Page 110 - KFR Final Tahunan 2021
P. 110
Effects Specification
S.D. Rho
Cross-section random 7.676895 0.5252
Idiosyncratic random 7.299175 0.4748
Weighted Statistics
R-squared 0.467950 Mean dependent var 27.06213
Adjusted R-squared 0.208087 S.D. dependent var 7.800757
S.E. of regression 7.336411 Sum squared resid 6943.158
F-statistic 2.387557 Durbin-Watson stat 0.860841
Prob(F-statistic) 0.032048
Sumber: Output Eviews 10
Berdasarkan hasil regresi data panel menggunakan fixed effect model didapat
persamaan regresi sebagai berikut:
+
= , − , − , − , + , + , − ,
3. Uji Signifikansi secara parsial (uji t)
Uji t adalah untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel bebas secara
individual terhadap variabel terikat. Dari persamaan regresi data panel di atas dengan
metode random effect model pada penelitian ini, dapat diinterpretasikan menggunakan
uji t dengan hasil sebagai berikut.
1) Nilai konstanta sebesar 68,88 diinterpretasikan sebagai taksiran besaran nilai
IPM yang tidak dipengaruhi oleh belanja pemerintah pusat bidang ekonomi,
belanja pemerintah pusat bidang pendidikan, belanja pemerintah pusat bidang
kesehatan, belanja pemerintah daerah bidang ekonomi, belanja pemerintah
daerah bidang pendidikan, dan belanja pemerintah daerah bidang kesehatan.
2) Koefisien EKO_P berpengaruh signifikan dan negatif terhadap IPM dengan
tingkat kesalahan sebesar 10%. Nilai koefisien sebesar -9,23 menunjukkan
bahwa setiap kenaikan persentase belanja pemerintah pusat bidang ekonomi
terhadap PDRB sebesar 1 persen, maka akan menurunkan nilai IPM sebesar
9,23 poin indeks. Artinya, ditengah pandemi Covid-19 sekarang, pemerintah
pusat belum tepat sasaran serta tujuan dalam melaksanakan perannya dalam
melakukan intervensi ekonomi.
Pengeluaran bidang
3) Koefisien DIK_P tidak berpengaruh signifikan terhadap IPM. ekonomi pemerintah
pusat berpengaruh
4) Koefisien KES_P tidak berpengaruh signifikan terhadap IPM
terhadap IPM
5) Koefisien EKO_D tidak berpengaruh signifikan terhadap IPM.
6) Koefisien DIK_D berpengaruh signifikan dan positif terhadap IPM dengan
tingkat kesalahan sebesar 10%. Nilai koefisien DIK_D sebesar 4,32
menunjukkan setiap kenaikan persentase belanja pemerintah daerah bidang
88

