Page 41 - KFR Triwulan I 2025
P. 41
BAB 3 | Analisis BAB 4 | Kesimpulan dan
Tematik Rekomendasi
B. Metode Analisis dilanjutkan pengujian LM Test karena
dapat dipastikan model terbaik dalam
Penelitian ini menggunakan analisis penelitian ini adalah Fixed Effect Model
kuantitatif menggunakan analisis regresi (FEM). Setelah data lolos dari uji asumsi
data panel untuk mengolah data KUR klasik, maka persamaan regresi penelitian
dan UMi dari 33 pemerintah daerah diperoleh sebagai berikut:
di Sumut terhadap PDRB Sumut
sejak tahun 2019-2023. Menurut Agus
Widarjono (2009) penggunaan data panel
dalam sebuah observasi memberikan
beberapa keuntungan, yaitu mampu
menyediakan data yang lebih banyak
sehingga akan menghasilkan degree
of freedom yang lebih besar dan dapat PDRB= 28,09836 + 0,0648095KUR +
mengatasi masalah yang timbul ketika 0,0006487UMi
ada masalah penghilangan variabel
(omitted-variabel). Dasar pengujian Berdasarkan persamaan regresi di atas,
dengan tingkat kepercayaan 95% atau taraf dapat dijelaskan hal-hal sebagai berikut:
signifikansi sebesar 5% (a=0,05) dengan 1. Nilai konstanta sebesar 28,09836
model persamaan yang digunakan dalam artinya tanpa adanya variabel KUR (X1)
penelitian sebagai berikut:
dan UMi (X2), maka variabel PDRB (Y)
akan mengalami peningkatan sebesar
28,09836%.
2. Nilai koefisien beta variabel KUR
(X1) sebesar 0,0648095 artinya jika
nilai variabel lain konstan dan variabel
X1 mengalami peningkatan 1%, maka
C. Pembahasan variabel PDRB (Y) akan mengalami
kenaikan sebesar 6,48%. Begitu pula
Menurut Widarjono (2007), terdapat
tiga uji untuk memilih teknik estimasi sebaliknya, jika nilai variabel lain
data panel, yaitu Common Effect Model konstan dan variabel X1 mengalami
(CEM), Fixed Effect Model (FEM), dan penurunan 1% maka variabel Y akan
Random Effect Model (REM). Dari hasil mengalami penurunan sebesar 6,48%.
uji Hausman, Nilai Prob sebesar 0,0000 < 3. Nilai koefisien beta variabel UMi (X2)
0,05 maka model yang terpilih yaitu Fixed sebesar 0,0006487 artinya jika nilai
Effect Model (FEM) sehingga tidak perlu
KAJIAN FISKAL REGIONAL 41
Triwulan I 2025

