Page 40 - KFR Final Tahunan 2021
P. 40

Sepanjang  tahun  2021  inflasi  Sumut  relatif  terkendali  diangka  1,71%,  lebih
                  rendah dari target 2021 dan inflasi nasional. Angka ini merupakan tingkat inflasi terendah
                  selama 3 (tiga) tahun berturut-turut. Ketidaksesuaian target dan realisasi Sumut tahun

                  2021      salah      satunya    Gambar II.1 IPM Provinsi Sumut tahun 2011 s.d 2021
                                                                                        71.7471.77 72
                  disebabkan  oleh  komponen                               70  70.57 71.18

                  volatile food (VF) yang masih       67.74 68.38 68.87 69.51
                                                 67.34
                  terkendali.  Selain  itu,  di
                                                  Gambar II.1. IPM Provinsi Sumut tahun 2011 s.d 2021
                  tengah  pemulihan  kondisi


                  ekonomi yang masih dilanda      2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021
                  pandemi  covid-19  dengan         Sumber: BPS Provinsi Sumut (diolah)
                  adanya varian delta, memaksa pemerintah untuk memberlakukan pembatasan kegiatan

                  masyarakat  (PPKM)  Darurat  dan  dilanjutkan  dengan  PPKM  Level  3  dan  4  sehingga
                  menurunkan permintaan masyarakat pada awal semester II sampai dengan triwulan III

                  tahun  2021.  Penurunan  tekanan  inflasi  didorong  oleh  penurunan  yang  terjadi  pada
                  komoditas cabai merah, emas, perhiasan dan bawang merah. Namun, naiknya harga
                  minyak goreng sampai dengan saat ini menahan inflasi turun lebih dalam. Selama satu

                  dekade  terakhir  (tahun  2011  hingga  2021),  IPM  Sumut  menunjukkan  tren  kenaikan
                  dengan rata-rata kenaikan 0,67% per tahun, dan meningkat dari level “sedang” ke level
                  “tinggi” sejak tahun 2016. Pada tahun 2021, skor IPM Provinsi Sumut mencapai 72 poin

                  dan  untuk tahun  2022  diprediksi  pada  72  s.d  72,5  poin  seiring  dengan membaiknya
                  perekonomian sehingga meningkatkan pengeluaran per kapita.


                         Persentase  kemiskinan  Sumut  pada  September  2021  juga  menunjukkan
                  perbaikan dari 9,01% pada Maret 2021 menjadi 8,49%. Penurunan ini mengindikasikan
                  pemulihan  ekonomi  sedang  berjalan  seiring  dengan  meningkatnya  pendapatan

                  masyarakat. Pada tahun 2022, persentase kemiskinan diprediksi 8,9 s.d 7,9%. Upaya
                  pemerintah  untuk  mengentaskan  kemiskinan  tetap  dilakukan  ditengah  pemulihan
                  ekonomi  yang  masih  berlanjut  namun  dengan  tetap  memprioritaskan  kesehatan,

                  khususnya dengan pandemi covid-19 varian omicron yang telah masuk ke Indonesia.
                  Pemerataan  pembangunan  diharapkan  dapat  terwujud  untuk  mengurangi  disparitas
                  kemiskinan antara pedesaan dan perkotaan, khususnya pembangunan infrastruktur fisik

                  dan jaringan telekomunikasi. Tiga variabel makroekonomi yang penting untuk mengukur
                  kinerja perekonomian suatu daerah adalah PDRB riil, tingkat inflasi dan pengangguran.

                  Pada  tahun  2021,  TPT Agustus  2021  sebesar 6,33%.  Apabila  dibandingkan  dengan
                  target tahunan (6-5,75%), angka ini turun 0,58% poin dibandingkan dengan Agustus
                  2020 (6,91%). Jumlah penduduk yang bekerja meningkat dari dari 6,8 juta orang menjadi






                                                                                                      22
   35   36   37   38   39   40   41   42   43   44   45