Page 57 - KFR Triwulan II 2024
P. 57

BAB I  |  Analisis Ekonomi   BAB II  |  Analisis Fiskal   BAB III  |  Pengembangan   BAB IV  |  Analisis Tematik  BAB V  |  Kesimpulan dan
 Prolog          Ekonomi Daerah                                                         Rekomendasi
 Regional  Regional

 mencapai  50,65  persen  atau  sebesar  Rp3.946,82  miliar.  Nilai  pagu  tersebut  mengalami   pemerintah  dalam  mempercepat  pemulihan  ekonomi  menjadi  lebih  berat  dan  menantang,
 penurunan sebesar -1,06 persen jika dibandingkan dengan tahun 2023, berbanding terbalik   apalagi belanja negara yang selama ini menjadi motor pemulihan melalui APBN menanggung

 dengan sisi realisasinya yang mengalami sedikit kenaikan sebesar 0,33 persen atau sebesar   tambahan beban pada subsidi yang dikucurkan pemerintah. APBN Tahun 2024 difokuskan
 Rp12,99  miliar  jika  dibandingkan  periode  yang  sama  pada  tahun  lalu.  Kendala  dalam   pada peningkatan produktivitas untuk transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
 penyaluran  DAK  Nonfisik  utamanya  adalah  masih  terdapat  rekening  yang  tidak  sesuai   Menghadapi ketidakpastian yang tinggi, Pemerintah melalui APBN berupaya maksimal untuk

 sehingga menyebabkan retur, proses retur juga terlambat akibat adanya proses perbaikan   menjaga penguatan pemulihan ekonomi yang berkelanjutan.
 data rekening yang lambat.
                Penguatan peran APBN dengan melanjutkan konsolidasi fiskal berkualitas dengan melakukan
 II.1.2.2.3 Dana Desa   mobilisasi pendapatan dan penyerapan belanja yang berkualitas. Tantangan di tahun 2024

                masih mengenai pendapatan perpajakan yang menurun akibat perubahan kebijakan Program
 Alokasi Dana Desa di Sumut tahun 2024 adalah sebesar Rp4.583,48 miliar yang disebar pada
 27  Kabupaten/  Kota  dan  5.417  Desa.  Sampai  dengan  akhir  triwulan  II  tahun  2024  telah   Pengungkapan  Sukarela  (PPS)  yang  ada  di  tahun  2022  yang  tidak  berlanjut  pada  tahun

 disalurkan sebesar Rp2.451,33 miliar atau 53,48 persen dari alokasi pagu. Jika melihat dari   berikutnya.  Penurunan  pada  penerimaan  bea  keluar  juga  turut  menggambarkan  kondisi
 penyaluran per jenis, penyaluran earmarked telah terealisasi sebesar Rp1.400,05 miliar dan   pergerakan  perekonomian  di  Sumatera  Utara.  Penurunan  harga  komoditas  dunia  yang
 penyaluran  regular  telah  terealisasi  sebesar  Rp1.051,28  miliar.  Penyaluran  Dana  Desa   berdampak terhadap penurunan harga komoditas dalam negeri, dengan menurunnya harga
                CPO maka berdampak terhadap nilai pendapatan bea keluar yang menurun akibat aktivitas
 mengalami  pertumbuhan  sebesar  27,98  persen  dibandingkan  dengan  periode  yang  sama
                ekspor  CPO  di  Sumatera  Utara.  Sejalan  dengan  komoditas  lain  seperti  penerimaan  hasil
 pada tahun lalu yang hanya mencapai Rp1.915,43 miliar.
                tembakau yang juga mengalami penurunan.
 II.1.2.2.4 Dana Insentif Fiskal
                Sedangkan  dari  sisi  belanja  masih  terdapat  beberapa  kendala  dalam  proses  kegiatan
 Tahun  2024,  Sumut  menerima  alokasi  Dana  Insentif  Daerah  sebesar  Rp261,22  miliar.   pelaksanaan  anggaran  pada  belanja  K/L  maupun  penyaluran  dana  transfer  ke  daerah.
 Besaran alokasi tersebut mengalami kontraksi sebesar 28,88 persen atau sebesar Rp106,08   Perlunya Langkah nyata dengan memperkuat pelaksanaan spending better melalui belanja

 miliar dibandingkan pagu tahun 2023 yang sebesar Rp367,30 miliar. Jika melihat pada sisi   yang berorientasi kepada hasil akan menghasilkan penyerapan belanja yang berkualitas. Di
 realisasi sampai dengan akhir triwulan II tahun 2024, penyaluran Dana Insentif Daerah telah   sisi lain juga perlu adanya upaya dalam meningkatkan sinergi dan harmonisasi belanja pusat
 mengalami realisasi sebesar Rp130,61 miliar atau 50 persen dari pagu. Angka ini mengalami   dan daerah terutama untuk penguatan akses dan kualitas layanan publik. Pengelolaan dana

 kenaikan sebesar 28,93 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2023.    transfer ke daerah juga diharapkan akan lebih terarah, terukur, akuntabel, dan transparan

 II.1.3 Surplus/Defisit APBN   sehingga  terjadi  percepatan  transformasi  ekonomi  dan  peningkatan  kesejahteraan
                masyarakat.
 Pada triwulan kedua dalam dua tahun terakhir, APBN di Sumut mengalami defisit bahkan di
 tahun 2024 angkanya meningkat sebesar 89,81 persen. Pada tahun 2024, tercatat defisit   II.2 PELAKSANAAN APBD
 pagu  APBN  di  Sumut  megalami  penurunan  sebesar  10,51  persen  dan  pada  sisi  defisit   Tabel 2.6 APBD Sumatera Utara Periode s.d Triwulan II 2024
                                                        (dalam miliar rupiah)
 realisasi turut meningkat sebesar 89,81 persen dari yang sebelumnya sebesar Rp7.510,90   2023   2024
                                  Uraian                                                    %Growth
 miliar pada periode yang sama pada tahun 2023 menjadi sebesar Rp14.256,19 miliar pada   Pagu   Realisasi   %   Pagu   Realisasi   %
                       Pendapatan Daerah           61.105,36  18.341,15   30,02   65.388,78  22.185,61   33,93     20,96
 periode yang sama pada tahun 2024.    Pendapatan Asli Daerah (PAD)   16.165,04  4.925,81   30,47   18.045,02  5.682,11   31,49     15,35

                       Pendapatan Transfer         44.209,26  13.349,69   30,20   46.695,05  16.478,93   35,29     23,44
 II.1.4 Isu Strategis Pelaksanaan APBN Daerah   Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah   731,06   65,65    8,98    648,72   24,58    3,79    -62,56
                       Belanja Daerah              64.005,51  16.984,60   26,54   67.050,12  20.269,64   30,23     19,34
 Kondisi  perekonomian  global  yang  masih  belum  stabil  turut  mempengaruhi  kondisi   Belanja Operasi   41.944,33  13.036,78   31,08   46.348,62  15.853,05   34,20     21,60
                       Belanja Pegawai             22.359,29  8.417,49   37,65   23.393,83  10.568,91   45,18     25,56
 perekonomian negara dengan meningkatnya tingkat inflasi sampai dengan akhir triwulan I   Belanja Barang dan Jasa   16.101,43  3.720,80   23,11   17.919,51  4.346,54   24,26     16,82
 tahun  2024  dan  kenaikan  harga  barang  pangan  yang  menjadi  ujian  tambahan.  Upaya   Belanja Bunga   75,42   22,08   29,28    69,69   29,28   42,02     32,63
                       Belanja Subsidi                2,69   0,43   15,93    0,92   0,00    -     -100,00


 56  KANWIL DJPB PROVINSI SUMATERA UTARA                                       KAJIAN FISKAL REGIONAL    57

                                                                                    Triwulan II Tahun 2024
   52   53   54   55   56   57   58   59   60   61   62