Page 69 - KFR Triwulan II 2023 [spread]
P. 69
Prolog BAB I | Analisis Ekonomi Regional BAB II | Analisis Fiskal Regional BAB III | Pengembangan BAB IV | Analisis Tematik BAB V | Kesimpulan dan
Ekonomi Daerah Rekomendasi
Secara administratif wilayah Sumut fiskal yang tergambar dari besaran pagu dibandingkan tahun sebelumnya, dengan Kontribusi PAD terhadap agregat
terbagi atas 34 pemerintah daerah anggaran Pendapatan Asli Daerah (PAD) kontraksi terdalam terdapat pada Hasil pendapatan dalam 2 (dua) tahun terakhir
yang terdiri dari 1 Pemerintah Provinsi, Sumut berada pada kisaran 26%-28% pengelolaan kekayaan daerah sebesar juga tidak signifikan dan berada pada
8 Pemerintah Kota, dan 25 Pemerintah pada 2 (dua) tahun terakhir. 171,91% (yoy). kisaran 14% s.d 27% setiap tahunnya.
Kabupaten. Berdasarkan tabel I-Account Jika melihat dari sisi persentase realisasi,
Sumut yang disajikan dalam 2 (dua) Pada postur Belanja, lebih dari 60% Pendapatan Asli Daerah (PAD) Semester persentase realisasi PAD Semester
tahun terakhir dapat dilihat bahwa alokasi belanja masih diarahkan kepada I Tahun 2023 yang menunjukkan I Tahun 2023 mengalami kenaikan
arah kebijakan Sumut untuk menuju Belanja Operasi yang kemudian lebih tingkat kemandirian daerah di Sumut dibandingkan Semester I Tahun 2022.
kemandirian fiskal belum tergambar pada dari 30% diperuntukkan membiayai berkontribusi sebesar 26,86% terhadap Realisasi PAD Semester I Tahun 2023
APBD, dikarenakan pendapatan daerah, Belanja Pegawai sehingga belum total realisasi pendapatan agregat. Angka sebesar 30,47% naik 5,37% dibandingkan
khususnya Pendapatan Asli Daerah dimaksimalkan untuk alokasi belanja yang ini menunjukkan kemampuan PAD untuk persentase realisasi PAD Semester I
(PAD) belum mampu mengcover belanja bertujuan untuk membangun daerah dan menutupi belanja daerah masih jauh dari Tahun 2022 sebesar 25,11%.
daerah. Usaha meningkatkan kemandirian mensejahterakan masyarakat. optimal sehingga pemerintah daerah
masih memiliki pekerjaan rumah yang Growth realisasi PAD Semester I Tahun
besar untuk mendongkrak PAD guna 2023 (YoY) mengalami pertumbuhan
II.3.1 Pendapatan Daerah
peningkatan kemandirian. positif sebesar 34,05%. Hal ini disebabkan
Alokasi pendapatan daerah Semester pertumbuhan sebesar 37,99 persen atau
I tahun 2023 dibanding periode yang sebesar Rp5.049,28 miliar dibandingkan Grafik II.12 Pagu dan Realisasi Pendapatan 2023 - 2022
sama tahun sebelumnya mengalami dengan Semester I Tahun 2022 dengan
pertumbuhan termasuk pada sisi capaian sebesar 30,02% dibandingkan
realisasinya. Pagu pendapatan daerah pagu pendapatan Semester I 2023.
pada Semester I Tahun 2023 mengalami Berdasarkan jenisnya, Pendapatan Daerah
mengalami kenaikan pertumbuhan terbagi menjadi tiga, yakni Pendapatan
sebesar 6,78 persen atau Rp3.879,95 Aseli Daerah (PAD), Pendapatan Transfer,
miliar jika dibandingkan dengan tahun dan Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang
2022. Sah.
Realisasi anggaran pada Semester
I Tahun 2023 juga turut mengalami
Sumber: Kanwil DJPb Prov. Sumut
II.3.1.1. Pendapatan Asli Daerah
Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada mengalami kontraksi sebesar 34,05%
Semester I Tahun 2023 terealisasi sebesar (yoy). PAD terdiri dari 4 komponen, oleh komponen penyusun PAD cukup PAD yang Sah.
Rp4.925,81 miliar, atau tercapai sebesar yakni Pajak Daerah, Retribusi Daerah, terealisasi maksimal pada beberapa
30,47% dari pagu. Jika membandingkan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang komponen seperti Pajak Daerah, Retribusi Pendapatan yang bersumber dari Lain-
dengan tahun sebelumnya, PAD Provinsi Dipisahkan, dimana seluruh komponen Daerah, hasil pengelolaan kekayaan Lain PAD yang sah pada umumnya
Sumatera Utara semester I 2023 dalam PAD mengalami kontraksi daerah yang dipisahkan dan Lain-lain berasal dari pedapatan BLUD, oleh
68 KANWIL DJPB PROVINSI SUMATERA UTARA KAJIAN FISKAL REGIONAL 69
Semester I Tahun 2023

