Page 40 - KFR Triwulan II 2024
P. 40
BAB I | Analisis Ekonomi BAB II | Analisis Fiskal BAB III | Pengembangan BAB IV | Analisis Tematik BAB V | Kesimpulan dan
Prolog Ekonomi Daerah Rekomendasi
Regional Regional
Secara definitive, NTN adalah rasio antara indeks harga yang diterima nelayan (lt) Pengeluaran Riil per Kapita yang tumbuh sebesar 3,32 persen tahun 2022 kemudian
dengan indeks harga yang dibayar nelayan (lb) yang dinyatakan dalam bentuk mengalami perlambatan pertumbuhan 1,85 persen di tahun 2023.
persentase. Pada Juni 2024, NTN mengalami penurunan sebesar 2,03 persen. Hal Tabel 1.7 Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumatera Utara Menurut Dimensi
ini terjadi karena lt turun sebesar 1,97 persen dan lb naik sebesar 0,06 persen. Penyusunnya, 2020-2023
Perubahan yang terjadi pada lt karena indeks kelompok penangkapan ikan secara
rata-rata turun sebesar 2,48 persen, sedangkan indeks kelompok budidaya ikan Dimensi/Indikator Satuan 2020 2021 2022 2023
(2)
(6)
(1)
(3)
(5)
(4)
secara rata-rata naik sebesar 0,03 persen. Perubahan pada lb terjadi karena indeks Umur Panjang dan Hidup Sehat
Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) naik sebesar 0,35 persen dan indeks Biaya - Umur Harapan Hidup saat Lahir
(UHH) Tahun 73,00 73,10 73,39 73,67
Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) naik sebesar 0,08 persen. Pengetahuan
Tabel I.6. Nilai Tukar Nelayan Provinsi Sumatera Utara , Mei – Juni 2024 - Harapan Lama Sekolah (HLS) Tahun 13,23 13,27 13,31 13,48
- Rata-rata Lama Sekolah (RLS) Tahun 9,54 9,58 9,71 9,82
Juni %
Subsektor Mei 2024 Standar Hidup Layak
2024 Perubahan - Pengeluaran Riil per Kapita (yang
Perikanan disesuaikan) Rp0 10,42 10,50 10,85 11,05
A. Nilai Tukar Nelayan dan Pembudidaya (NTNP) 95,72 95,79 0,06 Indeks Pembangunan Manusia
B. Indeks Harga yang Diterima oleh Nelayan dan (IPM) 73,62 73,84 74,51 75,13
Pembudidaya Ikan (lt) 119,31 119,34 0,03 Sumber : BPS Sumut
- Budidaya Air Tawar 121,61 121,73 0,1
- Budidaya Laut 113,05 113,05 0 Dari 2020 hingga 2023, Indeks Pembangunan Manusia di Sumatera Utara
- Budidaya Air Payau 113,69 113,45 -0,21 menunjukkan peningkatan di semua dimensi penyusunnya:
C. Indeks Harga yang Dibayar oleh Nelayan dan
Pembudidaya (lb) 124,64 124,59 -0,03 • Dimensi Kesehatan terus menunjukkan perbaikan, dengan peningkatan
- Indeks Konsumsi Rumah Tangga 119,71 119,59 -0,11
harapan hidup yang konsisten, didorong oleh peningkatan layanan kesehatan
- Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang
Modal (BPPBM) 127,57 127,57 0 dan aksesibilitas.
Sumber : BPS Sumut
• Dimensi Pendidikan mencatat peningkatan baik dalam Rata-rata Lama Sekolah
6. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) maupun Harapan Lama Sekolah, menunjukkan kemajuan dalam akses dan
Sejak tahun 2020, status pembangunan manusia Sumatera Utara sudah kualitas pendidikan.
berada di level “tinggi”. Selama 2020-2023, IPM Sumatera Utara rata-rata meningkat • Dimensi Standar Hidup mengalami peningkatan dalam pendapatan per kapita,
sebesar 0,68 persen per tahun, dari 73,62 pada tahun 2020 menjadi 75,13 tahun sejalan dengan pemulihan dan pertumbuhan ekonomi pasca-pandemi.
2023. Peningkatan IPM 2023 didukung oleh semua dimensi penyusunnya, terutama
Secara keseluruhan, IPM Sumatera Utara menunjukkan tren yang positif dari tahun
standar hidup layak dan pengetahuan. Satu dari empat indikator penyusun IPM
mengalami percepatan pertumbuhan yaitu Harapan Lama Sekolah (HLS) yang 2020 hingga 2023, mencerminkan perbaikan dalam kualitas hidup masyarakat di
tumbuh 1,28 persen pada tahun 2023 dan hanya tumbuh 0,30 persen di tahun 2022. berbagai aspek. Namun, tantangan dalam pemerataan akses terhadap layanan
Sementara tiga indikator lain mengalami perlambatan pertumbuhan yaitu Umur kesehatan, pendidikan, dan ekonomi di wilayah pedalaman dan terpencil masih perlu
Harapan Hidup saat lahir (UHH) yang tumbuh 0,40 persen di tahun 2022 dan hanya mendapatkan perhatian lebih lanjut.
tumbuh 0,38 persen tahun 2023, Rata-rata Lama Sekolah (RLS) yang tumbuh dari
1,36 persen pada tahun 2022 dan hanya tumbuh 1,13 persen di tahun 2023, serta
40 KANWIL DJPB PROVINSI SUMATERA UTARA KAJIAN FISKAL REGIONAL 41
8
2 27 Triwulan II Tahun 2024 2 28
7

