Page 67 - KFR Final Tahunan 2021
P. 67
3.3.4 Pembiayaan Konsolidasian
Pembiayaan Konsolidasian
Grafik III.26
meningkat di tahun 2020 mencapai Perkembangan Komponen Pembiayaan
Konsolidasian (Miliar Rp)
Rp3.348,32 miliar dan kembali turun 4,500.00
3,348.32 4,000.00
2,572.85 3,500.00
pada tahun 2021 dengan pertumbuhan 3,000.00 2,500.00
2,937.53 2,000.00
negatif sebesar -23,16%. Pertumbuhan 1,500.00 1,000.00
500.00
-
negatif Pembiayaan Konsolidasian 2019 2020 2021
dipicu pertumbuhan negatif Penerimaan Pengeluaran Pembiayaan Penerimaan Pembiayaan
Pembiayaan
Pembiayaan sebesar 13,03% dan Sumber: Kanwil DJPb Prov. Sumut
pertumbuhan positif Pengeluaran Pembiayaan sebesar 134,38%.
3.3.5 Kontribusi Pengeluaran Pemerintah dalam Perekonomian
Kontribusi belanja Pemerintah terhadap PDRB Sumut tahun 2021 mencapai
6,49%, sedangkan kontribusi pemerintah terhadap PDRB dari investasi (belanja modal)
mencapai 30,48% yang dihitung dengan rumus sebagai berikut:
Pengeluaran Konsumsi Pemerintah
Kontribusi belanja Pemerintah terhadap PDRB =
PDRB
PMTB
Kontribusi investasi Pemerintah terhadap PDRB =
PDRB
Perkembangan kontribusi belanja dan investasi pemerintah dalam 3 (tiga) tahun terakhir
disajikan sebagaimana grafik berikut. Kontribusi belanja pemerintah dan investasi
Grafik III.27 pemerintah terhadap
Perkembangan dan Tren Kontribusi Pengeluaran dan
Investasi Pemerintah di Sumut Tahun 2019-2021 PDRB mengalami
1,000,000.00 (Miliar Rp) 35.00%
perbaikan di tahun
30.00%
30.26% 30.23% 30.48% 25.00% 2021 dengan
20.00%
kenaikan masing-
15.00%
6.48% 6.44% 6.49% 10.00% masing 0,05% dan
5.00%
Sumber: Kanwil DJPb Prov. Sumut 0.00% 0,25% (YoY) yang
0.00
PDRB 2019 2020 PMTB 2021 sebelumnya sempat
Pengeluaran Konsumsi Pemerintah Kontribusi Belanja Pemerintah
Kontribusi Investasi Pemerintah menurun di awal
Sumber: Kanwil DJPb Prov. Sumut munculnya pandemi
Covid-19 pada tahun 2020. Usaha perbaikan perekonomian terutama dari sisi
pengeluaran pemerintah sangat signifikan di Sumut terbukti dari komponen Pengeluaran
Konsumsi Pemerintah merupakan komponen dengan pertumbuhan tertinggi mencapai
1,88% (q-to-q) pada triwulan IV 2021 yang diiringi tercapainya target herd immunity dan
aktivitas yang kembali normal.
48

