Page 71 - KFR Triwulan I 2025
P. 71

BAB 3  |  Analisis                                        BAB 4 |  Kesimpulan dan
                    Tematik                                                   Rekomendasi




                beberapa sekolah. Hal ini juga dipicu

                minimnya sosialisasi kepada masyarakat
                mengenai jadwal dan teknis pelaksanaan
                MBG. Selain itu, tidak ada sanksi tegas
                untuk yayasan yang wanprestasi atau

                tidak menjalankan program dengan baik.


            6.  Ketersediaan dan ketahanan pangan
                menjadi tantangan dalam pelaksanaaan
                MBG. Produksi lokal seperti beras, sayur,

                buah, dan bumbu belum sepenuhnya
                dijamin, terutama untuk wilayah 3T.


            7.  Beberapa tenaga ahli gizi dan akuntan

                belum menerima gaji, ditambah Kepala
                SPPG dan tim keuangan kurang
                memahami keuangan negara dan tata
                cara pertanggungjawaban anggaran.



            8.  Adanya potensi korupsi dan mal-
                administrasi disebabkan hubungan
                tidak transparan antara pelaksana

                program dengan penyedia barang/jasa.
                Kemungkinan pungutan liar dan praktik
                nepotisme/korupsi dapat terjadi akibat
                lemahnya pengawasan.































                                                                           KAJIAN FISKAL REGIONAL         71
                                                                                        Triwulan I 2025
   66   67   68   69   70   71   72   73   74   75   76