Page 8 - twiv2024
P. 8

BAB 1 |  Analisis Ekonomi     BAB 2  |  Analisis Ekonomi    BAB 3  |  Analisis Fiskal
               Prolog
                                Regional                      Regional                      Regional



            dan Perumahan Rakyat (Rp849,31 miliar,

            realisasi 86,33%), diikuti Kementerian
            Pertanian  (Rp429,23  miliar,  realisasi
            93,69%), Kementerian Kelautan dan
            Perikanan (Rp179,93 miliar, realisasi

            95,69%), dan Badan Pangan Nasional
            (Rp1,15 miliar, realisasi 98,85%).


            Transfer Ke Daerah untuk Ketahanan
            Pangan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik

            dan Non-Fisik mengalami peningkatan
            signifikan dari tahun ke tahun. DAK Fisik
            untuk  ketahanan  pangan meningkat

            dari Rp266,39 miliar pada 2021 menjadi
            Rp688,45 miliar pada 2024. Sektor jalan
            memperoleh alokasi  tertinggi dengan
            Rp373,95 miliar pada 2024. DAK Non-
            Fisik untuk Dana Ketahanan Pangan dan

            Pertanian juga meningkat dari Rp13,24
            miliar pada 2023 menjadi Rp17,07 miliar
            pada 2024.



            Efektivitas Kebijakan terhadap Ketahanan
            Pangan Analisis menunjukkan bahwa
            produksi padi,  tingkat kemiskinan,
            efektivitas akses air bersih, dan realisasi

            belanja ketahanan pangan berpengaruh
            signifikan terhadap IKP Sumatera Utara.
            Kabupaten dengan produksi padi
            tinggi dan akses infrastruktur memadai

            cenderung memiliki IKP lebih baik. Namun,
            tantangan masih ada dalam bentuk
            disparitas wilayah, akses air bersih, serta
            kesejahteraan masyarakat di beberapa

            kabupaten/kota.










           8       KANWIL DJPB PROVINSI SUMATERA UTARA
   3   4   5   6   7   8   9   10   11   12   13