Page 93 - KFR Final Tahunan 2021
P. 93
tujuan pembangunan menjadi searah dan dicapai dengan maksimal. Perencanaan yang
dilakukan oleh pemerintah daerah harus tetap mengacu pada dokumen RPJMN dan
RKPD. Sinkronisasi perencanaan akan berdampak pada sinkronisasi pendanaan baik
pada APBN maupun APBD.
RKPD Provinsi Sumatera Utara juga mempunyai keterhubungan dengan Rencana
Kerja Pemerintah (RKP)/ Program Pioritas Nasional dengan menselaraskan dan
mendukung prioritas pembangunan nasional. Arah kebijakan pembangunan nasional
merupakan pedoman untuk merumuskan prioritas dan sasaran pembangunan serta
rencana program dan kegiatan pembangunan daerah yang ditetapkan dalam RKPD dan
dilaksanakan secara nyata oleh semua pemangku kepentingan. Analisis Harmonisasi
Belanja Pusat-Daerah pada Bab ini dilaksanakan melihat keterhubungan antara
program prioritas daerah terhadap Prioritas Nasional 1, 3, 5, dan 6.
5.3.1. Harmonisasi Belanja Pusat-Daerah pada PN 1
PN 1 pada RKP Tahun 2021 adalah Memperkuat Ketahanan Ekonomi untuk
Pertumbuhan Berkualitas dan Berkeadilan. Kebijakan pembangunan ekonomi diarahkan
untuk memperkuat ketahanan ekonomi di tengah kondisi ekonomi global yang berjalan
lambat akibat pandemi Covid19.
Pada Prioritas 1 ini Major Project yang akan dilaksanakan di Sumatera Utara tahun
2021 adalah:
1. Industri 4.0 di 5 Sub-Sektor Prioritas: Makanan dan Minuman, Tekstil dan Pakaian
Jadi, Otomotif, Elektronik, Kimia, dan Farmasi;
2. 10 Destinasi Pariwisata Prioritas: Danau Toba, Borobudur Dskt, Lombok-
Mandalika, Labuan Bajo, Manado-Likupang, Wakatobi, Raja Ampat, Bromo-
Tengger Semeru, Bangka Belitung, dan Morotai.
Tabel V.4 Major Project pada PN1 di Sumatera Utara Tahun 2021
Pagu Realisasi
PP KP ProyP Major Project Instansi
(Rp juta) (Rp juta)
Peningkat Peningkatan Pengemb. Industri 4.0 di 5 Sub- KKP 160,32 158,43
an nilai industri pengolahan industri Sektor Prioritas:
tambah, berbasis pertanian, kemaritiman Makanan dan Minuman,
lapangan kemaritiman, & non Tekstil dan Pakaian Jadi,
kerja, dan agro yg terintegrasi Otomotif, Elektronik,
investasi hulu-hilir Kimia, dan Farmasi
di sektor Peningkatan daya Pengelolaan 10 Destinasi Pariwisata Kemenpa 74.030,42 72.244,04
riil, dan saing destinasi dan Standar Prioritas: Danau Toba, r-ekraf
industriali dan industri Layanan Borobudur Dskt,
sasi pengolahan Destinasi Lombok-Mandalika,
pariwisata, Pariwisata Labuan Bajo, Manado-
termasuk wisata Likupang, Wakatobi,
alam, yang Raja Ampat, Bromo-
didukung Tengger Semeru,
penguatan rantai Bangka Belitung, dan
pasok Morotai
Total 74.190,74 72.402,47
72

