Page 70 - KFR Final Tahunan 2021
P. 70
melihat pemusatan aktivitas ekonomi total wilayah, atau sebagai sektor basis ekonomi
wilayah. Data yang digunakan adalah data PDRB menurut lapangan usaha (sektor) Provinsi
Sumut dan data PDB menurut Lapangan Usaha (sektor) atas dasar harga konstan periode
tahun 2017 s.d 2020.
Berdasarkan kriteria penentuan kuadran pada Tabel VI.1, sektor-sektor perekonomian
Sumut diklasifikasi kedalam 4 kuadran sebagai berikut:
a) Kuadran I (high growth high income) Tabel IV.1 Kriteria Penentuan Kuadran Tipologi
Klassen
Sektor ekonomi yang termasuk Tabel VI.1 Kriteria Penentuan Kuadran Tipologi Klassen
Location Differential shift
dalam kuadran I merupakan sektor
Quotient KPPW<0 KPPW>0
maju dan tumbuh pesat yang Kuadran III Kuadran I
LQ>1
memberikan kontribusi yang besar (sektor maju tapi tertekan) (sektor maju dan tumbuh pesat)
Kuadran II
terhadap perekonomian Sumut dan Kuadran IV
LQ<1 (sektor potensial/masih dapat
laju pertumbuhan yang cepat atau (sektor tertinggal) berkembang cepat)
yang menjadi sektor unggulan.
Sektor tersebut yaitu (1) Industri Pengolahan, (2) Konstruksi, (3) Perdagangan Besar
dan Eceran, dan (4) Real Estate. Secara regional, daerah yang termasuk dalam
kategori ini adalah Kab.Labuhanbatu, Kab.Labuhanbatu Selatan, Kab.Labuhanbatu
Utara, dan Kab.Batubara. Daerah ini memiliki laju pertumbuhan ekonomi dan
pendapatan Per Kapita yang lebih tinggi dari rata-rata Provinsi Sumut.
b) Kuadran II (high growth but low income)
Sektor ini merupakan sektor ekonomi yang berpotensial untuk berkembang pesat
Sektor Unggulan
meski memiliki kontribusi yang relatif kecil namun laju pertumbuhan yang cepat Provinsi Sumut
adalah Industri
sehingga sektor ini masih mampu dikembangkan. (1) Sektor pertambangan dan Pengolahan,
Konstruksi, dan
penggalian, (2) sektor pengadaan listrik dan gas, (3) sektor transportasi dan Perdagangan
perdagangan, (4) sektor penyediaan akomodasi dan makan minum, (5) sektor Besar dan
Eceran, dan Real
administrasi pemerintah, dan (6) sektor jasa Pendidikan merupakan sektor yang Estate
termasuk dalam kuadran II. Daerah yang berada pada kuadran ini memiliki daerah
yang memiliki pendapatan Per Kapita yang lebih rendah dari Provinsi Sumut, tetapi
tingkat pertumbuhan ekonominya lebih tinggi dari rata-rata. Daerah yang termasuk
dalam kuadran II adalah Kab Nias, Kab. Mandailing Natal, Kab. Tapanuli Selatan,
Kab.Tapanuli Tengah, Kab. Tapanuli Utara, Kab. Toba Samosir, Kab.Asahan,
Kab.Simalungun, Kab.Dairi, Kab. Karo, Kab. Langkat, Kab. Nias Selatan,
Kab.Humbang Hasundutan, Kab.Pakpak Bharat, Kab.Samosir, Kab.Serdang
50

