Page 4 - KFR Triwulan II 2024
P. 4
BAB I | Analisis Ekonomi BAB II | Analisis Fiskal BAB III | Pengembangan BAB IV | Analisis Tematik BAB V | Kesimpulan dan
Prolog Ekonomi Daerah Rekomendasi
Regional Regional
Ringkasan
Eksekutif terutama terkait dengan pengadaan barang dan mempengaruhi pendapatan nelayan dan ketahanan
pangan di wilayah pesisir.
jasa serta pemenuhan syarat penyaluran dana
transfer ke daerah dan belanja modal. Kendala
ini mempengaruhi realisasi belanja yang belum Infrastruktur di Sumatera Utara, seperti jalan,
optimal sepanjang Semester I 2024. Selain itu, jembatan, dan irigasi, sangat rentan terhadap
Sumatera Utara menghadapi defisit anggaran yang cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi akibat
Kajian Fiskal Regional (KFR) Provinsi Sumatera signifikan seiring dengan pemulihan ekonomi dan
meningkat pada Triwulan II 2024, menunjukkan perubahan iklim. Cuaca ekstrem ini meningkatkan
Utara Triwulan II Tahun 2024 disusun untuk peningkatan mobilitas masyarakat.
bahwa pendapatan belum mampu menutupi biaya perbaikan infrastruktur dan menghambat
mereviu implementasi kebijakan fiskal dan aktivitas ekonomi, khususnya saat terjadi bencana
keterkaitannya dengan perkembangan makro Penurunan tingkat kemiskinan dan pengangguran seluruh belanja yang direncanakan. alam seperti banjir dan longsor. Kerentanan ini
ekonomi serta kesejahteraan masyarakat di daerah. menjadi salah satu pencapaian utama di Sumatera Terjadinya penurunan dalam penyerapan DAK menunjukkan perlunya tindakan adaptasi yang
Dalam kajian ini dilakukan analisis perkembangan Utara. Tingkat kemiskinan menurun dari 8,15% Fisik pada Semester I 2024 dibandingkan periode lebih intensif untuk memitigasi dampak perubahan
ekonomi dan fiskal regional Sumatera Utara. pada Maret 2023 menjadi 7,99% pada Maret yang sama pada tahun sebelumnya, menandakan iklim terhadap infrastruktur vital di Sumatera
Laporan ini memberikan gambaran komprehensif 2024, mencerminkan perbaikan kesejahteraan adanya masalah serius dalam pelaksanaan Utara.
mengenai perkembangan ekonomi, fiskal, serta masyarakat. Tingkat Pengangguran Terbuka anggaran terutama dalam sektor kesehatan dan
tantangan dan rekomendasi strategis yang dihadapi (TPT) juga mengalami penurunan menjadi sanitasi. Banyak kegiatan yang tertunda atau
Provinsi Sumatera Utara selama Triwulan II tahun 5,10%, menunjukkan adanya peningkatan dalam terhambat oleh berbagai kendala teknis dan
2024. Berdasarkan analisis yang dilakukan, terdapat penciptaan lapangan kerja dan peluang ekonomi.
administratif, termasuk proses pengadaan barang
beberapa poin utama yang dapat disimpulkan dari dan jasa yang mengalami berbagai hambatan
berbagai aspek yang dikaji, serta rekomendasi Meskipun inflasi di Sumatera Utara terkendali pada seperti keterbatasan penyedia dalam negeri,
untuk tindakan lebih lanjut. level 3,35% (yoy), penurunan nilai ekspor pada
Triwulan II 2024 menjadi perhatian. Penurunan kegagalan tender, dan keterlambatan revisi
anggaran. Kurangnya harmonisasi dan koordinasi
Perekonomian Sumatera Utara menunjukan ini disebabkan oleh fluktuasi harga komoditas dan
stabilitas dengan pertumbuhan sebesar 4,95% (yoy) melemahnya permintaan global, yang berpotensi antara pemerintah pusat dan daerah kemungkinan
pada Triwulan II 2024, didorong oleh peningkatan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi pada menjadi faktor penghambat dalam pelaksanaan
permintaan domestik dan investasi. Prediksi Triwulan III 2024. Ini mengindikasikan adanya proyek infrastruktur dan pelayanan publik.
untuk Triwulan III 2024 menunjukkan potensi tantangan eksternal yang perlu diwaspadai dalam Perubahan iklim telah memberikan dampak
pertumbuhan ekonomi dalam kisaran 4,7-5,5%. menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi.
signifikan terhadap sektor pertanian, perikanan,
Sektor pertanian, kehutanan, perikanan, serta dan infrastruktur di Sumatera Utara. Perubahan
industri pengolahan tetap menjadi kontributor Pendapatan negara di Sumatera Utara mengalami pola curah hujan dan peningkatan suhu berdampak
utama Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kontraksi pada Triwulan II 2024, terutama negatif pada produktivitas pertanian, mengancam
Sumatera Utara. Sektor-sektor ini terus mendukung disebabkan oleh penurunan penerimaan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. Selain
pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan perpajakan. Namun, belanja negara, khususnya itu, kenaikan suhu air laut dan perubahan arus laut
produksi dan diversifikasi produk. Selain itu, belanja pusat dan transfer ke daerah, tetap telah mengganggu ekosistem laut, yang berakibat
sektor jasa, termasuk pariwisata, transportasi, tumbuh positif. Meskipun demikian, terdapat pada penurunan hasil tangkapan ikan, sehingga
dan komunikasi, mengalami pertumbuhan beberapa kendala dalam pelaksanaan anggaran,
4 KANWIL DJPB PROVINSI SUMATERA UTARA KAJIAN FISKAL REGIONAL 5
Triwulan II Tahun 2024

