Page 35 - KFR Triwulan II 2024
P. 35
BAB I | Analisis Ekonomi BAB II | Analisis Fiskal BAB III | Pengembangan BAB IV | Analisis Tematik BAB V | Kesimpulan dan
Prolog Ekonomi Daerah Rekomendasi
Regional Regional
Analisis
Grafik 1.7 Indeks Keyakinan Konsumen Tahun 2023-2024
O PERKEMBANGAN INDIKATOR
160 p
t KESEJAHTERAAN / PEMBANGUNAN
i
136 135 133,8
140 133,9 132,5132,5 133,5 135,5 137,8 137,5 135 131,3 134,2134,2 133,9 134,5 135,3 133,8 127,7 m
128,3 127,1
123 122,4 123,3 126,1 118,9 123,5 125,2 121,7 124,3 123,6 123,8 125 123,1 123,8 119,4 125,2 123,3 i
120 112,1 112,4112,4 113,1 116,6 116,8 115,5 112,2 114,4 113 113,6 115,6 110,9 113,8 115,4 112,9 s 1. Tingkat Kemiskinan
100 Perkembangan tingkat kemiskinan di Sumut mengalami penurunan sebesar 0,16
P poin yaitu dari 8,15 persen pada Maret 2023 menjadi 7,99 persen pada Maret 2024.
80 e
s Angka kemiskinan ini setara dengan 1,24 juta jiwa pada Maret 2023, atau berkurang
60 i sekitar 11,7 ribu jiwa dalam satu tahun terakhir. Persentase pemduduk miskin pada
m
i Maret 2024 di daerah perkotaan sebesar 7,93 persen, dan di daerah pedesaan
40 s
sebesar 8,08 persen. Di daerah perkotaan mengalami penurunan signifikan sebesar
20
0,30 persen. Garis kemiskinan pada Maret 2024 tercatat sebesar Rp 642.423,-
0 /kapita/bulan dengan komposisi Garis Kemiskinan Makanan sebesar Rp 490.540,-
Jan-23 Feb-23 Mar-23 Apr-23 May-23 Jun-23 Jul-23 Aug-23 Sep-23 Oct-23 Nov-23 Dec-23 Jan-24 Feb-24 Mar-24 Apr-24 May-24 Jun-24 (76,36%) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar Rp 151.883,- atau sekitar
Sumber: bi.go.id 23,64 persen.
Pada periode Maret 2023 - Maret 2024, baik Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1)
Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) maupun Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) mengalami penurunan. P1 turun dari
Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK)
1.261 pada Maret 2023 menjadi 1.227 pada Maret 2024, sementara P2 turun dari
0,324 menjadi 0,302. Turunnya P1 mengindikasikan adanya kecenderungan
peningkatan rata-rata pengeluaran konsumsi penduduk miskin yang mampu
mengikuti peningkatan garis kemiskinan, atau dengan kata lain kesenjangan
pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan semakin berkurang.
Selanjutnya P2-yang memberikan gambaran mengenai penyebaran pengeluaran
konsumsi diantara penduduk miskin – turunnya indeks ini mengindikasikan
berkurangnya ketimpangan pengeluaran konsumsi diantara penduduk miskin, atau
dengan kata lain penyebaran pengeluaran konsumsi semakin baik atau merata.
Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilaksanakan pada bulan
Maret 2024 menunjukkan bahwa jumlah penduduk miskin di Provinsi Sumatera Utara
sebanyak 1.228,01 ribu jiwa atau sebesar 7,99 persen terhadap total penduduk
Provinsi Sumatera Utara. Jumlah penduduk miskin tersebut menurun jika
dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin pada bulan Maret 2023 yang mencatat
jumlah penduduk miskin sebanyak 1.239,71 ribu jiwa atau sebesar 8,15 persen.
Terjadi penurunan jumlah penduduk miskin sebanyak 11,7 ribu jiwa pada periode
Maret 2023 – Maret 2024, dengan penurunan persentase penduduk miskin sebesar
0,16 poin. Berdasarkan daerah tempat tinggal, pada periode Maret 2023 – Maret
34 KANWIL DJPB PROVINSI SUMATERA UTARA KAJIAN FISKAL REGIONAL 35
2
2 21 Triwulan II Tahun 2024 2 22
1

