Page 108 - KFR Triwulan I 2025
P. 108
Prolog BAB 1 | Analisis Ekonomi BAB 2 | Analisis Fiskal
Regional Regional
c. Tantangan utama meliputi rendahnya memperkuat promosi investasi daerah
literasi digital dan keuangan, kurangnya dengan menyusun peta potensi investasi
inovasi model bisnis, tata kelola yang berbasis data, khususnya untuk wilayah
lemah, dan rendahnya sektor produktif dengan lahan pertanian dan perkebunan
(5%). Strategi pengembangan yang belum optimal. Selain itu, perlu
difokuskan pada penguatan tata kelola, memberikan fasilitas pelatihan dan
akselerasi digitalisasi, pengembangan pendampingan bagi pelaku usaha lokal
sektor produktif seperti pertanian dan di sektor perikanan untuk mengadopsi
perikanan, serta peningkatan daya teknologi pengolahan modern, misalnya
saing global melalui produk. Koperasi di Sibolga dan Tapanuli Tengah untuk
Merah Putih diusulkan sebagai solusi mengembangkan pusat industri
untuk mendukung ekonomi desa melalui pengolahan ikan, guna mendukung
pengadaan sembako, simpan pinjam, kesejahteraan petani dan nelayan.
klinik, apotek, cold storage, dan logistik
desa. 2. Pengentasan Kemiskinan dan
Ketimpangan melalui Program Inklusif
B. Rekomendasi a. Kementerian Sosial perlu memperluas
1. Peningkatan Investasi dan Hilirisasi cakupan program bantuan sosial yang
Sektor Unggulan terarah, seperti Program Keluarga
Harapan (PKH) dan kartu sembako,
a. Kementerian Investasi/BKPM disarankan
khususnya di wilayah dengan IPM
untuk mempercepat realisasi investasi
rendah seperti Nias Barat dan Nias
di sektor infrastruktur, perkebunan,
Selatan. Perlu dialokasikan dana untuk
dan pertambangan di Sumatera Utara
pelatihan keterampilan kerja bagi
dengan memberikan insentif fiskal,
perempuan dan lulusan perguruan
seperti pembebasan pajak sementara
tinggi guna mengurangi kesenjangan
atau kemudahan perizinan bagi investor.
partisipasi angkatan kerja dan tingkat
Selain itu perlu didorong hilirisasi produk
pengangguran terbuka (TPT) yang tinggi
pertanian (misalnya, pengolahan kelapa
pada jenjang pendidikan tinggi, sehingga
sawit menjadi produk turunan bernilai
mendukung pemerataan distribusi
tinggi) dan perikanan (pengalengan
pendapatan.
ikan) melalui program kemitraan dengan
swasta untuk meningkatkan nilai ekspor b. Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara
dan daya saing global, sekaligus mitigasi
disarankan untuk mengintensifkan
risiko penurunan harga komoditas
program pemberdayaan ekonomi
seperti CPO.
masyarakat melalui pelatihan
kewirausahaan dan akses modal usaha
b. DPMPSTP Provinsi Sumatera Utara perlu
108 KANWIL DJPB PROVINSI SUMATERA UTARA

