Page 159 - KFR Triwulan IV 2023 - Spread
P. 159

Prolog  BAB I  |  Analisis Ekonomi Regional  BAB II  |  Analisis Fiskal Regional  BAB IV  |  Pengembangan   BAB V  |  Analisis Tematik  BAB V  |  Kesimpulan dan
                                                                                        Rekomendasi
                Ekonomi Daerah

 Humbahas   -3.234044   lapangan pekerjaan dapat ditempuh melalui penguatan sektor usaha, baik berupa sektor swasta,
 Karo    2.235691
 Labusel    1.502595   badan usaha milik pemerintah, maupun UMKM.
 Labura    1.758104
 LabuhanBatu    2.825028   Penguatan  sektor usaha  dapat terlaksana melalui pembentukan iklim  investasi. Iklim
 Langkat    1.808893   investasi yang kondusif dapat mendorong aktivitas investasi dengan biaya dan risiko serendah
 Madina   -2.964606
 Nias    2.000905   mungkin,  dan menghasilkan keuntungan  jangka  panjang  yang  tinggi. Sukirno (2004:435)
 NiasBarat   -1.677754   menjelaskan bahwa investasi merupakan aktivitas pengeluaran atau pembelanjaan penanaman-
 NiasSelatan    1.188580
 NiasUtara   -0.965221   penanaman  modal atau perusahaan untuk  membeli barang-barang modal dan  perlengkapan
 Palas   -2.161324   produksi untuk  menambah kemampuan memproduksi barang dan  jasa yang  tersedia dalam
 Paluta   -1.216668
 Pakpak   -4.048758   perekonomian. Berdasarkan konsep rumus pertumbuhan ekonomi (PDB), investasi merupakan
 Samosir   -1.098068   salah satu variabel yang mendorong tingkat PDB
 Sergai    1.962350
 Simalungun    1.837315                             PDB = C + I + G + (X-M)
 Tapsel   -1.207345
 Tapteng   -0.150103   Investasi  akan memberikan  multiplier effect  terhadap  produktivitas usaha serta  mendorong
 Taput   -0.247647
 Toba    0.250709   aktivitas ekonomi di masyarakat. Keberhasilan investasi akan mendorong pertumbuhan ekonomi
 Binjai   -0.745722   serta perluasan lapangan kerja (Hanim & Ragimun, 2010).
 GunungSItoli   -0.566384
 Medan    1.569016
 PadSidempuan  -2.785674   Menurut Keynes,  faktor yang  mempengaruhi  besarnya  investasi dapat berupa  tingkat
 PemSiantar    0.332748   bunga,    keadaan    ekonomi    masa   kini,   ramalan perkembangan  di  masa  yang akan  datang,
 Sibolga   -0.180431
 TjBalai   -1.903380   luasnya  perkembangan teknologi  yang berlaku,  tingkat  pendapatan nasional   dan   perubahan-
 TebTinggi    1.553643   perubahannya    dan keuntungan  yang  diperoleh  perusahaan-perusahaan. Sementara menurut

 16 Kab/Kota memiliki dampak positif terhadap peningkatan DAK fisik pendidikan,   Sopandi dan Nazmulmunir (2012), faktor yang memengaruhi investasi adalah stabilitas politik
 HLS dan  RLS terhadap perbaikan IPM dimana Kabupaten Labuhanbatu  merupakan   dan  sosial, stabilitas  ekonomi,  kondisi infrastruktur dasar (listrik,  telekomunikasi, jalan,

 wilayah dgn dampak  positif  tertinggi  selama  periode pengamatan.  Sedangkan 17   Pelabuhan), sektor pembiayaan dan  pasar  tenaga kerja, regulasi dan  perpajakan,  birokrasi,
 kabu/kota  lainnya memiliki  dampak negatif, dimana  kab Pakpak Bharat merupakan   konsistensi dan kepastian dalam kebijakan pemerintah, serta masalah good governance.

 wilayah dengan dampak negatif tertinggi selama periode pengamatan.    Iklim investasi yang kondusif digambarkan dengan iklim yang mampu mendorong investor

 5.2.2. Upaya Peningkatan Investasi   melakukan investasi dengan biaya dan risiko serendah mungkin untuk menghasilkan keuntungan
               jangka panjang yang tinggi (Sopandi  & Nazmulmunir, 2012). Beberapa studi di China dan India

 Mulyadi (2016)  menyatakan  bahwa  hal yang  dapat menyebabkan tingginya   menunjukkan bahwa setelah dilakukannya perbaikan iklim investasi pada tahun 80-an sampai
 pengangguran adalah keterbatasan akses terhadap pendidikan dan lapangan pekerjaan. Bentuk   dengan 90-an berupa penurunan  biaya dan risiko yang drastis menyebabkan  investasi swasta

 intervensi pemerintah dalam mengatasi hal tersebut adalah melalui peningkatan human capital   meningkat   hampir 200 persen.  Pada  Grafik 5.7. menunjukkan  perkembangan investasi di
 dengan berbagai kebijakan di bidang pendidikan maupun peningkatan keterampilan. Namun,   Provinsi Sumatera  Utara.  Dari  gambar tersebut, dapat dilihat bahwa  aktivitas  investasi di

 masalah pengangguran juga dipicu oleh tingginya penawaran (supply) tenaga kerja dibandingkan   Sumatera Utara memiliki tren meningkat. Pada tahun 2020 dan 2021, investasi cenderung datar
 dengan permintaan (demand) pada pasar tenaga kerja. Oleh sebab itu, diperlukan upaya untuk   dikarenakan kondisi pandemi, namun pada tahun 2022 investasi kembali meningkat.

 perluasan lapangan  pekerjaan agar dapat  mengakomodir  supply  tenaga kerja.  Perluasan




 158  KANWIL DJPB PROVINSI SUMATERA UTARA                                  KAJIAN FISKAL REGIONAL       159
                                                                                         Tahunan 2023
   154   155   156   157   158   159   160   161   162   163   164