Page 5 - KFR Triwulan I 2025
P. 5
BAB 3 | Analisis BAB 4 | Kesimpulan dan
Tematik Rekomendasi
kentang, kopi bubuk, Sigaret Putih Mesin ekonomi yang berdampak pada menurunnya
(SPM), tarif parkir, ikan kembung, kangkong, konsumsi dan aktivitas usaha berdampak
dan ketupat. Tingkat Pengangguran Terbuka pada turunnya basis pajak seperti PPh
(TPT) Sumut per Februari 2025 mengalami Nonmigas, PPN, Cukai, dan Bea Masuk.
penurunan sebesar 5 basis poin (yoy) dari Namun Bea Keluar menghasilkan kinerja
5,10% menjadi 5,05%. Angka ini merupakan signifikan dengan pertumbuhan hingga
angka terendah sejak terjadinya puncak 7.083,06% (yoy) didukung oleh lonjakan
pengangguran di Sumut pada Agustus harga referensi Crude Palm Oil (CPO) di
2020 yang mencapai 6,01% akibat pandemi pasar global. Di sisi lain, realisasi PNBP
Covid-19. Meskipun mengalami penurunan berkinerja cukup baik atau terakselerasi
secara regional, namun TPT Sumut masih 6,16% (yoy) dimana Penerimaan Pendapatan
lebih tinggi dibandingkan TPT Nasional BLU menyumbang kontribusi hingga 53,90%.
yang mencapai 4,76%. Sementara, NTP Kinerja seluruh komponen pendapatan
Sumut pada Maret 2025 mencapai 145,81. negara menghasilkan realisasi penerimaan
Angka ini merupakan angka tertinggi pada Sumut sebesar Rp4.167,49 miliar (11,96%
Triwlan I 2025, dengan kenaikan sebesar dari target tahun 2025). Di sisi lain, hingga
59 basis poin dibandingkan Februari Triwulan I 2025, belanja negara mencatat
2025. Kondisi ini mencerminkan kondisi realisasi Rp13.612,77 miliar atau 21,36% dari
perdagangan masih stabil bagi petani di pagu 2025. Realisasi tertinggi terdapat
Sumut. Kenaikan ini terutama didorong oleh pada belanja pegawai diikuti oleh belanja
peningkatan harga komoditas pertanian barang. Namun, belanja barang mengalami
di sektor perkebunan, seperti kelapa sawit kontraksi hingga 66,58% sebagai dampak
dan karet, yang memberikan kontribusi efisiensi pagu belanja sesuai dengan
signifikan terhadap pendapatan petani. Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025
NTN Sumut pada Maret 2025 merupakan tentang Efisiensi Belanja Dalam Pelaksanaan
NTN tertinggi dalam Triwulan I 2025 APBN dan APBD TA 2025. Hampir seluruh
yang mencapai 104,33. Jika dibandingkan Kementerian/Lembaga mengalami
dengan nasional, NTN Sumut berada di penurunan pagu sebagai dampak efisiensi.
atas NTN nasional yang sebesar 103,48. Adapun alokasi tertinggi berada pada
Peningkatan ini mencerminkan perbaikan Kementerian Agama yang mencapai
pada penerimaan nelayan setelah mencapai Rp3.022,44 miliar. Namun, Kementerian
puncak terendahnya dalam tiga tahun. Pertahanan memiliki persentase realisasi
tertinggi hingga Triwulan I 2025 sebesar
Analisis Fiskal Regional menunjukkan 29,27% dari pagu Rp2.868,49 miliar. TKDD
kontraksi pada pendapatan negara Sumut di Sumut Triwulan I 2025 telah terealisasi
yang mengalami kontraksi hingga 36,47% sebesar Rp10.095,81 miliar atau 22,34%
(yoy) pada Triwulan I 2025 sebagai dampak dari pagu. Realisasi ini tumbuh 9,39% (yoy)
kontraksi pada penerimaan perpajakan didukung realisasi DAU Rp7.440,43 miliar
sebesar 41,04% (yoy). Terjadinya pelemahan dan DAK Nonfisik Rp2.070,38 miliar. Sampai
daya beli masyarakat akibat perlambatan dengan Triwulan I 2025, tercatat realisasi
KAJIAN FISKAL REGIONAL 5
Triwulan I 2025

