Page 39 - KFR Final Tahunan 2021
P. 39
kenaikan hasil tangkapan dan kenaikan harga, demikian juga terjadi peningkatan selama
bulan September hingga Desember 2021.
2.3. Reviu Capaian Kinerja Makro Kesra Regional
Ekonomi makro adalah sebuah ilmu ekonomi yang menangani variabel agregat
ekonomi, seperti tingkat dan rata-rata pertumbuhan produksi nasional, angka
pengangguran, suku bunga dan Inflasi (Robert S. Pindyck dan Daniel L. Rubinfeld,2009).
Ekonomi Makro sering dipakai sebagai instrumen untuk melakukan analisa dan
merancang serangkaian target kebijakan yang berkaitan dengan inflasi, tenaga kerja,
pertumbuhan ekonomi, dan keseimbangan neraca pembayaran yang berkelanjutan
yang bertujuan untuk menstabilkan perekonomian dan menciptakan pertumbuhan
ekonomi ke arah positif. Target dan realisasi indikator makro ekonomi dan kesejahteraan
Provinsi Sumut tahun 2021 dijelaskan pada tabel berikut:
Sesuai dengan perubahan RPJMD Provinsi Sumatera Utara tahun 2019-2023,
pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumut pada tahun 2022 diprediksi di rentang 4 s.d 5%
meningkat dari tahun 2021 seiring dengan membaiknya perekonomian global dan
nasional di tahun 2022.
Tabel II.4 Hasil Reviu Efektivitas Kebijakan Makro Ekonomi
dan Kesejahteraan Provinsi Sumatera Utara
No. Sasaran Makro Kesra Target 2021 Realisasi 2021 Target 2022 Hasil Reviu
Pertumbuhan
1. 3-4% 3,81% 4-5 % Sesuai dengan target
Ekonomi
2. Tingkat Inflasi 2,50% 1,71% 2,80% Tingkat inflasi stabil
3. IPM 71,5-72 72 72-72,5 Sesuai dengan target
4. Kemiskinan 9-8% 8,49% 8,9 – 7,9% Sesuai dengan target
Tidak Sesuai dengan
5. Pengangguran 6- 5,75% 6,33% 5,75 – 5,5%
target
6. Rasio Gini 0,313 0,313 0,311 Sesuai dengan target
7. NTP 109,92 119,04% 110,35 Data melebihi target
Data target belum
8. NTN - 106,17 -
tersedia
Sumber: BPS, RPJMD Provinsi Sumatera Utara
Selain itu semakin terkendalinya pandemi covid-19 dengan target vaksinasi lengkap di
tahun 2022 semakin mendorong pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumut. Pandemi Covid-
19 yang melanda Indonesia bahkan dunia sejak tahun 2020 sangat berdampak bukan
hanya di sektor kesehatan, namun juga mendisrupsi sektor lainnya seperti sosial,
ekonomi, dan keuangan, diantaranya dengan melemahnya tingkat pertumbuhan
ekonomi, tingginya tingkat pengangguran dan tekanan inflasi.
21

