Page 111 - KFR Final Tahunan 2021
P. 111
pendidikan dari PDRB sebesar 1%, maka akan meningkatkan nilai IPM sebesar
4,32 poin indeks. Hal ini menunjukkan investasi pemerintah daerah terhadap
bidang pendidikan sudah tepat. Masalah yang harus diperhatikan lebih lanjut
oleh pemerintah adalah distribusi pendidikan yang tidak merata. Di sisi lain
hubungan investasi sumber daya manusia (pendidikan) dengan pembangunan
ekonomi merupakan dua mata rantai yang saling berkaitan.
7) Nilai Koefisien KES_D sebesar -9,58 berpengaruh signifikan dan negatif
terhadap IPM dengan tingkat kesalahan sebesar 10%. Nilai koefisien sebesar -
9,58 menunjukkan setiap kenaikan persentase belanja pemerintah daerah
bidang kesehatan dari PDRB sebesar 1%, maka akan menurunkan nilai IPM
sebesar 9,58 poin indeks, ceteris paribus. Sanggelorang, Rumate dan Siwu
(2015) mengemukakan bahwa belanja pemerintah bidang kesehatan
berpengaruh negatif karena alokasi anggaran yang ada masih lebih besar
digunakan untuk pengadaan sarana dan prasarana kesehatan seperti
pembangunan rumah sakit dan puskesmas. Alokasi belanja kesehatan belum
tepat sasaran untuk dapat berpengaruh positif terhadap IPM disebabkan karena
sebagian besar anggaran masih bertumpu pada belanja kuratif (penyembuhan)
daripada preventif (pencegahan). Terdapat 3 program prioritas pemerintah
daerah di Sumut yang dijalankan, yaitu: peningkatan jumlah dan kualitas sarana
Pengeluaran
dan prasarana layanan kesehatan, pembebasan biaya layanan kesehatan dan
pemerintah
peningkatan kesehatan ibu dan anak. Anggaran kesehatan dari APBD Daerah bidang
kesehatan
pemerintah daerah antara lain digunakan untuk bantuan iuran kesehatan berpengaruh
masyarakat tidak mampu, pembangunan baru, peningkatan dan pemeliharaan negatif
terhadap IPM
sarana prasarana kesehatan (seperti rumah sakit, puskesmas), jaminan
kesehatan daerah. Di samping itu, dialokasikan juga anggaran kesehatan pada
DAK Fisik Bidang Kesehatan dengan output antara lain pengadaan kendaraan
farmasi, kendaraan ambulans, pembangunan gedung kantor, pengadaan
sarpras kesehatan, pembangunan puskesmas keliling, pengolahan air limbah,
pengadaan alat-alat kesehatan, pengadaan obat-obatan, sepeda motor,
pembangunan Balai Penyuluh KB dan sebagainya (OMSPAN, 2021).
4. Uji signifikansi secara simultan (Uji F)
Uji F digunakan untuk melihat pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat
secara bersama-sama Berdasarkan hasil regresi data panel bahwa nilai probabilitas F-
statistik adalah sebesar 0,03, nilai ini lebih kecil dari nilai signifikansi α (5%) sehingga
dapat dinyatakan bahwa seluruh variabel bebas yaitu belanja ekonomi, belanja
89

