Page 53 - KFR Triwulan I 2025
P. 53

BAB 3  |  Analisis                                        BAB 4 |  Kesimpulan dan
                    Tematik                                                   Rekomendasi




            internal kementerian/lembaga yang pada             mempengaruhi jalannya proses pengadaan

            akhirnya menghambat proses pelaksanaan             antara lain keterlambatan dalam penyediaan
            anggaran. Selain itu, rencana Penarikan Dana       barang atau jasa; kualitas barang atau
            pada  Halaman  III  DIPA  yang  dibagi  rata       jasa bisa saja kurang memuaskan; terjadi
            perbulan tidak menggambarkan kesesuaian            kenaikan harga barang atau jasa karena

            perencanaan dengan pelaksanaan anggaran            adanya permintaan yang lebih besar dari
            yang  mengakibatkan  kemungkinan                   penawaran yang tersedia; meningkatkan
            terjadinya tumpang tindih kewenangan DK/           risiko tidak terpenuhinya kontrak karena
            TP dengan TKD serta belum adanya tagging           penyedia mungkin tidak mampu memenuhi

            tematik dan Prioritas Nasional.                    komitmen yang telah disepakati; serta dapat
                                                               mengganggu efisiensi dan efektivitas proses
            Permasalahan pada pengadaan barang                 pengadaan, karena instansi pemberi lelang
            dan jasa utamanya yaitu permasalahan               harus mencari penyedia alternatif atau

            kontrak pra DIPA, proses lelang, kegagalan         menyesuaikan  rencana  pengadaan  yang
            lelang, dan keterbatasan penyedia. Hal             telah disusun.
            ini  disebabkan waktu  yang terbatas dan
            beririsan antara penandatanganan kontrak           Permasalahan pada eksekusi kegiatan yaitu
            pra DIPA dengan penyelesaian anggaran              satker kurang responsif dalam melakukan

            tahun 2024. Beberapa paket pekerjaan               realokasi anggaran dalam mengoptimalkan
            juga  masih  dalam  proses  tender/lelang          realisasi  belanja, petunjuk  teknis  yang
            sehingga proses pengadaan barang dan jasa          terlambat keluar pada beberapa K/L teknis,

            juga semakin lama. Hal ini juga membuka            blokir pagu anggaran yang menyebabkan
            kemungkinan terjadinya gagal tender.               kontrak belum dapat dilakukan, kerusakan
            Di sisi lain, proses lelang yang lama juga         aplikasi yang mengganggu LPSE, sampai
            disebabkan  oleh  keterbatasan  penyedia           perubahan harga di lapangan karena
            sehingga memerlukan usaha yang lebih               perbedaan waktu yang cukup lama dari

            untuk menghasilkan proses pengadaan                perencanaan  anggaran  sampai  dengan
            barang dan jasa yang sesuai. Pada beberapa         pelaksanaan anggaran. Selain itu, untuk
            K/L, terdapat kebijakan terkait dengan             penerima bansos juga terkadang masih

            pengadaan barang dan jasa ataupun                  terdapat nomor rekening yang tidak aktif
            lelang yang mengharuskan proses lelang             sehingga menyebabkan retur pengusulan
            dilakukan secara terpusat. Regulasi ini cukup      SPM.
            berdampak pada keterlambatan pelaksanaan
            kegiatan pengadaan barang dan jasa                 Permasalahan pada sumber daya manusia

            dikarenakan proses lelang memakan waktu            yaitu permasalahan SDM pada pengelola
            yang  cukup  lama  hingga  ditetapkannya           keuangan satker. Permasalahan ini seperti
            pemenang lelang. Keterbatasan penyedia             adanya pergantian pejabat perbendaharaan

            memiliki beberapa dampak yang dapat                yang lebih dari satu kali dalam setahun,



                                                                           KAJIAN FISKAL REGIONAL        53
                                                                                        Triwulan I 2025
   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57   58