Page 47 - KFR Triwulan II 2024
P. 47
BAB I | Analisis Ekonomi BAB II | Analisis Fiskal BAB III | Pengembangan BAB IV | Analisis Tematik BAB V | Kesimpulan dan
Prolog Ekonomi Daerah Rekomendasi
Regional Regional
Analisis II.1.1 Pendapatan Negara
FISKAL REGIONAL Sampai dengan akhir triwulan II tahun 2024, pertumbuhan pada sisi target pendapatan
sebesar 12,48 persen atau sebesar Rp4.989,24 miliar. Namun berbanding terbalik dengan
II.1. PELAKSANAAN APBN
realisasi pendapatan yang mengalami kontraksi sebesar 12,18 persen atau Rp2.460,15 miliar.
Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) masih menjadi instrumen utama dan Kontraksi tersebut disumbang oleh penurunan pada realisasi penerimaan perpajakan,
penting dalam mengelola dan menstabilkan perekonomian, baik dalam situasi pasca pandemi sedangkan penerimaan negara bukan pajak mengalami peningkatan dibandingkan periode
maupun instrumen untuk mendukung pemulihan ekonomi dalam menghadapi tantangan baru. yang sama pada tahun 2023.
Sejalan dengan pelaksanaan APBN di tingkat pusat, APBN di Sumatera Utara juga terus
II.1.1.1 Penerimaan Perpajakan
didorong sebagai shock absorber untuk tetap menjaga pemulihan ekonomi agar tetap
berlanjut dan semakin menguat. Selain itu, APBN juga berperan dalam menjaga penanganan Secara agrerat, pendapatan perpajakan di Provinsi Sumatera Utara baik perpajakan dalam
kesehatan dan melindungi daya beli masyarakat miskin dan rentan dan menjaga agar negeri maupun perdagangan internasional mengalami kontraksi dibandingkan tahun
pengelolaan fiskal lebih sehat dan berkelanjutan dalam jangka menengah. sebelumnya. Jika dilihat secara detail, dari seluruh komponen pendapatan perpajakan hanya
PPh dan Bea Masuk yang mengalami pertumbuhan positif.
Realisasi pendapatan negara di Provinsi Sumatera Utara sampai dengan akhir
triwulan II tahun 2024 mengalami kontraksi dibandingkan tahun sebelumnya. Kontraksi Tabel 2.2 Target dan Realisasi Pendapatan Pajak Triwulan II Tahun 2023 dan 2024
(dalam miliar rupiah)
tersebut disebabkan oleh penurunan nilai impor akibat moderasi harga komoditas serta Realisasi
Jenis Pajak Target 2024 % Capaian 2024 % Growth
implementasi kebijakan Program Pengungkapan Sukarela (PPS) yang tidak terulang kembali. 2023 2024
Dari sisi belanja negara pusat mengalami peningkatan sejalan dengan peningkatan pagu Pendapatan Perpajakan 43.012,27 18.849,18 16.304,04 37,91% -13,50%
Pajak Dalam Negeri 40.229,84 17.759,71 15.349,40 38,15% -13,57%
pada seluruh komponen belanja pemerintah pusat dan optimalisasi realisasi dana transfer ke
PPh 20.896,86 10.282,54 9.109,60 43,59% -11,41%
daerah. Belanja barang mengalami percepatan sebagai bentuk penyaluran berbagai bantuan PPN 17.166,90 6.738,87 5.714,21 33,29% -15,21%
sosial serta dukungan persiapan pelaksanaan pemilihan umum tahun 2024. PBB 754,90 41,15 94,22 12,48% 128,97%
Cukai 1.121,03 564,65 322,19 28,74% -42,94%
Tabel 2.1 APBN Provinsi Sumatera Utara Periode Pajak Lainnya 290,16 132,50 109,17 37,62% -17,61%
Triwulan II Tahun 2024
(dalam miliar rupiah) Pajak Internasional 2.782,43 1.089,47 954,64 34,31% -12,38%
2023 2024 Growth (%) Bea Masuk 1.593,73 514,26 848,45 53,24% 64,98%
URAIAN (2023-
Pagu Realisasi % Real Pagu Realisasi % Real
2024) Bea Keluar 1.188,70 575,21 106,19 8,93% -81,54%
A. Pendapatan dan Hibah 39.962,08 20.196,10 50,54 44.951,32 17.735,95 39,46 -12,18 Sumber: OMSPAN, 2024 (diolah)
Penerimaan Perpajakan 38.044,15 18.849,18 49,55 43.012,27 16.304,04 37,91 -13,50
PNBP 1.917,94 1.346,92 70,23 1.939,05 1.431,91 73,85 6,31 Realisasi PPh sampai dengan triwulan II tahun 2024 sebesar Rp9.109,60 miliar mengalami
B. Belanja Negara 67.146,88 27.706,99 41,26 69.376,90 31.992,13 46,11 15,47
Belanja Pemerintah Pusat 24.289,73 9.113,34 37,52 25.187,12 10.966,28 43,54 20,33 kontraksi sebesar 11,41 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang telah mencapai
Belanja Pegawai 9.053,57 4.622,25 51,05 9.566,19 5.303,89 55,44 14,75
Belanja Barang 10.177,60 3.205,06 31,49 10.729,35 4.405,11 41,06 37,44 Rp10.282,54 miliar. Hal ini menandakan penurunan tingkat kepatuhan wajib pajak di
Belanja Modal 5.001,48 1.274,10 25,47 4.833,54 1.226,41 25,37 -3,74 sepanjang tahun 2024. Tingginya pertumbuhan pada bea masuk yang mencapai 64,98
Bantuan Sosial 57,08 11,93 20,91 58,03 30,87 53,20 158,68
Transfer Ke Daerah 42.857,15 18.593,65 43,39 44.189,78 21.025,85 47,58 13,08 persen dari tahun sebelumnya didukung oleh peningkatan kinerja impor produk beras, gula,
Dana Transfer Umum 26.754,94 12.283,85 45,91 28.107,57 14.309,84 50,91 16,49
Dana Bagi Hasil 2.611,67 382,29 14,64 2.038,81 654,80 32,12 71,28 dan ubin paving.
Dana Alokasi Umum 24.143,28 11.901,56 49,30 26.068,76 13.655,04 52,38 14,73
Dana Transfer Khusus 11.056,06 4.293,06 38,83 11.237,52 4.134,07 36,79 -3,70
Dana Alokasi Khusus Fisik 3.180,66 359,24 11,29 3.445,41 187,25 5,43 -47,87
Dana Alokasi Khusus NonFisik 7.875,41 3.933,83 49,95 7.792,11 3.946,82 50,65 0,33
Dana Desa 4.678,85 1.915,43 40,94 4.583,48 2.451,33 53,48 27,98
Dana Insentif Fiskal 367,30 101,31 27,58 261,22 130,61 50,00 28,93
Surplus/Defisit Anggaran -27.184,80 -7.510,90 27,63 -24.425,58 -14.256,19 58,37 -89,81
SiLPA/(SiKPA) -27.184,80 -7.510,90 27,63 -24.425,58 -14.256,19 58,37 -89,81
Sumber: OMSPAN, 2024 (diolah)
46 KANWIL DJPB PROVINSI SUMATERA UTARA KAJIAN FISKAL REGIONAL 47
Triwulan II Tahun 2024

