Page 106 - KFR Triwulan I 2025
P. 106
Prolog BAB 1 | Analisis Ekonomi BAB 2 | Analisis Fiskal
Regional Regional
Bab 4
Kesimpulan
dan Rekomendasi
A. Kesimpulan US$657,42 juta, didukung ekspor ke
Tiongkok, meskipun impor meningkat
Berdasarkan hasil analisis dalam Kajian Fiskal 22,75% (m-to-m).
Regional Provinsi Sumatera Utara Triwulan
I 2025, dapat diberikan kesimpulan sebagai b. Beberapa indikator makro menunjukkan
berikut: kinerja positif seperti IPM mencapai
75,76 pada 2024 yang menunjukkan
1. Analisis Ekonomi Regional peningkatan kesejahteraan; tingkat
a. Perekonomian Sumatera Utara kemiskinan turun menjadi 7,19%; TPT
pada Triwulan I 2025 menunjukkan turun menjadi 5,05% dengan sektor
pertumbuhan yang relatif positif namun pertanian sebagai penyerap tenaga kerja
mengalami perlambatan dibandingkan utama; Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai
periode sebelumnya. Produk Domestik Tukar Nelayan (NTN) menunjukkan tren
Regional Bruto (PDRB) mencapai positif, masing-masing mencapai 145,81
Rp296,49 triliun (ADHB) dan Rp159,95 dan 104,33 yang didorong oleh harga
triliun (ADHK), dengan pertumbuhan komoditas perkebunan dan perikanan.
tahun-ke-tahun (yoy) sebesar 4,67%,
lebih rendah dari nasional (4,87%) dan c. Tantangan utama yang dihadapi Sumut
kontraksi 0,99% secara kuartal-ke- adalah struktur ekonomi berbasis
kuartal (q-to-q). Sektor Transportasi dan pertanian dengan dukungan industri
Pergudangan mencatat pertumbuhan pengolahan yang belum optimal, upaya
tertinggi (12,13%), didorong oleh ekspor memperkecil tingkat ketimpangan (gini
barang dan jasa (13,88%) CPO dan produk ratio) dimana gini ratio 0,306 yang
turunannya, sementara sektor Konstruksi mencerminkan ketimpangan kategori
dan Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sedang di Sumut; upaya menjaga inflasi
mengalami kontraksi signifikan. Neraca yang stabil dan terkendali; dan belum
perdagangan menunjukkan surplus optimalnya potensi pertanian dan
perkebunan guna penyerapan tenaga
106 KANWIL DJPB PROVINSI SUMATERA UTARA

