Page 52 - KFR Triwulan II 2024
P. 52

BAB I  |  Analisis Ekonomi             BAB II  |  Analisis Fiskal                             BAB III  |  Pengembangan         BAB IV  |  Analisis Tematik           BAB V  |  Kesimpulan dan
                 Prolog                                                                                                                 Ekonomi Daerah                                                         Rekomendasi
                                          Regional                               Regional

                II.1.2.1.2 Belanja Pemerintah Pusat Per Kementerian/Lembaga                                                            Dari  sisi  persentase  realisasi,  Badan  Pengawasan  Pemilihan  Umum  memiliki  persentase
                                                                                                                                       tertinggi dengan realisasi 75,41 persen sampai dengan akhir triwulan II tahun 2024. Realisasi
                Jika melihat 15 Kementerian/Lembaga terbesar yang menerima alokasi belanja pemerintah

                pusat,  Komisi  Pemilihan  Umum  menjadi  lembaga  yang  mengalami  pertumbuhan  alokasi                               belanja tertinggi diperuntukkan untuk belanja honor output kegiatan yang mencapai Rp107,22
                belanja terbesar, mencapai 86,08 persen. Pada tahun 2024, KPU mendapatkan alokasi BPP                                  miliar diikuti belanja barang perjalanan dinas dalam kota yang mencapai Rp70,81 miliar.
                sebesar  Rp2.250,77  miliar,  sedangkan  di  tahun  2023  KPU  menerima  alokasi  sebesar                              Dalam  proses  pelaksanaan  anggaran,  terdapat  beberapa  permasalahan  pada

                Rp1.209,59 miliar. Peningkatan ini dalam rangka kegiatan pelaksanaan pemilihan umum pada                               kementerian/lembaga yaitu permasalahan penganggaran, pengadaan barang dan jasa, dan
                tahun 2024, berbagai pelaksanaan persiapan, logistik proses pemilihan, masa perhitungan                                eksekusi kegiatan. Permasalahan pada penganggaran yaitu utamanya pada proses automatic
                hingga proses pelantikan.                                                                                              adjustment  dan  keselarasan  perencanaan  dan  pelaksanaan  anggaran.  Informasi  revisi

                                                                                                                                       tentang Automatic adjustment masih kurang diketahui satuan kerja, selain itu juga proses
                                      Tabel 2.4 Pagu dan Realisasi Belanja 15 K/L Terbesar
                                                    (dalam miliar rupiah)                                                              revisi   Automatic   adjustment    yang    terlalu   lama   akibat   konsolidasi   internal
                                                                      2023                   2024
                              Kementerian/Lembaga                                                                                      kementerian/lembaga  dapat  menghambat  proses  pelaksanaan  anggaran.  Rencana
                                                               Pagu   Realisasi   %   Pagu   Realisasi   %
                                                                                                                                       Penarikan Dana pada Halaman III DIPA yang dibagi rata perbulan tidak menggambarkan
                 Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat   5.097,00   1.147,14   22,51%   4.344,99   1.392,88   32,06%
                 Kementerian Pertahanan                      2.992,52   1.506,85   50,35%   3.142,69   1.780,91   56,67%               kesesuaian perencanaan dengan pelaksanaan anggaran, mengakibatkan kemungkinannya
                 Kementerian Agama                           2.909,51   1.235,48   42,46%   3.001,87   1.534,87   51,13%               tumpang tindih kewenangan DK/TP dengan TKD serta belum adanya tagging tematik dan
                 Kepolisian Negara Republik Indonesia        2.540,43   1.266,48   49,85%   2.665,60   1.366,62   51,27%
                                                                                                                                       Prioritas Nasional.
                 Komisi Pemilihan Umum                       1.209,59   506,77   41,90%   2.250,77   1.202,68   53,43%
                 Kementerian Perhubungan                     2.262,24   687,64   30,40%   2.153,39   440,50   20,46%                   Permasalahan pada pengadaan barang dan jasa utamanya yaitu permasalahan pengadaan
                 Kementerian Pendidikan Nasional             1.273,70   501,87   39,40%   1.657,28   603,93   36,44%                   barang dan jasa yang lambat, keterbatasan ketersediaan barang pada e-katalog, dan kendala
                 Kementerian Kesehatan                         947,79   291,68   30,77%   971,28   381,89   39,32%
                                                                                                                                       terkait kebijakan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN). Masih terdapat gagal tender pada
                 Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia Ri    849,99   315,37   37,10%   932,44   348,28   37,35%
                 Badan Pengawasan Pemilihan Umum               477,39   171,67   35,96%   492,51   371,41   75,41%                     beberapa  satuan  kerja,  serta  regulasi  lelang  terpusat  pada  beberapa  kementerian  juga
                 Kementerian Pertanian                         405,68   99,38   24,50%   429,73   79,67   18,54%                       memperlambat proses pengadaan barang dan jasa. Keterbatasan penyedia yang terdaftar di
                 Kejaksaan Republik Indonesia                  401,06   193,10   48,15%   422,15   223,81   53,02%                     dalam e-katalog tersedia masih sedikit, harga relatif lebih mahal daripada marketplace serta
                 Mahkamah Agung                                388,46   216,56   55,75%   337,72   172,39   51,05%
                                                                                                                                       spesifikasi barang pada e-katalog tidak lengkap, variasi barang yang tersedia masih sedikit
                 Kementerian Keuangan                          272,08   110,51   40,62%   309,48   130,80   42,26%
                                                                                                                                       dan  terbatas,  adanya  keraguan  dan  kekhawatiran  satker  atas  barang  yang  diterima  tidak
                 Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan    359,44   123,99   34,50%   306,96   119,10   38,80%
                 Sumber: Monev PA, 2024 (diolah)                                                                                       sesuai  dengan  yang  dibutuhkan.  Kesulitan  memperoleh  barang  sesuai  kebijakan  TKDN
                                                                                                                                       terutama untuk barang-barang berteknologi canggih, barang dengan TKDN belum memenuhi
                Alokasi tertinggi pada belanja pemerintah pusat terdapat pada Kementerian Pekerjaan Umum
                                                                                                                                       kualifikasi dan spesifikasi yang dibutuhkan.
                dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang mencapai Rp4.344,99 miliar atau 17,25 persen dari

                total  alokasi  belanja  pemerintah  pusat.  Besarnya  pagu  alokasi  pada  Kementerian  PUPR                          Permasalahan  pada  eksekusi  kegiatan  yaitu  timelag  yang  cukup  lama  dari  perencanaan
                mengindikasikan fokusnya belanja di Sumatera Utara pada sektor infrastruktur. Pagu output                              anggaran sampai dengan pelaksanaan anggaran menyebabkan terjadi perubahan harga dan
                terbesar di Kementerian PUPR yaitu Belanja Penambahan Nilai Jalan dan Jembatan yang                                    sistem pekerjaan pada belanja barang dan belanja pegawai. Proses revisi penambahan pagu

                mencapai Rp992,64 miliar atau 22,85 persen dari total pagu, diikuti Belanja Gedung Dan                                 dan  buka  blokir  lama  selesai  sehingga  mengakibatkan  pagu  bertambah  namun  tidak  ada
                Bangunan  Untuk  Diserahkan  Kepada  Masyarakat/Pemda  yang  mencapai  Rp936,63  miliar                                penyerapan pada belanja modal. Data rekening penerima bantuan tidak valid/rekening tidak

                atau 21,56 persen dari total pagu. Kebutuhan akan pembangunan infrastruktur khususnya                                  aktif,  proses  penyelesaian  kelengkapan  administrasi  terhadap  calon  penerima  bantuan
                jalan  nasional  diproyeksikan  dapat  memberikan  kontribusi  terhadap  pertumbuhan                                   membutuhkan waktu yang cukup lama pada belanja bantuan sosial.
                perekonomian  di  Sumut  sehingga  dapat  memperlancar  sarana  prasarana  kegitan

                perekonomian masyarakat maupun dunia usaha.


            52     KANWIL DJPB PROVINSI SUMATERA UTARA                                                                                                                                                KAJIAN FISKAL REGIONAL    53

                                                                                                                                                                                                           Triwulan II Tahun 2024
   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57