Page 73 - KFR Final Tahunan 2021
P. 73
4.2.1. Profil Sektor Unggulan Daerah Berdasarkan Lapangan Usaha
Salah satu indikator untuk menggambarkan perkembangan suatu wilayah adalah
PDRB. Sektor industri pengolahan merupakan industri yang memberikan kontribusi terbesar
kedua setelah sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan terhadap perekonomian Provinsi
Sumut, yaitu sebesar 19,44% terhadap PDRB Sumut pada tahun 2021. Sektor ini mampu
menyerap 9,07% dari total penduduk yang bekerja di Sumut, mengalami kenaikan sebesar
0,69% poin dibanding periode Agustus 2020.
Dikaitkan dengan besarnya peranan sektor industri terhadap struktur perekonomian
wilayah, terdapat konsep mekanisme pendonoran pertumbuhan yaitu keterkaitan antar
industri dan antara industri dengan sektor-sektor ekonomi lainnya. Pada analisis input-
output, total permintaan output paling besar merupakan sektor industri pengolahan yakni
sebesar Rp4017,4 triliun atau 35,39%. Ini merupakan permintaan antara sebesar Rp150,4
triliun atau sebesar 38,28% dan permintaan akhir sebesar Rp257 triliun atau sebesar
34,89%. Terlihat Tabel IV.3 Permintaan Antara dan Permintaan Akhir Sektor-Sektor
Perekonomian Sumut (Juta Rupiah)
juga bahwa jumlah
Total
Total
permintaan antara Deskripsi Permintaan % Konsumsi % Total Output %
dari sektor industri Pertanian, Kehutanan, dan Antara Akhir
pengolahan lebih Perikanan 75,263,048 18.15% 59,424,186 8.07% 134,687,234 11.70%
Pertambangan dan Penggalian 1,659,664 0.40% 14,678,499 1.99% 16,338,162 1.42%
kecil dibandingkan Industri Pengolahan 150,430,810 36.28% 257,007,663 34.89% 407,438,473 35.39%
Pengadaan Listrik dan Gas 27,765,414 6.70% 2,643,187 0.36% 30,408,602 2.64%
jumlah permintaan Pengadaan Air, Pengelolaan 744,797 0.18% 500,686 0.07% 1,245,483 0.11%
Sampah, Limbah dan Daur Ulang
akhir. Hal ini Konstruksi 4,083,888 0.98% 140,608,008 19.09% 144,691,897 12.57%
Perdagangan Besar dan Eceran;
membuktikan Reparasi Mobil dan Sepeda 54,698,812 13.19% 69,293,109 9.41% 123,991,921 10.77%
Motor
peranan output Transportasi dan Pergudangan 38,596,732 9.31% 41,451,415 5.63% 80,048,147 6.95%
sektor ini lebih besar Sumber: BPS Sumut, 2021 (diolah)
sebagai penghasil output bagi konsumsi akhir dalam perekonomian dibandingkan sebagai
penyedia input antara atau dengan kata lain sektor industri pengolahan lebih banyak
memakai inputnya sendiri untuk menghasilkan produknya dibandingkan dengan Sektor industri
terkonsentra si
menggunakan input dari sektor lainnya. Adapun sektor terbesar kedua adalah dari sektor di Kota Medan,
konstruksi yaitu sebesar Rp144,7 triliun atau 12,57%. Dengan demikian, pengembangan Deli Serdang,
dan Asahan
sektor industri pengolahan akan serta merta mengembangkan sektor konstruksi sebagai
multiplier effect dan memiliki korelasi yang kuat.
Berdasarkan identifikasi melalui analisis kepekaan penyebaran dan koefisien
penyebaran, subsektor industri pengolahan yang menjadi prioritas utama untuk
53

