Page 147 - KFR Triwulan II 2024
P. 147

BAB I  |  Analisis Ekonomi   BAB II  |  Analisis Fiskal   BAB III  |  Pengembangan   BAB IV  |  Analisis Tematik  BAB V  |  Kesimpulan dan
 Prolog          Ekonomi Daerah                                                         Rekomendasi
 Regional  Regional
 Kesimpulan
                12. Kendala dalam Pengadaan Barang dan Jasa: Proses pengadaan barang dan jasa di

                    beberapa Kementerian/Lembaga mengalami berbagai kendala, termasuk keterbatasan
                    penyedia barang dalam negeri, kegagalan tender, dan keterlambatan revisi anggaran
                    yang mempengaruhi realisasi anggaran dan pelaksanaan proyek.
 1.  Pertumbuhan  Ekonomi  yang  Stabil:  Perekonomian  Sumatera  Utara  menunjukkan   13. Perlunya Peningkatan Koordinasi: Koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, dan
 pertumbuhan yang stabil pada Triwulan II 2024 dengan pertumbuhan sebesar 4,95%   satuan  kerja  terkait  masih  memerlukan  perbaikan,  terutama  dalam  hal  sinkronisasi
 (yoy). Prediksi untuk Triwulan III 2024 menunjukkan bahwa ekonomi akan terus tumbuh   kebijakan  dan  perencanaan  anggaran  serta  pelaksanaan  proyek  infrastruktur  yang
 dalam kisaran 4,7-5,5%, didorong oleh peningkatan permintaan domestik dan investasi.   melibatkan banyak pihak.
 2.  Kontribusi Sektor Pertanian dan Industri Pengolahan: Sektor pertanian, kehutanan,   14. Penurunan  Penyerapan  DAK  Fisik:  Terjadi  penurunan  yang  signifikan  dalam
 perikanan, serta industri pengolahan terus menjadi kontributor utama PDRB Sumatera   penyerapan DAK Fisik pada Semester I 2024 dibandingkan periode yang sama pada
 Utara.  Sektor-sektor  ini  diharapkan  tetap  mendukung  pertumbuhan  ekonomi  pada   tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan adanya masalah dalam eksekusi anggaran yang
 Triwulan III 2024 dengan adanya peningkatan produksi dan diversifikasi produk.   memerlukan perhatian serius.
 3.  Penguatan Sektor Jasa dan Pariwisata: Sektor jasa, termasuk pariwisata, transportasi,   15. Dampak Signifikan Perubahan Iklim pada Sektor Pertanian: Perubahan iklim yang
 dan  komunikasi,  mengalami  pertumbuhan  signifikan  pada  Triwulan  II  2024  dan   terjadi  di  Sumatera  Utara  telah  menyebabkan  perubahan  pola  curah  hujan  dan
 diperkirakan akan terus mendukung pertumbuhan ekonomi di Triwulan III 2024 seiring   peningkatan  suhu,  yang  berdampak  negatif  pada  produktivitas  pertanian.  Hal  ini
 dengan pemulihan ekonomi dan peningkatan mobilitas masyarakat.   mengancam ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di wilayah tersebut di masa
 4.  Penurunan Tingkat Kemiskinan dan Pengangguran: Tingkat kemiskinan di Sumatera   datang.
 Utara menurun dari 8,15% pada Maret 2023 menjadi 7,99% pada Maret 2024. Selain itu,   16. Penurunan  Produktivitas  Perikanan  dan  Kelautan:  Kenaikan  suhu  air  laut  dan
 Tingkat  Pengangguran  Terbuka  (TPT)  juga  mengalami  penurunan  menjadi  5,10%,   perubahan arus laut telah mengganggu ekosistem laut, yang berdampak pada penurunan
 mencerminkan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan peningkatan peluang kerja.   hasil tangkapan ikan. Ini berdampak langsung pada pendapatan nelayan dan ketahanan
 5.  Kendala Inflasi dan Kinerja Ekspor: Meskipun inflasi di Sumatera Utara terkendali pada   pangan di wilayah pesisir.
 3,35% (yoy), penurunan nilai ekspor pada Triwulan II 2024 menjadi perhatian. Penurunan   17. Kerentanan Infrastruktur Terhadap Cuaca Ekstrem: Infrastruktur di Sumatera Utara,
 ini  sebagian  disebabkan  oleh  fluktuasi  harga  komoditas  dan  permintaan  global  yang   seperti jalan, jembatan, dan irigasi, sangat rentan terhadap cuaca ekstrem yang semakin
 melemah, yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Triwulan III 2024.   sering  terjadi  akibat  perubahan  iklim.  Hal  ini  meningkatkan  biaya  perbaikan  dan
 6.  Realisasi  Pendapatan  dan  Belanja  Negara:  Pendapatan  negara  di  Sumatera  Utara   menghambat aktivitas ekonomi pada saat terjadi cuaca ekstrem.
 mengalami  kontraksi  pada  Triwulan  II  2024,  terutama  disebabkan  oleh  penurunan   18. Pentingnya   Adaptasi   Pertanian:   Terdapat   kebutuhan   mendesak   untuk
 penerimaan perpajakan. Namun demikian, sampai dengan akhir tahun Anggaran 2024   mengembangkan  varietas  tanaman  yang  tahan  terhadap  perubahan  iklim  dan
 diharapkan  akan  dapat  tercapai  target  yang  telah  ditetapkan.  Berbeda  dengan   memperbaiki teknik irigasi untuk memastikan keberlanjutan sektor pertanian di Sumatera
 Pendapatan,  belanja negara tetap tumbuh positif, dengan belanja pusat dan transfer ke   Utara.
 daerah mengalami peningkatan signifikan.   19. Keterbatasan Realisasi Anggaran Mitigasi Perubahan Iklim: Realisasi anggaran yang
 7.  Kendala  Pelaksanaan  Anggaran  (Belanja  K/L):  Terdapat  beberapa  kendala  dalam   dialokasikan untuk mitigasi perubahan iklim masih belum optimal. Meskipun ada upaya
 pelaksanaan  anggaran,  terutama  terkait  dengan  pengadaan  barang  dan  jasa,   alokasi,  implementasi  di  lapangan  masih  menghadapi  berbagai  kendala,  termasuk
 pemenuhan syarat penyaluran dana transfer ke daerah, dan belanja modal. Kendala ini   administrasi dan prioritas yang tidak konsisten.
 mempengaruhi realisasi belanja yang belum optimal sepanjang semester I tahun 2024.
 8.  Peningkatan  Realisasi  Belanja  Daerah:  Belanja  daerah  di  Sumatera  Utara
 menunjukkan  peningkatan  yang  positif  pada  Triwulan  II  tahun  2024,  terutama  pada
 belanja  operasi  yang  mendominasi  total  belanja  daerah.  Sedangkan,  belanja  modal
 masih relatif rendah dan perlu ditingkatkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur.
 9.  Defisit  Anggaran:    APBN  dan  APBD  di  Sumatera  Utara  mengalami  defisit  yang
 meningkat pada Triwulan II 2024. Hal ini menunjukkan bahwa pendapatan belum mampu
 menutupi seluruh belanja di Sumatera Utara baik Belanja K/L maupun Belanja Daerah
 yang direncanakan, sehingga diperlukan pembiayaan tambahan untuk menutupnya.
 10. Ketimpangan  Realisasi  Anggaran:  Terdapat  ketimpangan  yang  signifikan  antara
 realisasi belanja Kementerian/Lembaga (K/L) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik di
 Sumatera Utara pada enam bidang utama. Beberapa bidang, seperti Kesehatan dan KB,
 bahkan tidak memiliki realisasi anggaran hingga Triwulan II 2024.
 11. Harmonisasi Belanja yang Kurang Optimal: Upaya harmonisasi pelaksanaan belanja
 antara pemerintah pusat dan daerah belum sepenuhnya optimal, terutama dalam bidang
 kesehatan dan sanitasi. Banyak kegiatan yang tertunda atau terhambat karena berbagai
 kendala teknis dan administratif.




 146  KANWIL DJPB PROVINSI SUMATERA UTARA                                      KAJIAN FISKAL REGIONAL   147

                                                                                    Triwulan II Tahun 2024
   142   143   144   145   146   147   148   149   150