Page 71 - KFR Final Tahunan 2021
P. 71
Bedagai, Kab.Padang Lawas Utara, Kab.Padang Lawas, Kab. Nias Utara, Kab. Nias
Barat, Kab.Tanjung Balai, Kab.Tanjung Balai, Kab.Tebing Tinggi, Kab.Padang
Sidimpuan, Kota Gunung Sitoli. Daerah di Sumut terdominasi pada Kuadran II atau
71% dari seluruh daerah di Sumut.
c) Kuadran III (low growth but high income)
Kuadran III merupakan sektor maju tapi tertekan. Sektor ini memiliki laju pertumbuhan
yang lambat tapi memiliki kontribusi yang besar terhadap perekonomian. Sektor yang
termasuk dalam kategori ini adalah (1) Pertanian, kehutanan, dan perikanan, dan (2)
Pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang. Daerah yang termasuk
dalam kategori ini adalah Kota Sibolga dan Kota Medan karena memiliki pendapatan
Per Kapita yang lebih tinggi dari Provinsi Sumut, tetapi tingkat pertumbuhan
ekonominya lebih rendah dari rata-rata.
d) Kuadran IV (low growth and low income)
Kuadran IV merupakan sektor ekonomi tertinggal karena daya saing rendah dan
kontribusi terhadap perekonomian pun rendah. Sektor dalam kategori ini antara lain
(1) Informasi dan komunikasi, (2) jasa keuangan, (3) Jasa Perusahaan, (4) Jasa
Kesehatan, dan (5) Jasa lainnya. Kuadran ini ditempati oleh daerah yang memiliki nilai
pertumbuhan PDRB yang lebih rendah dibandingkan pertumbuhan PDRB Sumut dan
sekaligus memiliki distribusi atau kontribusi tersebut terhadap PDRB yang lebih kecil
dibandingkan nilai distribusi atau kontribusi daerah tersebut secara regional. Daerah
ini juga memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi dan pendapatan Per Kapita yang
rendah. Daerah yang termasuk dalam kuadran IV adalah Kab.Deli Serdang,
Kab.Pematang Siantar, dan Kab.Binjai.
Grafik IV.1 Analisis Kuadran Kab/Kota Grafik IV.2 Analisis Kuadran Sektoral
Grafik IV.2 Analisis Kuadran Sektoral
di Provinsi Sumut di Provinsi Sumut
Provinsi Sumut
Sumber: BPS, 2021 (Diolah)
51

