Page 58 - KFR Triwulan II 2024
P. 58
BAB I | Analisis Ekonomi BAB II | Analisis Fiskal BAB III | Pengembangan BAB IV | Analisis Tematik BAB V | Kesimpulan dan
Prolog Ekonomi Daerah Rekomendasi
Regional Regional
2023 2024
Uraian %Growth Grafik 2.6 Perkembangan PAD Sumatera Utara
Pagu Realisasi % Pagu Realisasi % (dalam miliar rupiah)
Belanja Hibah 3.218,75 842,13 26,16 4.757,83 866,92 18,22 2,94 6.000,00 5.682,11 50,00%
Belanja Bantuan Sosial 186,75 33,86 18,13 206,84 41,39 20,01 22,25 4.925,81 15,35%
Belanja Modal 11.987,67 1.169,81 9,76 10.286,31 1.414,87 13,75 20,95 5.000,00 0,00% 0,00%
Belanja Tidak Terduga 517,33 70,10 13,55 444,16 37,68 8,48 -46,25 -50,00%
Belanja Transfer 9.556,18 2.707,92 28,34 9.971,04 2.964,04 29,73 9,46 4.000,00
Belanja Bagi Hasil 2.873,09 1.265,74 44,06 3.142,64 1.494,97 47,57 18,11 3.000,00 -100,00%
Belanja Bantuan Keuangan 6.683,09 1.442,17 21,58 6.828,40 1.469,07 21,51 1,86 -150,00%
SURPLUS/DEFISIT -2.900,15 1.356,55 -46,78 -2.900,15 1.915,97 -66,06 41,24 2.000,00 -200,00%
Pembiayaan Daerah 2.902,47 1.520,99 52,40 1.661,34 103,49 6,23 -93,20
Penerimaan Pembiayaan 3.167,72 1.562,44 49,32 2.038,20 198,91 9,76 -87,27 1.000,00 -250,00%
Pengeluaran Pembiayaan 265,25 41,45 15,63 376,85 95,41 25,32 130,19
SILPA/SIKPA 2,32 2.877,54 -1.238,81 2.019,47 -29,82 0,00 -300,00%
2022 2023
Sumber : GFS Kanwil DJPB Sumut 2024, (diolah) Pajak Daerah Retribusi Daerah
Secara administratif wilayah Sumut terbagi atas 34 pemerintah daerah yang terdiri dari 1 HPKYD Lain-lain PAD yang Sah
%Growth
Pemerintah Provinsi, 8 Pemerintah Kota, dan 25 Pemerintah Kabupaten. Sampai dengan
Sumber : GFS Kanwil DJPB Sumut 2024, (diolah)
akhir triwulan II 2024, baik dari sisi pendapatan maupun belanja mengalami pertumbuhan Growth realisasi PAD sampai dengan akhir triwulan II 2024 (YoY) mengalami pertumbuhan
positif dibandingkan periode yang sama tahun 2023. Dapat dilihat bahwa sampai dengan akhir positif sebesar 15,35 persen. Hal ini disebabkan oleh komponen penyusun PAD tahun 2024
triwulan II 2024, target pendapatan daerah telah tercapai sebesar Rp22.185,61 miliar atau cukup membanggakan dibandingkan periode yang sama tahun 2023. Realisasi sampai
33,93 persen dari target pendapatan yang sebesar Rp65.388,78 miliar. Sedangkan belanja dengan pada akhir triwulan II 2024 mencapai Rp5.682,11 miliar, meningkat dibandingkan
daerah telah terealisasi sebesar Rp20.269,64 miliar atau 30,23 persen dari pagu belanja yang triwulan II 2023 yang hanya mencapai Rp4.925,81 miliar. Hal ini memberikan harapan dan
sebesar Rp67.050,12 miliar. Berdasarkan realisasi pendapatan dan belanja tersebut, maka motivasi baru untuk Sumut agar terus berinovasi terealisasi maksimal pada beberapa
terdapat surplus sebesar Rp1.915,97 miliar. Sementara itu terdapat pembiayaan daerah komponen seperti Pajak Daerah, Retribusi Daerah dan Lain-lain PAD yang Sah.
sebesar Rp103,49 miliar, maka sampai dengan akhir triwulan II 2024 telah tercatat SiLPA
Setiap komponen penyusun PAD masih bisa lebih dimaksimalkan untuk menunjang
sebesar Rp2.019,47 miliar.
peningkatan PAD dimana PAD hanya berkontribusi sebesar 25,61 persen terhadap total
II.2.1 Pendapatan Daerah pendapatan Sumut. Oleh sebab itu, usaha peningkatan PAD terutama pada komponen Pajak
Pendapatan daerah di Sumatera Utara sampai dengan akhir triwulan II 2024 mengalami dan Retribusi Daerah perlu lebih dioptimalkan disebabkan sebesar 80,95 persen kontributor
pertumbuhan positif sebesar 20,96 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun PAD berasal dari Pajak Daerah. Peningkatan pajak daerah harus terus dilakukan mengingat
2023 yang hanya mencapai Rp18.341,15 miliar atau 30,02 persen dari target yang sebesar masih banyak potensi-potensi pajak daerah yang masih bisa digali oleh pemda. Salah satunya
Rp61.105,36 miliar. Pertumbuhan ini dipengaruhi oleh meningkatnya secara signifikan seperti pajak restoran/rumah makan yang sampai sekarang belum memiliki satu sistem basis
komponen pendapatan daerah yaitu pendapatan transfer sebesar 23,44 persen. pajak yang cukup kuat. Selain itu, Sumut memiliki banyak sekali objek wisata yang sudah ada
maupun yang sedang dikembangkan diantaranya adalah obyek wisata Danau Toba,
II.2.1.1 Pendapatan Asli Daerah (PAD) Berastagi, Air Terjun Sipiso-piso, Pantai Sorake, dan Istana Maimun.
PAD Sumatera Utara triwulan II tahun 2024 telah terealisasi sebesar Rp5.682,11 miliar atau Untuk meningkatkan PAD, Sumatera Utara perlu memperbanyak event berskala internasional
31,49 persen dari target sebesar Rp18.045,02 miliar. Angka realisasi ini lebih tinggi seperti halnya penyelenggaraan F1 Powerboat yang sudah diselenggarakan pada bulan
dibandingkan dengan triwulan II tahun 2023 sebesar Rp4.925,81 miliar atau 30,47 persen dari Maret 2024. Dengan penyelenggaraan event berskala internasional, diharapkan akan
target sebesar Rp16.165,04 miliar. Kontribusi PAD terhadap agregat pendapatan dalam 3 mendongkrak PAD dari sektor penerimaan pajak restoran/rumah makan dan hotel.
(tiga) tahun terakhir juga tidak signifikan dan berada pada kisaran 25 persen - 27 persen setiap
tahunnya. Jika melihat dari sisi persentase realisasi, realisasi PAD menggali potensi Retribusi daerah juga membutuhkan basis aplikasi yang dapat terhubung langsung ke kas
pendapatan daerah terutama potensi PAD. daerah guna menertibkan pungli yang masih marak terjadi. Dengan potensi yang dimiliki
58 KANWIL DJPB PROVINSI SUMATERA UTARA KAJIAN FISKAL REGIONAL 59
Triwulan II Tahun 2024

