Page 61 - KFR Final Tahunan 2021
P. 61
3.2.3 Surplus/Defisit APBD
Dalam 3 (tiga) terakhir, tren Grafik III.18
realisasi Surplus/Defisit Sumut Realisasi Surplus/Defisit Sumut, Nasional, dan
25,000.00
beberapa Provinsi Tahun 2019-2021
20,000.00
mengikuti tren Surplus/Defisit 15,000.00
Nasional yaitu mengalami surplus 10,000.00
5,000.00
pada tahun 2019, defisit pada 0.00
-5,000.00
tahun 2020 dan kembali surplus -10,000.00 2019 2020 2021
dengan lonjakan yang tinggi di Sumut 428.56 -61.45 3,400.61
Aceh -235.84 1,253.45 491.62
tahun 2021. Jika dibandingkan Riau 467.22 -91.06 574.69
dengan provinsi di sekitar Sumut Nasional 10,383.98 -5,404.82 21,586.36
seperti Aceh dan Riau, tren realisasi Sumber: Kanwil DJPb Provinsi Sumut
Surplus/Defisit Sumut mirip dengan Provinsi Riau. Namun di tahun 2021, Sumut
berusaha untuk memperkecil risiko fiskal dengan menekan belanja daerah dan
memaksimalkan pendapatan daerah yang nampak pada Surplus yang dihasilkan
dengan growth mencapai 5.633,95%.
3.2.4 Pembiayaan Daerah
Grafik III.19
Perkembangan Realisasi Pembiayaan Daerah dan Komponennya
Tahun 2019-2021
4,000.00 136.02% 165.52% 180.00% 160.00%
3,000.00 2,798.17 91.95% 140.00%
2,159.71 2,022.96 120.00%
2,000.00 3,348.34 100.00%
2,937.53 80.00% 60.00%
1,000.00 2,572.85 40.00%
20.00%
- 0.00%
2019 2020 2021
Pagu Real Tren
sumber: Kanwil DJPb Prov. Sumut
Pembiayaan Daerah diperoleh dari selisih antara Penerimaan Pembiayaan
dikurangi Pengeluaran Pembiayaan. Persentase realisasi Pembiayaan Daerah di tahun
2020 meningkat sebanyak 29,5% dan kemudian menurun sebanyak 73,57% di tahun
2021. Jika melihat dari komponen penyusun Pembiayaan Daerah, kontributor utama
komponen Penerimaan Pembiayaan berasal dari Penggunan SiLPA tahun sebelumnya
yang pada tahun 2021 saja mencapai Rp2.696,61 miliar (86,65% dari total Penerimaan
Pembiayaan). Sementara untuk kontributor utama komponen Pengeluaran Pembiayaan
berasal dari Penyertaan Modal/Investasi Pemerintah Daerah sebesar 62,72%.
42

