Page 79 - KFR Triwulan I 2025
P. 79
BAB 3 | Analisis BAB 4 | Kesimpulan dan
Tematik Rekomendasi
teknologi informasi, serta perluasan akses usaha bersama. Namun, perlambatan
pasar. Selain itu, koperasi di daerah juga pertumbuhan di 2023 mengindikasikan
menghadapi tantangan dalam menjalin mulai terbatasnya ruang ekspansi. Seiring
kemitraan strategis dengan berbagai pihak, dengan pertumbuhan koperasi di Sumut,
seperti sektor swasta, lembaga keuangan, jumlah anggota koperasi juga mengalami
dan organisasi non-pemerintah. Kolaborasi peningkatan dari 1.288.579 di tahun 2021
yang efektif diperlukan untuk meningkatkan menjadi 1.837.650 anggota di tahun 2022,
daya saing koperasi serta memperluas namun di tahun 2023 mengalami penurunan
jaringan usaha. menjadi 1.495.208 anggota. Penurunan
ini menandakan hilangnya sebagian
A. Perkembangan Kondisi kepercayaan atau manfaat ekonomi yang
Koperasi di Sumut dirasakan anggota yang kemungkinan
sebagai dampak penurunan kinerja koperasi
Koperasi memiliki peran penting dalam (berdasarkan nilai aset dan jumlah usaha)
pertumbuhan ekonomi khususnya di daerah. maupun faktor eksternal seperti tekanan
Dari tahun ke tahun, jumlah koperasi di inflasi, pengangguran,dan daya beli yang
Sumut terus berkembang. Berikut data menurun.
perkembangan kondisi koperasi di Sumut
periode 2021 – 2023: Di sisi lain, jumlah tenaga kerja tahun 2022
Tabel 3.1. Data Koperasi di Sumut Tahun 2021 - 2023
Sumber : https://www.kemenkopukm.go.id/data-koperasi (diolah)
Growth
Tahun 2021 2022 2023 2023 (%)
Jumlah koperasi 5.033 5.311 5.481 3,20
Jumlah anggota 1.288.579 1.837.650 1.495.208 (18,63)
Tenaga kerja 20.918 21.217 1,43
Aset (dalam juta Rp) 9.428.946,15 10.121.181,01 8.965.641,93 (11,42)
Jumlah usaha (dalam jutaan) 6.269.050,03 6.525.565,96 5.208.264,55 (20,19)
Data koperasi menunjukkan bahwa jumlah sebesar 20.918 tenaga kerja dan meningkat
koperasi di Sumut mengalami pertumbuhan menjadi 21.217 tenaga kerja pada tahun 2023.
dari tahun 2021 s.d. 2023. Pada tahun Adapun nilai aset koperasi Sumut tahun
2022 dan 2023, jumlah koperasi tumbuh 2022 mampu tumbuh 7,34% (yoy) yaitu dari
masing-masing sebesar 5,52% dan 3,20% Rp9,42 miliar di tahun 2021 menjadi Rp10,12
(yoy) yang menunjukkan peningkatan miliar di tahun 2022. Namun, kinerja aset ini
permintaan ekonomi lokal yang mendorong mengalami kontraksi di tahun 2023 hingga
pembentukan koperasi sebagai wadah 11,42% (yoy) atau menjadi Rp8,96 miliar.
KAJIAN FISKAL REGIONAL 79
Triwulan I 2025

