Page 46 - KFR Triwulan II 2024
P. 46

BAB I  |  Analisis Ekonomi             BAB II  |  Analisis Fiskal                             BAB III  |  Pengembangan         BAB IV  |  Analisis Tematik           BAB V  |  Kesimpulan dan
                 Prolog                                                                                                                 Ekonomi Daerah                                                         Rekomendasi
                                          Regional                               Regional
                Analisis                                                                                                               II.1.1 Pendapatan Negara

                FISKAL REGIONAL                                                                                                        Sampai  dengan  akhir  triwulan  II  tahun  2024,  pertumbuhan  pada  sisi  target  pendapatan



                                                                                                                                       sebesar 12,48 persen atau sebesar Rp4.989,24 miliar. Namun berbanding terbalik dengan
                II.1. PELAKSANAAN APBN
                                                                                                                                       realisasi pendapatan yang mengalami kontraksi sebesar 12,18 persen atau Rp2.460,15 miliar.
                       Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) masih menjadi instrumen utama dan                                     Kontraksi  tersebut  disumbang  oleh  penurunan  pada  realisasi  penerimaan  perpajakan,

                penting dalam mengelola dan menstabilkan perekonomian, baik dalam situasi pasca pandemi                                sedangkan penerimaan negara bukan pajak mengalami peningkatan dibandingkan periode
                maupun instrumen untuk mendukung pemulihan ekonomi dalam menghadapi tantangan baru.                                    yang sama pada tahun 2023.
                Sejalan dengan pelaksanaan APBN di tingkat pusat, APBN di Sumatera Utara juga terus
                                                                                                                                       II.1.1.1 Penerimaan Perpajakan
                didorong  sebagai  shock  absorber  untuk  tetap  menjaga  pemulihan  ekonomi  agar  tetap
                berlanjut dan semakin menguat. Selain itu, APBN juga berperan dalam menjaga penanganan                                 Secara agrerat, pendapatan perpajakan di Provinsi Sumatera Utara baik perpajakan dalam

                kesehatan  dan  melindungi  daya  beli  masyarakat  miskin  dan  rentan  dan  menjaga  agar                            negeri  maupun  perdagangan  internasional  mengalami  kontraksi  dibandingkan  tahun
                pengelolaan fiskal lebih sehat dan berkelanjutan dalam jangka menengah.                                                sebelumnya. Jika dilihat secara detail, dari seluruh komponen pendapatan perpajakan hanya
                                                                                                                                       PPh dan Bea Masuk yang mengalami pertumbuhan positif.
                       Realisasi  pendapatan  negara  di  Provinsi  Sumatera  Utara  sampai  dengan  akhir

                triwulan  II  tahun  2024  mengalami  kontraksi  dibandingkan  tahun  sebelumnya.  Kontraksi                                        Tabel 2.2 Target dan Realisasi Pendapatan Pajak Triwulan II Tahun 2023 dan 2024
                                                                                                                                                                               (dalam miliar rupiah)
                tersebut  disebabkan  oleh  penurunan  nilai  impor  akibat  moderasi  harga  komoditas  serta                                                                          Realisasi
                                                                                                                                                            Jenis Pajak   Target 2024                % Capaian 2024   % Growth
                implementasi kebijakan Program Pengungkapan Sukarela (PPS) yang tidak terulang kembali.                                                                              2023     2024
                Dari  sisi  belanja  negara  pusat  mengalami  peningkatan  sejalan  dengan  peningkatan  pagu                                         Pendapatan Perpajakan   43.012,27   18.849,18   16.304,04   37,91%   -13,50%
                                                                                                                                                       Pajak Dalam Negeri   40.229,84   17.759,71   15.349,40   38,15%   -13,57%
                pada seluruh komponen belanja pemerintah pusat dan optimalisasi realisasi dana transfer ke
                                                                                                                                                       PPh                 20.896,86   10.282,54   9.109,60   43,59%   -11,41%
                daerah. Belanja barang mengalami percepatan sebagai bentuk penyaluran berbagai bantuan                                                 PPN                 17.166,90   6.738,87   5.714,21   33,29%   -15,21%
                sosial serta dukungan persiapan pelaksanaan pemilihan umum tahun 2024.                                                                 PBB                   754,90   41,15    94,22      12,48%   128,97%
                                                                                                                                                       Cukai               1.121,03   564,65   322,19     28,74%   -42,94%
                                           Tabel 2.1 APBN Provinsi Sumatera Utara Periode                                                              Pajak Lainnya         290,16   132,50   109,17     37,62%   -17,61%
                                                       Triwulan II Tahun 2024
                                                        (dalam miliar rupiah)                                                                          Pajak Internasional   2.782,43   1.089,47   954,64   34,31%   -12,38%
                                                     2023                          2024               Growth (%)                                       Bea Masuk           1.593,73   514,26   848,45     53,24%   64,98%
                        URAIAN                                                                          (2023-
                                           Pagu     Realisasi   % Real   Pagu      Realisasi   % Real
                                                                                                        2024)                                          Bea Keluar          1.188,70   575,21   106,19      8,93%   -81,54%
                 A. Pendapatan dan Hibah   39.962,08   20.196,10        50,54    44.951,32   17.735,95        39,46    -12,18                     Sumber: OMSPAN, 2024 (diolah)
                 Penerimaan Perpajakan   38.044,15   18.849,18        49,55    43.012,27   16.304,04        37,91    -13,50
                 PNBP                     1.917,94   1.346,92        70,23    1.939,05   1.431,91        73,85    6,31                 Realisasi PPh sampai dengan triwulan II tahun 2024 sebesar Rp9.109,60 miliar mengalami
                 B. Belanja Negara       67.146,88   27.706,99        41,26    69.376,90   31.992,13        46,11    15,47
                 Belanja Pemerintah Pusat   24.289,73   9.113,34        37,52    25.187,12   10.966,28        43,54    20,33           kontraksi  sebesar  11,41  persen  dibandingkan  tahun  sebelumnya  yang  telah  mencapai
                 Belanja Pegawai          9.053,57   4.622,25        51,05    9.566,19   5.303,89        55,44    14,75
                 Belanja Barang          10.177,60   3.205,06        31,49    10.729,35   4.405,11        41,06    37,44               Rp10.282,54  miliar.  Hal  ini  menandakan  penurunan  tingkat  kepatuhan  wajib  pajak  di
                 Belanja Modal            5.001,48   1.274,10        25,47    4.833,54   1.226,41        25,37    -3,74                sepanjang  tahun  2024.  Tingginya  pertumbuhan  pada  bea  masuk  yang  mencapai  64,98
                 Bantuan Sosial              57,08      11,93        20,91    58,03    30,87        53,20    158,68
                 Transfer Ke Daerah      42.857,15   18.593,65        43,39    44.189,78   21.025,85        47,58    13,08             persen dari tahun sebelumnya didukung oleh peningkatan kinerja impor produk beras, gula,
                 Dana Transfer Umum      26.754,94   12.283,85        45,91    28.107,57   14.309,84        50,91    16,49
                 Dana Bagi Hasil          2.611,67     382,29        14,64    2.038,81   654,80        32,12    71,28                  dan ubin paving.
                 Dana Alokasi Umum       24.143,28   11.901,56        49,30    26.068,76   13.655,04        52,38    14,73
                 Dana Transfer Khusus    11.056,06   4.293,06        38,83    11.237,52   4.134,07        36,79    -3,70
                 Dana Alokasi Khusus Fisik   3.180,66   359,24        11,29    3.445,41   187,25           5,43    -47,87
                 Dana Alokasi Khusus NonFisik   7.875,41   3.933,83        49,95    7.792,11   3.946,82        50,65    0,33
                 Dana Desa                4.678,85   1.915,43        40,94    4.583,48   2.451,33        53,48    27,98
                 Dana Insentif Fiskal       367,30     101,31        27,58    261,22   130,61        50,00    28,93
                 Surplus/Defisit Anggaran   -27.184,80   -7.510,90        27,63    -24.425,58   -14.256,19        58,37    -89,81
                 SiLPA/(SiKPA)           -27.184,80   -7.510,90        27,63    -24.425,58   -14.256,19        58,37    -89,81

             Sumber: OMSPAN, 2024 (diolah)
            46     KANWIL DJPB PROVINSI SUMATERA UTARA                                                                                                                                                KAJIAN FISKAL REGIONAL    47

                                                                                                                                                                                                           Triwulan II Tahun 2024
   41   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51