Page 48 - KFR Triwulan I 2025
P. 48
Prolog BAB 1 | Analisis Ekonomi BAB 2 | Analisis Fiskal
Regional Regional
Realisasi %
Jenis Pajak Target 2025 Triwulan I Triwulan I Capaian Growth
(%)
2024 2025 2025
PPh 13.639,92 4.262,48 2.816,53 20,65% -33,92%
PPN 18.750,03 2.324,86 -13,02 -0,07% -100,56%
PBB 176,99 2,29 8,91 5,04% 289,87%
Cukai 860,49 160,22 99,08 11,51% -38,16%
Pajak Lainnya 8,15 33,00 317,61 3895,87% 862,49%
Pajak Internasional 1.418,30 285,36 938,38 66,16% 228,84%
Bea Masuk 971,18 274,65 169,44 17,45% -38,31%
Bea Keluar 447,12 10,70 768,93 171,98% 7083,06%
Realisasi Pajak Dalam Negeri Triwulan I 2025 oleh penerimaan pajak dalam negeri sebesar
sebesar Rp3.229,12 miliar terkontraksi hingga Rp3.229,12 miliar atau 77,48% dari total
52,39% dibandingkan tahun sebelumnya penerimaan perpajakan.
yang mencapai Rp6.782,85 miliar. Hal
ini merupakan dampak dari pelemahan PPh Nonmigas menjadi sumber utama
daya beli masyarakat akibat perlambatan penerimaan pajak dalam negeri dengan
ekonomi, yang berdampak pada kontribusi sebesar 87,22% dari total
menurunnya konsumsi dan aktivitas usaha penerimaan pajak dalam negeri. Namun,
serta menggerus basis pemungutan PPN komponen ini mengalami kontraksi
dan PPh. Selain itu, implementasi
Grafik 2.1. Kontribusi Komponen Penerimaan
sistem administrasi perpajakan
Terhadap Total Penerimaan
baru (Coretax) mengalami sejumlah
Sumber : OMSPAN 2025, diolah
kendala teknis yang menyebabkan
keterlambatan pelaporan dan
pembayaran pajak oleh wajib pajak.
Tingginya pertumbuhan pada
bea keluar yang sangat signifikan
hingga 7.083,06% (yoy) didukung
oleh lonjakan harga referensi Crude
Palm Oil (CPO) di pasar global.
Realisasi penerimaan perpajakan
pemerintah pusat Triwulan I 2025
telah mencapai Rp4.167,49 miliar
atau 11,96% dari target penerimaan
sebesar Rp34.853,87 miliar.
Penerimaan perpajakan didominasi
48 KANWIL DJPB PROVINSI SUMATERA UTARA

