dan terkontraksi 22,10% yoy. Reparasi Mobil dan Sepeda Motor, sektor bersumber dari Pendapatan BLUD.
rupiah dan atas dasar harga konstan konstruksi dan real estate
2010 mencapai 149,90 triliun rupiah. Pada sisi belanja, secara keseluruhan Local Tax Ratio secara agregat tumbuh
Perekonomian Sumatera Utara pada realisasi Belanja Negara di APBN regional Pertumbuhan lapangan usaha yang bervariasi antardaerah di Sumatera Utara
Triwulan II-2023 mengalami pertumbuhan Sumatera Utara mengalami pertumbuhan memiliki peranan penting terhadap dengan pertumbuhan positif di sebagian
sebesar 5,19 persen (y-on-y), meningkat positif sebesar 0,57% baik Belanja perekonomian Sumut yaitu Pertanian, daerah dan pertumbuhan negatif di
jika dibandingkan dengan capaian Pemerintah Pusat maupun Transfer ke Kehutanan, dan Perikanan yang tumbuh daerah lainnya dan juga sebagian
Triwulan I-2022 sebesar 4,70 persen. Daerah dan Dana Desa (TKDD) pada sebesar 3,21 persen. Laju PDRB sektor cenderung volatil.
Semester I tahun 2023 telah terealisasi
pertanian, kehutanan dan perikanan
Inflasi Sumut pada bulan Juni- sebesar Rp27.633,39 miliar atau 42,47% terkontraksi dari triwulan sebelumnya Diperoleh cukup keyakinan bahwa PDRD
2023 di lima kota di Sumatera Utara dari pagu belanja. Realisasi ini berasal disebabkan oleh masuknya periode tumbuh seiring dengan peningkatan
(Sibolga, Pematangsiantar, Medan, dari realisasi Belanja K/L yang telah musim tanam beberapa hasil pertanian PDRB. Selanjutnya dapat diidentifikasi
Padangsidimpuan, dan Gunungsitoli) terealisasi sebesar 38,78% dan Belanja seperti beras, cabai merah, cabai rawit bahwa sektor utama yang berkontribusi
sebesar 2,55 persen dengan Indeks Harga TKDD sebesar 44,57%. APBN di Provinsi dan bawang merah serta cuaca ekstrem pada PDRB tidak berkaitan langsung
Konsumen (IHK) sebesar 113,54. 4. Sumatera Utara pada Semester I 2023 yang berpengaruh pada penurunan dengan PDRD, seperti sector Pertanian,
Jumlah penduduk miskin di Sumatera mengalami defisit sebesar Rp23.633,40
produksi dan kualitas hasil pertanian. Kehutanan dan Perikanan, dalam
Utara pada September-2022 mencapai miliar, rasio defisit Sumut terhadap
artian local taxing power saat ini
8,33 persen atau sebanyak 1,26 juta total Belanja berada di angka 38,19% PDRB sektor pendidikan meningkat tidak memberikan kewenangan pada
jiwa.7. Pada tahun 2022, IPM Sumut sementara rasio defisit APBN Sumut sejak tahun 2018. Sampai dengan pemerintah daerah untuk memajaki
sebesar 72,71 atau tumbuh 0,99 persen 2022 berada di angka 38,19% Triwulan II Tahun 2023 PDRB sektor sektor utama yang menjadi sumber
dibandingkan dengan capaian IPM pada Pendidikan mencapai Rp6.338 miliar utama PDRB di wilayah Sumatera yakni
tahun 2021. Hanya saja capaian IPM Realisasi APBD Sumatera Utara mencapai dengan kontribusi sebesar 2,14 persen. pertanian.
Sumut pada tahun 2022 masih berada Surplus dengan hasil yang cukup Seiring dengan membaiknya kondisi
dibawah capaian Nasional sebesar 72,91. signifikan jika dibandingkan dengan pagu. perekonomian, jumlah tenaga kerja di
Surplus ini didapat dari pendapatan
sektor pendidikan meningkat dari 5,09
Pada Semester I 2023, realisasi daerah dikurangi dengan belanja daerah.
persen pada Agustus 2022 menjadi 5,6
pendapatan dalam APBN regional Realisasi Surplus APBD Sumatera Utara
persen pada Februari 2023.
4 KANWIL DJPB PROVINSI SUMATERA UTARA KAJIAN FISKAL REGIONAL 5
Semester I Tahun 2023

