Page 82 - KFR Triwulan I 2025
P. 82
Prolog BAB 1 | Analisis Ekonomi BAB 2 | Analisis Fiskal
Regional Regional
internal, dan terbatasnya akses pada Anggaran Kemenkop UKM mengalami
teknologi serta pasar. Untuk mengatasi fluktuasi selama lima tahun terakhir, yang
hal ini, pemerintah terus mendorong mencerminkan pergeseran fokus kebijakan
pembaruan regulasi, termasuk rencana pemerintah. Pada tahun 2021, alokasi
revisi UU No. 25/1992 agar lebih adaptif sangat besar karena penanganan dampak
terhadap perkembangan zaman. Ke depan, pandemi COVID-19, terutama melalui
pemerintah juga berkomitmen untuk program PEN. Kemenkop UKM memainkan
memperkuat koperasi sektor riil seperti peran strategis dalam pemulihan ekonomi
koperasi pertanian, koperasi produksi, dan dengan memperluas akses pembiayaan,
koperasi pangan sebagai upaya mewujudkan bantuan langsung tunai, serta pelatihan dan
kedaulatan ekonomi rakyat. digitalisasi UMKM.
2. Perkembangan Dukungan Belanja Seiring menurunnya tekanan pandemi, pagu
Kementerian/Lembaga untuk anggaran mengalami penyesuaian pada
pengembangan koperasi. 2022 dan 2023, namun tetap difokuskan
pada pengembangan wirausaha, penguatan
Dari tahun 2021 hingga 2024, Kemenkop
koperasi, dan peningkatan daya saing
UKM telah mengalokasikan anggaran yang
UMKM. Pemerintah menunjukkan komitmen
signifikan untuk mendukung pengembangan
terhadap efisiensi anggaran, terbukti
koperasi dan UMKM melalui berbagai
dari realisasi anggaran tahun 2023 yang
program, antara lain:
mencapai hampir 98%.
Tabel 3.2. Perkembangan Dukungan Belanja K/L untuk Pengembangan
Koperasi
Sumber : https://www.kemenkopukm.go.id/data-koperasi (diolah)
Pagu Anggaran
Tahun Kemenkop UKM Keterangan
Termasuk dukungan tambahan dalam program Pemulihan Ekonomi
2021 Rp3,2 triliun Nasional (PEN) sebesar Rp171,8 triliun untuk klaster UMKM dan
Korporasi. Fokus utama: pemulihan ekonomi pascapandemi COVID-19.
Disetujui oleh Komisi VI DPR RI melalui surat Badan Anggaran DPR RI
2022 Rp1,44 triliun No. B/16721/AG.05.02/09/2022. Fokus: pengembangan UMKM, fasilitasi
usaha, bantuan langsung, dan kemudahan perizinan.
Dibagi dalam dua program utama: Dukungan Manajemen (Rp390,58
2023 Rp1,407 triliun miliar) dan Program Kewirausahaan, UMKM, dan Koperasi (Rp 1,016
triliun). Realisasi mencapai Rp1,36 triliun (97,8%).
Rincian: Dukungan Manajemen (Rp 388,2 miliar) dan Kewirausahaan,
2024 Rp1,49 triliun UMKM, dan Koperasi (Rp 548,9 miliar). Realisasi per September:
51,14%. Target akhir tahun: 97,11%.
Mengalami penurunan 37,44% dari tahun sebelumnya. Rincian masih
mengacu pada pembagian program serupa tahun 2024. Pemerintah
2025 Rp937,17 miliar
mengusulkan tambahan Rp665,02 miliar untuk mendukung efektivitas
program.
82 KANWIL DJPB PROVINSI SUMATERA UTARA

