Page 7 - KFR Triwulan I 2025
P. 7

BAB 3  |  Analisis                                        BAB 4 |  Kesimpulan dan
                    Tematik                                                   Rekomendasi




            terealisasi Rp10,56 triliun (97% dari pagu).        ekonomi di pedesaan. Koperasi ini akan
            Begitu juga dengan Belanja APBD yang                berfungsi sebagai wadah bagi masyarakat

            turut mendukung pengembangan koperasi               untuk bekerja sama dalam mengembangkan
            dengan nilai pagu sebesar Rp2,75 miliar             usaha dan meningkatkan daya saing produk
            dialokasikan untuk program peningkatan              lokal. Koperasi Merah Putih dirancang untuk
            produktivitas, nilai tambah, akses pasar,           memenuhi berbagai kebutuhan warga
            akses pembiayaan, penguatan kelembagaan,            sekitarnya.  Beberapa  layanannya  antara
            penataan manajemen, standarisasi, dan               lain berupa kantor koperasi yang berfungsi
            restrukturisasi usaha, serta program                sebagai pusat administrasi, serta klinik dan

            pemberdayaan koperasi dengan keanggotaan            apotek desa yang menyediakan layanan
            lintas daerah kabupaten/kota dalam 1 (satu)         kesehatan dengan biaya terjangkau. Fasilitas
            daerah provinsi. Program dukungan pemda             lainnya mencakup tempat penyimpanan
            selanjutnya adalah program pembiayaan               hasil pertanian dan perikanan (cold storage),
            yang bersumber dari APBD maupun dana                layanan simpan pinjam guna mendukung
            bergulir. Dinas Koperasi memberikan akses           permodalan usaha masyarakat, serta sistem
            permodalan kepada koperasi yang telah               logistik desa untuk memastikan distribusi
            memenuhi persyaratan administratif dan              kebutuhan pokok berjalan lancar. Selain
            kelayakan usaha.                                    itu, koperasi juga akan membantu dalam

                                                                hal pemasaran produk, sehingga produk
            Pengembangan koperasi di Sumut                      desa dapat lebih mudah dijual dan dikenal
            menghadapi berbagai tantangan diantaranya           di pasar yang lebih luas. Kemudian potensi
            rendahnya literasi digital dan keuangan di          lainnya yaitu menjadi agen pupuk, agen
            kalangan  anggota  koperasi,  kurangnya             LPG,  agen  BNI/BRI  link,  sewa  traktor,
            inovasi dalam model bisnis koperasi, tata           layanan pos, penyalur bantuan pemerintah,
            kelola koperasi, dan sektor produktif yang          dan bisnis komoditas unggulan desa.

            masih rendah. Berdasarkan tantangan
            tersebut, maka dapat dirumuskan strategi
            pengembangan koperasi di Sumut yaitu
            penguatan tata kelola dan SDM koperasi,
            akselerasi digitalisasi, fokus pada sektor
            produktif, meningkatkan daya saing
            koperasi di pasar global, dan penguatan
            dukungan pemerintah dalam mendukung
            pengembangan koperasi di daerah.



            Pemerintah juga melakukan pengembangan
            koperasi di Desa dan Kelurahan melalui
            program  Koperasi  Desa/Kelurahan  Merah
            Putih (KDMP). KDMP diharapkan dapat
            menjadi solusi untuk mengatasi masalah




                                                                           KAJIAN FISKAL REGIONAL          7
                                                                                        Triwulan I 2025
   2   3   4   5   6   7   8   9   10   11   12