Page 112 - KFR Final Tahunan 2021
P. 112
pendidikan, belanja kesehatan, baik pemerintah pusat maupun daerah, secara simultan
(bersama-sama) berpengaruh terhadap IPM di Provinsi Sumut. Artinya kesejahteraan
masyarakat Sumut dapat terwujud hanya jika seluruh program pemerintah pada ketiga
bidang tersebut berjalan dengan baik secara bersama-sama tanpa tumpang tindih.
6.4 SIMPULAN DAN REKOMENDASI
6.4.1 Simpulan
Berdasarkan hasil estimasi dan analisis mengenai pengaruh persentase belanja
pemerintah pusat bidang ekonomi dari PDRB, persentase belanja pemerintah pusat
bidang pendidikan dari PDRB, persentase belanja pemerintah pusat bidang kesehatan
dari PDRB, persentase belanja pemerintah daerah bidang ekonomi dari PDRB,
persentase belanja pemerintah daerah bidang pendidikan dari PDRB, persentase
belanja pemerintah daerah bidang kesehatan dari PDRB, terhadap pembentukan IPM di
Sumut selama periode tahun 2017 sampai dengan tahun 2021, maka diperoleh
kesimpulan sebagai berikut.
1) Persentase belanja pemerintah pusat daerah bidang pendidikan dan kesehatan
dari PDRB dan Persentase belanja pemerintah daerah daerah bidang ekonomi
dari PDRB tidak berpengaruh signifikan terhadap perkembangan IPM di Sumut.
Hal ini menunjukkan bahwa investasi pemerintah di bidang tersebut masih
kurang tepat sasaran dan masih harus mendapat perhatian untuk mendapatkan
pendanaan dari pemerintah baik itu alokasi dari pemerintah pusat maupun
pemerintah daerah.
2) Persentase belanja pemerintah pusat bidang ekonomi dari PDRB berpengaruh
signifikan terhadap IPM di Sumut, namun berpengaruh negatif. Sehingga
pemerintah pusat sebaiknya melaksanakan fungsi stabilisasi, alokasi, dan
distribusi dengan baik serta tepat sasaran dan melakukan intervensi dalam
perekonomian Sumut.
3) Persentase belanja pemerintah daerah bidang kesehatan dari PDRB
berpengaruh negatif dan signifikan terhadap IPM di Sumut. Hal ini menunjukkan
investasi di bidang kesehatan masih harus mendapat perhatian khususnya dari
alokasi belanja pemerintah daerah. Pemerintah daerah sebaiknya mengurangi
alokasi belanja bidang kesehatan pada hal nonsubstantif yang tidak
berpengaruh secara langsung terhadap kesehatan masyarakat. Alokasi belanja
sebaiknya bertumpu pada belanja yang bersifat preventif (pencegahan) dari
pada belanja kuratif (penyembuhan).
90

