Page 172 - twiv2024
P. 172
BAB 1 | Analisis Ekonomi BAB 2 | Analisis Ekonomi BAB 3 | Analisis Fiskal
Prolog
Regional Regional Regional
5.3. Analisis Keterkaitan antara Kebijakan Ketahanan
Pangan dengan Pencapaian Indikator-Indikator
Ketahanan Pangan
5.3.1 Analisis Efektivitas/Dampak Kebijakan Ketahanan Pangan pada
Provinsi Sumatera Utara
Membangun Ketahanan Pangan yang diharapkan. Di sisi lain jumlah penduduk
Sumatera Utara : Peran Kebijakan terus meningkat, tetapi tidak diimbangi
Pemerintah
dengan percepatan pertumbuhan produksi
Ketahanan Pangan merupakan suatu kondisi pangan sehingga menyebabkan terjadinya
terpenuhinya pangan bagi negara sampai permasalahan kerawanan pangan. Indonesia
dengan perseorangan, yang tercermin merupakan negara tropis agraris kepulauan
dari tersedianya pangan yang cukup, baik yang memiliki berbagai keanekaragaman
jumlah maupun mutunya, aman, beragam, hayati sehingga Indonesia seharusnya bisa
bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak mencukupi sumber pangannya. Namun, pada
bertentangan dengan agama, keyakinan, kenyataannya penanganan hasil komoditas
dan budaya masyarakat, untuk dapat pangan masih belum maksimal sehingga
hidup sehat, aktif, dan produktif secara kondisi ketahanan pangan nasional masih
berkelanjutan (Badan Pangan Nasional, perlu ditingkatkan kembali. Karakteristik
2022). Hingga saat ini, pemerintah terus kabupaten rentan rawan pangan dicirikan
berupaya untuk menjalankan sejumlah dengan tingginya rasio konsumsi per
program guna mencapai ketahanan pangan kapita terhadap ketersediaan bersih per
Grafik 5.19 Indeks Ketahanan Pangan (IKP) Sumatera Utara
Sumber : Badan Pusat Statistik (2024)
172 KANWIL DJPB PROVINSI SUMATERA UTARA

