Page 30 - KFR Triwulan I 2025
P. 30
Prolog BAB 1 | Analisis Ekonomi BAB 2 | Analisis Fiskal
Regional Regional
Grafik 1.11. Indeks Pembangunan Manusia Regional Pulau Sumatera dan
Nasional Tahun 2020 s.d 2024
Sumber : BPS Prov. Sumut (diolah)
mencapai 75,02. Perbaikan ini mencerminkan menjadi 7,19% pada September 2024.
berbagai langkah strategis dalam bidang Angka ini menunjukkan keberlanjutan
kesehatan, pendidikan, dan peningkatan upaya pemerintah dalam mengurangi angka
standar hidup yang telah diimplementasikan kemiskinan di Sumut. Jumlah penduduk
dengan efektif. miskin pada September 2024 juga menurun
dari 1.228 ribu jiwa pada Maret 2024 menjadi
Kota Medan, Kota Pematansiantar, dan Kota 1.110 ribu jiwa pada September 2024. Tingkat
Tebing Tinggi merupakan kota di Sumut kemiskinan ekstrem juga mengalami
dengan IPM paling tinggi yaitu masing- penurunan dari 0,78% di tahun 2023
masing sebesar 83,23; 81,17 dan 78,68. menjadi 0,54% di tahun 2024. Penurunan
Hal ini menunjukkan keunggulan dalam ini menunjukkan kebijakan pemerintah
pembangunan manusia dengan akses yang Sumut dalam mendorong pertumbuhan
lebih baik terhadap fasilitas dasar. Kabupaten ekonomi yang inklusif dan program-program
Nias Barat dan Nias Selatan merupakan pengentasan kemiskinan mulai menunjukkan
daerah dengan IPM paling rendah yaitu hasil efektif.
sebesar 65,66 dan 65,87. Oleh sebab itu,
diperlukan intervensi pemerintah untuk Jumlah dan persentase penduduk miskin di
mengurangi kesenjangan pembangunan Sumut menunjukkan tren penurunan dalam
antarwilayah di Sumut. empat tahun terakhir. Angka ini sejalan
dengan penurunan tren secara nasional.
2. Tingkat Kemiskinan Sampai dengan September 2024, jumlah
penduduk miskin secara nasional mencapai
Persentase penduduk miskin di Sumut 24,06 juta jiwa dengan persentase penduduk
menurun dari 7,99% pada Maret 2024 miskin mencapai 8,57%. Persentase
30 KANWIL DJPB PROVINSI SUMATERA UTARA

