Page 35 - KFR Triwulan I 2025
P. 35

BAB 3  |  Analisis                                        BAB 4 |  Kesimpulan dan
                    Tematik                                                   Rekomendasi




            orang pada Februari 2025. Peningkatan              provinsi dengan sektor pertanian yang
            ini mengindikasikan bertambahnya jumlah            berkontribusi besar terhadap perekonomian,
            individu yang memasuki pasar kerja dan             peningkatan NTP mencerminkan kondisi

            siap bekerja. Dari jumlah angkatan kerja           perkembangan harga yang semakin
            tersebut, sebanyak 7.699 ribu orang bekerja,       menguntungkan bagi petani, khususnya di
            dimana angka ini meningkat sebanyak 107            sektor perkebunan. Kesejahteraan petani di

            ribu orang dari periode sebelumnya. Hal            Sumut menunjukkan tren peningkatan yang
            ini mengindikasikan adanya peningkatan             signifikan hingga akhir Triwulan I 2025. NTP
            penciptaan lapangan pekerjaan yang sejalan         Sumut pada Maret 2025 mencapai 145,81.
            dengan upaya pembangunan ekonomi di                Angka ini merupakan angka tertinggi pada
            sektor industri pengolahan dan proyek              periode ini, dengan kenaikan sebesar 59

            infrastruktur di Sumut. Tingkat partisipasi        basis poin dibandingkan Februari 2025
            angkatan kerja (TPAK) terus mengalami              yang berada di angka 144,96. Kondisi ini
            penurunan pada tiga tahun terakhir menjadi         mencerminkan kondisi perdagangan masih

            70,13%. TPAK laki-laki sebesar 83,78% dan          stabil bagi petani di Sumut. Kenaikan ini
            perempuan mencapai 56,67%. Selisih yang            terutama didorong oleh peningkatan harga
            cukup tinggi antara laki-laki dan perempuan        komoditas pertanian di sektor perkebunan,
            menunjukkan kurangnya kesempatan kerja             seperti kelapa sawit dan karet, yang
            bagi bidang yang dapat dikerjakan oleh             memberikan kontribusi signifikan terhadap

            perempuan, sehingga pemerintah perlu               pendapatan petani.
            melakukan upaya peningkatan lapangan
            kerja pada sektor dan bidang yang dapat            NTP Sumut masih lebih tinggi dibandingkan

            dikerjakan oleh perempuan sebagai bentuk           NTP secara nasional yang sampai dengan
            pemberdayaan dan peningkatan kualitas              Maret 2025 mencapai 123,72. NTP Sumut
            kerja perempuan.                                   merupakan NTP tertinggi ketujuh dari
                                                               38 provinsi di Indonesia pada periode
                                                               Triwulan I 2025.  Tingginya pengaruh NTP
            5. Nilai Tukar Petani (NTP)
                                                               di Sumut menunjukkan daya saing sektor

            NTP merupakan salah satu indikator untuk           pertanian di provinsi ini berada dalam
            melihat tingkat kemampuan/daya beli                kondisi yang relatif lebih baik dibandingkan
            petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan          rata-rata nasional. Hal ini didukung oleh

            daya tukar (terms of trade) dari produk            tingginya harga komoditas unggulan dan
            pertanian dengan barang dan jasa yang              permintaan yang kuat di pasar domestik
            dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.            maupun global. Petani di Sumut juga
            Perkembangan NTP di Sumut di awal tahun            berhasil menjaga produktivitas di tengah

            2025 menunjukkan tren yang positif dan             tantangan seperti kenaikan biaya produksi
            menjadi indikator penting dalam menilai            akibat fluktuasi harga input pertanian. Jika
            kesejahteraan petani. Sebagai salah satu           membandingkan NTP antar subsektor, NTP




                                                                           KAJIAN FISKAL REGIONAL        35
                                                                                        Triwulan I 2025
   30   31   32   33   34   35   36   37   38   39   40