Page 76 - KFR Final Tahunan 2021
P. 76

melacak  respon  saat  ini  dan  masa  depan  setiap  variabel  akibat  shock  suatu  variabel
                  dilakukan uji Impulse Response Function (IRF).
                        Berdasarkan hasil uji IRF di atas, shock pada variable pengeluaran pemerintah dan

                  indeks harga konsumen di respon positif oleh sektor industri pengolahan. Namun, respon
                  sebaliknya  ditunjukkan  oleh  pendapatan  perpajakan  pada  periode  ke  5  sampai  dengan
                  periode  ke-8  (tahun  2016  s.d.  2019)  namun  kembali  menunjukkan  respon  yang  positif

                  hingga  tahun  2021.  Kebijakan  Fiskal  diharapkan  dapat  mendukung  terwujudnya  tujuan
                  pembangunan industri di Sumut. Insentif perpajakan bukan satu-satunya penentu investasi

                  dan research and development merupakan salah satu hal yang strategis sehingga perlu
                  mendapat perhatian untuk dilakukan di Sumatera Utara .
                        Selain  impulse response,  dilakukan  Decomposition  of  variance  untuk memprediksi

                  kontribusi persentase varian setiap variabel karena adanya perubahan variabel tertentu.
                        Berdasarkan  tabel  IV.5        Tabel IV.5 Variance Decomposition Sektor Industri

                  dapat  terlihat  bahwa  persentase   PERIOD   S.E.   DLPDRB   DLPENGELUARAN  DLPERPAJAKAN   IDK
                                                          1   0.60012   100          0           0      0
                  kontribusi  tertinggi  ditunjukkan      2  0.611782  99.73546   0.26454   11.18286   1.8909
                                                          3  0.611822  99.72538   0.27462   29.98536  2.742166
                  oleh     variabel    perpajakan.        4  0.611829  99.72538   0.274624   27.05141  2.985223
                                                          5  0.611829  99.72537   0.27463   22.50003  3.046152
                  Persentase  kontribusi  secara          6  0.611829  99.72537   0.274631   19.60676  3.060713
                                                          7  0.611829  99.72537   0.274631   17.53045  3.064126
                  konsisten meningkat dari periode        8  0.611829  99.72537   0.274631   11.06348   3.06492
                                                          9  0.611829  99.72537   0.274631   27.48433  3.065104
                  satu  sampai  periode  2021.           10  0.611829  99.72537   0.274631   28.83725  3.065146
                                                      Sumber: Olah data Eviews 10
                  Kemudian  diikuti  oleh  indeks
                  harga konsumen, sedangkan pengeluaran pemerintah memberikan kontribusi paling kecil
                  terhadap industri pengolahan di Sumut.

                        Sehingga  dapat  disimpulkan  bahwa  kebijakan  fiskal  melalui  kebijakan
                                                                                                          Kebijakan fiskal
                  perpajakan dan pengeluaran pemerintah berupa belanja barang dan jasa memberikan       memberikan stimulus

                  stimulus  positif  terhadap  PDRB  sektor  industri.  Keberhasilan  kebijakan-kebijakan   kontraksi terhadap
                                                                                                         PDRB Sektor Industri
                  makro ekonomi, seperti kebijakan fiskal, moneter, perdagangan dan industri dalam
                  mencapai  tujuan  akhir  tidak  dapat  berdiri  sendiri.  Kebijakan  tanpa  memperhatikan

                  kebijakan di sektor lain tidak akan optimal dan bahkan dapat berdampak negatif terhadap
                  perekonomian  secara  keseluruhan.  Kebijakan  fiskal  yang  terlalu  ekspansif  dapat

                  mendorong  timbulnya  inflasi,  demikian  halnya  kebijakan  fiskal  yang  terlalu  ketat  seperti
                  kenaikan  tarif  pajak  yang  tinggi  di  masyarakat  dapat  menurunkan  konsumsi  atau
                  mengurangi alokasi dana yang produktif sehingga dapat menekan pertumbuhan ekonomi.

                  Oleh  karena  itu,  Efektivitas  Alat  Kebijakan  Fiskal  dalam  upaya  peningkatan  daya  saing






                                                                                                             56
   71   72   73   74   75   76   77   78   79   80   81