Page 56 - KFR Triwulan II 2024
P. 56

BAB I  |  Analisis Ekonomi             BAB II  |  Analisis Fiskal                             BAB III  |  Pengembangan         BAB IV  |  Analisis Tematik           BAB V  |  Kesimpulan dan
                 Prolog                                                                                                                 Ekonomi Daerah                                                         Rekomendasi
                                          Regional                               Regional

                mencapai  50,65  persen  atau  sebesar  Rp3.946,82  miliar.  Nilai  pagu  tersebut  mengalami                          pemerintah  dalam  mempercepat  pemulihan  ekonomi  menjadi  lebih  berat  dan  menantang,
                penurunan sebesar -1,06 persen jika dibandingkan dengan tahun 2023, berbanding terbalik                                apalagi belanja negara yang selama ini menjadi motor pemulihan melalui APBN menanggung

                dengan sisi realisasinya yang mengalami sedikit kenaikan sebesar 0,33 persen atau sebesar                              tambahan beban pada subsidi yang dikucurkan pemerintah. APBN Tahun 2024 difokuskan
                Rp12,99  miliar  jika  dibandingkan  periode  yang  sama  pada  tahun  lalu.  Kendala  dalam                           pada peningkatan produktivitas untuk transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
                penyaluran  DAK  Nonfisik  utamanya  adalah  masih  terdapat  rekening  yang  tidak  sesuai                            Menghadapi ketidakpastian yang tinggi, Pemerintah melalui APBN berupaya maksimal untuk

                sehingga menyebabkan retur, proses retur juga terlambat akibat adanya proses perbaikan                                 menjaga penguatan pemulihan ekonomi yang berkelanjutan.
                data rekening yang lambat.
                                                                                                                                       Penguatan peran APBN dengan melanjutkan konsolidasi fiskal berkualitas dengan melakukan
                II.1.2.2.3 Dana Desa                                                                                                   mobilisasi pendapatan dan penyerapan belanja yang berkualitas. Tantangan di tahun 2024

                                                                                                                                       masih mengenai pendapatan perpajakan yang menurun akibat perubahan kebijakan Program
                Alokasi Dana Desa di Sumut tahun 2024 adalah sebesar Rp4.583,48 miliar yang disebar pada
                27  Kabupaten/  Kota  dan  5.417  Desa.  Sampai  dengan  akhir  triwulan  II  tahun  2024  telah                       Pengungkapan  Sukarela  (PPS)  yang  ada  di  tahun  2022  yang  tidak  berlanjut  pada  tahun

                disalurkan sebesar Rp2.451,33 miliar atau 53,48 persen dari alokasi pagu. Jika melihat dari                            berikutnya.  Penurunan  pada  penerimaan  bea  keluar  juga  turut  menggambarkan  kondisi
                penyaluran per jenis, penyaluran earmarked telah terealisasi sebesar Rp1.400,05 miliar dan                             pergerakan  perekonomian  di  Sumatera  Utara.  Penurunan  harga  komoditas  dunia  yang
                penyaluran  regular  telah  terealisasi  sebesar  Rp1.051,28  miliar.  Penyaluran  Dana  Desa                          berdampak terhadap penurunan harga komoditas dalam negeri, dengan menurunnya harga
                                                                                                                                       CPO maka berdampak terhadap nilai pendapatan bea keluar yang menurun akibat aktivitas
                mengalami  pertumbuhan  sebesar  27,98  persen  dibandingkan  dengan  periode  yang  sama
                                                                                                                                       ekspor  CPO  di  Sumatera  Utara.  Sejalan  dengan  komoditas  lain  seperti  penerimaan  hasil
                pada tahun lalu yang hanya mencapai Rp1.915,43 miliar.
                                                                                                                                       tembakau yang juga mengalami penurunan.
                II.1.2.2.4 Dana Insentif Fiskal
                                                                                                                                       Sedangkan  dari  sisi  belanja  masih  terdapat  beberapa  kendala  dalam  proses  kegiatan
                Tahun  2024,  Sumut  menerima  alokasi  Dana  Insentif  Daerah  sebesar  Rp261,22  miliar.                             pelaksanaan  anggaran  pada  belanja  K/L  maupun  penyaluran  dana  transfer  ke  daerah.
                Besaran alokasi tersebut mengalami kontraksi sebesar 28,88 persen atau sebesar Rp106,08                                Perlunya Langkah nyata dengan memperkuat pelaksanaan spending better melalui belanja

                miliar dibandingkan pagu tahun 2023 yang sebesar Rp367,30 miliar. Jika melihat pada sisi                               yang berorientasi kepada hasil akan menghasilkan penyerapan belanja yang berkualitas. Di
                realisasi sampai dengan akhir triwulan II tahun 2024, penyaluran Dana Insentif Daerah telah                            sisi lain juga perlu adanya upaya dalam meningkatkan sinergi dan harmonisasi belanja pusat
                mengalami realisasi sebesar Rp130,61 miliar atau 50 persen dari pagu. Angka ini mengalami                              dan daerah terutama untuk penguatan akses dan kualitas layanan publik. Pengelolaan dana

                kenaikan sebesar 28,93 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2023.                                          transfer ke daerah juga diharapkan akan lebih terarah, terukur, akuntabel, dan transparan

                II.1.3 Surplus/Defisit APBN                                                                                            sehingga  terjadi  percepatan  transformasi  ekonomi  dan  peningkatan  kesejahteraan
                                                                                                                                       masyarakat.
                Pada triwulan kedua dalam dua tahun terakhir, APBN di Sumut mengalami defisit bahkan di
                tahun 2024 angkanya meningkat sebesar 89,81 persen. Pada tahun 2024, tercatat defisit                                  II.2 PELAKSANAAN APBD
                pagu  APBN  di  Sumut  megalami  penurunan  sebesar  10,51  persen  dan  pada  sisi  defisit                                                  Tabel 2.6 APBD Sumatera Utara Periode s.d Triwulan II 2024
                                                                                                                                                                               (dalam miliar rupiah)
                realisasi turut meningkat sebesar 89,81 persen dari yang sebelumnya sebesar Rp7.510,90                                                                           2023                 2024
                                                                                                                                                         Uraian                                                    %Growth
                miliar pada periode yang sama pada tahun 2023 menjadi sebesar Rp14.256,19 miliar pada                                                                      Pagu   Realisasi   %   Pagu   Realisasi   %
                                                                                                                                              Pendapatan Daerah           61.105,36  18.341,15   30,02   65.388,78  22.185,61   33,93     20,96
                periode yang sama pada tahun 2024.                                                                                            Pendapatan Asli Daerah (PAD)   16.165,04  4.925,81   30,47   18.045,02  5.682,11   31,49     15,35

                                                                                                                                              Pendapatan Transfer         44.209,26  13.349,69   30,20   46.695,05  16.478,93   35,29     23,44
                II.1.4 Isu Strategis Pelaksanaan APBN Daerah                                                                                  Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah   731,06   65,65    8,98    648,72   24,58    3,79    -62,56
                                                                                                                                              Belanja Daerah              64.005,51  16.984,60   26,54   67.050,12  20.269,64   30,23     19,34
                Kondisi  perekonomian  global  yang  masih  belum  stabil  turut  mempengaruhi  kondisi                                       Belanja Operasi             41.944,33  13.036,78   31,08   46.348,62  15.853,05   34,20     21,60
                                                                                                                                              Belanja Pegawai             22.359,29  8.417,49   37,65   23.393,83  10.568,91   45,18     25,56
                perekonomian negara dengan meningkatnya tingkat inflasi sampai dengan akhir triwulan I                                        Belanja Barang dan Jasa     16.101,43  3.720,80   23,11   17.919,51  4.346,54   24,26     16,82
                tahun  2024  dan  kenaikan  harga  barang  pangan  yang  menjadi  ujian  tambahan.  Upaya                                     Belanja Bunga                  75,42   22,08   29,28    69,69   29,28   42,02     32,63
                                                                                                                                              Belanja Subsidi                2,69    0,43   15,93    0,92   0,00    -     -100,00


            56     KANWIL DJPB PROVINSI SUMATERA UTARA                                                                                                                                                KAJIAN FISKAL REGIONAL    57

                                                                                                                                                                                                           Triwulan II Tahun 2024
   51   52   53   54   55   56   57   58   59   60   61