Page 37 - KFR Triwulan I 2025
P. 37

BAB 3  |  Analisis                                        BAB 4 |  Kesimpulan dan
                    Tematik                                                   Rekomendasi




            mencapai 100 dalam 3 tahun terakhir.               Maka tetap ada kemungkinan ketersediaan

            Hal ini harus menjadi perhatian tidak              pangan yang menurun akibat permintaan
            hanya bagi pemerintah daerah namun                 yang tinggi, namun satgas pangan berhasil
            juga pemerintah nasional. Mayoritas                dengan menjaga ketersediaan pangan
            usaha peternakan di Sumut masih sama               dengan harga yang cukup stabil di dalam

            dengan kondisi secara nasional, yaitu              provinsi.
            masih dikelola secara tradisional sehingga
            belum mampu memberikan kesejahteraan               NTP Hortikultura terus mengalami fluktuasi
            yang memadai bagi peternak dan belum               yang cukup signifikan pada Triwulan I 2025

            mampu mencukupi kebutuhan protein                  setelah  mengalami  peningkatan  pada
            hewani yang terjangkau oleh masyarakat.            Desember 2024 sebagai dampak hari besar
            Daging impor yang berkualitas baik sampai          Natal dan Tahun Baru. Pada Maret 2025, NTP
            ke tangan masyarakat juga menyebabkan              Holtikultura hanya sebesar 88,02; padahal

            harga bersaing antara daging lokal dengan          sepanjang Maret 2025 merupakan bulan
            daging impor yang menjadi kendala                  Ramadhan  yang  mana  permintaan  akan
            terbesar peternak di Sumatera Utara.               tanaman holtikultura meningkat. Namun,
            Meskipun pemerintah telah memberikan               peningkatan  permintaan  utamanya  cabai

            berbagai sumbangan pakan ternak yang               merah dan cabai rawit tersebut juga
            dapat mengurangi indeks yang dibayar (Ib)          disertai dengan kenaikan harga di pasar
            petani, namun jika masih menggunakan               yang cukup tinggi, sehingga indeks yang
            metode tradisional maka sektor peternakan          dibayar (Ib) lebih tinggi dibandingkan indeks

            di Sumatera Utara belum dapat bersaing             yang diterima (It) petani. Selain itu, curah
            secara inovatif mencukupi kebutuhan ternak         hujan yang tinggi di awal tahun 2025 juga
            daging di Sumatera Utara.                          menyebabkan penurunan produksi tanaman
                                                               holtikultura seperti cabai merah, cabai rawit,
            NTP Tanaman Pangan menunjukkan kinerja             dan cabai hijau serta kendala distribusi ke

            menggembirakan di awal tahun 2025.                 pasar tradisional yang melambat. Rendahnya
            NTP Tanaman Pangan pada Maret 2025                 NTP Holtikultura yang tidak sejalan dengan
            mencapai 101,69 tertinggi bahkan sejak             hasil produksi yang melimpah, memerlukan

            tahun 2024. Hal ini tidak hanya menunjukkan        strategi lain yang perlu dilakukan untuk
            kesejahteraan petani yang meningkat namun          meningkatkan kesejahteraan para petani
            juga peningkatan kinerja satuan petugas            holtikultura. Seperti penyediaan pengolahan
            ketahanan pangan (Satgas Pangan) daerah            cabai secara swakelola oleh pemerintah
            yang semakin efektif. Meskipun produksi            yang nantinya akan menghasilkan berbagai

            pangan Sumut tidak terdampak El Nino,              produk olahan cabai yang tidak hanya
            namun ketersediaan pangan Sumatera Utara           berpengaruh pada NTP namun pada
            juga turut memenuhi kekurangan pangan              peningkatan tenaga kerja dan pertumbuhan

            di provinsi tetangga seperti Aceh dan Riau.        ekonomi Sumatera Utara.



                                                                           KAJIAN FISKAL REGIONAL        37
                                                                                        Triwulan I 2025
   32   33   34   35   36   37   38   39   40   41   42