Page 107 - KFR Triwulan I 2025
P. 107

BAB 3  |  Analisis                                        BAB 4 |  Kesimpulan dan
                    Tematik                                                   Rekomendasi




                kerja  serta meningkatkan PAD di Sumut.            meskipun dampaknya terhadap inflasi

                                                                   dan NTN masih terbatas.
             2. Analisis Fiskal Regional
                                                               c.  Tantangan utama yang dihadapi Sumut
            a.  Realisasi Anggaran Pendapatan dan
                                                                   adalah kontraksi pada penerimaan APBD
                Belanja Negara (APBN) di Sumut pada
                                                                   sebagai dampak belum optimalnya
                Triwulan I 2025 menunjukkan kontraksi
                                                                   pengelolaan pajak dan retribusi daerah
                signifikan, dengan pendapatan negara
                                                                   untuk  meningkatkan  PAD;  pelemahan
                turun 36,47% (yoy) akibat penurunan
                                                                   daya beli masyarakat sebagai dampak
                penerimaan perpajakan sebesar 41,04%,
                                                                   efisiensi anggaran; dan belum optimalnya
                terutama  PPh Nonmigas dan PPN,
                                                                   pariwisata Sumut.
                yang dipengaruhi oleh perlambatan
                ekonomi ,kendala teknis sistem Coretax,
                                                               3. Analisis Tematik “Analisis atas Peran
                serta tingginya restitusi pajak yang
                                                               dan Strategi Pengembangan Koperasi di
                diajukan di wilayah Sumatera Utara.
                                                               Daerah:
                Sebaliknya, Penerimaan Negara Bukan
                Pajak (PNBP) berkinerja cukup baik             a.  Koperasi di Sumut memiliki peran
                degan pertumbuhan 6,16%, didominasi                strategis      dalam       mendukung
                oleh Pendapatan Badan Layanan                      perekonomian daerah, khususnya melalui

                Umum (BLU). Belanja negara turut                   pemberdayaan UMKM. Jumlah koperasi
                mengalami kontraksi 6,63%, dengan                  tumbuh dari 5.033 unit pada 2021
                realisasi Rp13,612,77 miliar atau 21,36%           menjadi 5.311 unit pada 2023, dengan
                dari pagu, didominasi belanja pegawai              jumlah tenaga kerja meningkat menjadi
                dan barang, sementara belanja modal                21.217 orang, meskipun nilai aset dan

                melambat akibat efisiensi anggaran                 jumlah usaha menurun pada 2023.
                dan keterlambatan pelaksanaan proyek.
                Tax ratio turun menjadi 1,41% dari 2,58%       b.  Dukungan pemerintah melalui APBN,

                pada 2024, mencerminkan penurunan                  APBD, dan Dana Alokasi Khusus (DAK)
                kontribusi pajak terhadap PDRB.                    Nonfisik menunjukkan komitmen kuat,
                                                                   dengan alokasi APBD 2024 sebesar
            b.  Program Makan Bergizi Gratis (MBG)                 Rp1,836 miliar untuk pemberdayaan
                yang dimulai Januari 2025 baru                     koperasi lintas daerah dan Rp45,5 juta

                mencakup 1,5% dari target penerima                 untuk digitalisasi. Pembiayaan koperasi
                manfaat, dengan tantangan logistik,                mencapai puncaknya pada 2022 (Rp51,19
                infrastruktur, dan pembiayaan berbasis             miliar), namun turun pada 2024 (Rp7,24
                reimburse. Meski demikian, MBG mulai               miliar), dengan Kota Medan sebagai

                berdampak positif pada NTP melalui                 penyumbang terbesar.
                penggunaan bahan pangan lokal,





                                                                           KAJIAN FISKAL REGIONAL      107
                                                                                        Triwulan I 2025
   102   103   104   105   106   107   108   109   110   111   112