Page 62 - KFR Final Tahunan 2021
P. 62
3.2.5 Perkembangan BLU Daerah
Sumut memiliki 25 Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang berdasarkan
jenis layanannya terdiri dari 24 BLUD bergerak di bidang Kesehatan dan 1 BLUD
bergerak di bidang Grafik III.20
Pengelola Dana Bergulir. Kemandirian BLUD (miliar Rp)
Persentase pagu Rupiah 2,400.00 55.25% 60.00%
2,000.00 40.02% 41.39% 50.00%
Murni (RM) terhadap pagu 1,600.00 1,331.40 40.00%
1,200.00 1,312.02 30.00%
dalam tiga tahun terakhir 800.00 1,298.03 20.00%
berada pada kisaran 40- 400.00 10.00%
- 0.00%
55% yang menunjukkan 2019 2020 2021
ketergantungan BLUD Pagu RM Total Pagu Tren Pagu RM
terhadap dana APBD Sumber: Kanwil DJPb Prov. Sumut
masih cukup besar. Semakin besar persentase pagu RM terhadap total pagu yang
diperoleh, maka semakin besar ketergantungan BLUD terhadap APBD. Berdasarkan
hasil survey dan pembinaan yang dilakukan Kanwil DJPb Prov. Sumut terhadap BLUD
di Sumut diungkapkan bahwa BLUD masih merasa kurangnya pembinaan dan
monitoring dari pemerintah daerah terhadap BLUD terutama dalam hal pengelolaan dan
pertanggungjawaban keuangan. BLUD berharap pengurangan anggaran RM kepada
BLUD diikuti dengan semakin besarnya peran pemerintah daerah terhadap peningkatan
layanan BLUD yang meningkatkan PNBP BLUD. BLUD di Sumut terutama yang
bergerak di bidang Kesehatan mayoritas merupakan Rumah Sakit type A yang dalam
praktikal-nya tersaingi dengan kinerja Rumah sakit type C (dalam hubungannya dengan
persyaratan BPJS),namun sudah memiliki sarana dan fasilitas Kesehatan lengkap
layaknya type A sehingga pasien BPJS terserap sampai di RS
type C. BLUD berharap pemerintah dapat turut serta Fokus pembangunan
Sumut di tahun 2021
menanggulangi masalah yang terjadi sehingga BLUD dapat diarahkan pada
bersaing secara global yang akan meningkatkan kemandirian penanganan dampak
sosial dan ekonomi
BLUD. akibat wabah Covid-19
3.2.6 Isu Strategis Pelaksanaan APBD
Permasalahan pembangunan daerah di Sumut umumnya timbul dari kekuatan
yang belum didayagunakan dengan optimal, kelemahan yang tidak diatasi, peluang
yang tidak dimanfaatkan serta ancaman yang tidak diantisipasi. Selain itu sejak awal
tahun 2020, mewabahnya virus Covid-19 yang ditetapkan sebagai pandemi global oleh
WHO turut berdampak pada berbagai sektor sehingga fokus pembangunan Sumut juga
diarahkan pada penanganan dampak sosial dan ekonomi akibat wabah Covid-19.
43

