Page 62 - KFR Triwulan II 2024
P. 62
BAB I | Analisis Ekonomi BAB II | Analisis Fiskal BAB III | Pengembangan BAB IV | Analisis Tematik BAB V | Kesimpulan dan
Prolog Ekonomi Daerah Rekomendasi
Regional Regional
II.2.1.3 Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah Realisasi Belanja Modal Triwulan
Grafik 2.9 Belanja Daerah Per Jenis
Lain-Lain Pendapatan yang Sah (LLPDyS) di Sumut berasal dari Pendapatan Transfer Antar (dalam miliar rupiah) II 2024 sebesar Rp1.414,87 miliar
50.000,00 40,00% atau sebesar 13,75 persen
Daerah, Pendapatan Hibah, dan Lain-lain Pendapatan sesuai dengan ketentuan Perundang- 45.000,00 34,20% 35,00%
undangan. LLPDyS memberikan kontribusi 0,11 persen terhadap total pendapatan di Sumut 40.000,00 29,73% 30,00% terhapadap pagu, mengalami
dengan komponen penyusun terbesar berasal dari Lain-lain Pendapatan sesuai dengan 35.000,00 pertumbuhan sebesar 20,95
30.000,00 25,00% persen dibandingkan periode
ketentuan perundang-undangan sebesar 98,87 persen dan Pendapatan Hibah 1,13 persen. 25.000,00 20,00%
20.000,00 46.348,62 13,75% 15,00% triwulan II 2023. Realisasi Belanja
II.2.2 Belanja Daerah 15.000,00 8,48% Modal dipengaruhi adanya
10.000,00 10,00%
Belanja daerah Sumut triwulan II 5.000,00 15.853,05 10.286,31 1.414,87 444,16 37,68 9.971,04 2.964,04 5,00% pembangunan infrastruktur untuk
Grafik 2.8 Alokasi dan Realisasi Belanja Daerah
(dalam miliar rupiah) 2024 terealisasi mencapai 30,23 0,00 0,00% penyelenggaraan Pekan Olahraga
Belanja Belanja Belanja Tidak Belanja
80.000,00 30,23% 31,00% persen atau Rp20.269,64 miliar Operasi Modal Terduga Transfer Nasional pada bulan September
70.000,00 30,00% Sumber : GFS Kanwil DJPB Sumut 2024, (diolah)
60.000,00 29,00% dengan pertumbuhan realisasi yang
50.000,00 28,00% positif sebesar 19,34 persen secara 2024 dimana Provinsi Sumatera Utara dan Aceh menjadi tuan rumah secara bersama-sama.
40.000,00 26,54%
30.000,00 27,00% y-o-y. Berdasarkan tren realisasi Realisasi Belanja Transfer Triwulan II 2024 sebesar Rp2.964,04 miliar atau sebesar 29,73
20.000,00 64.005,51 16.984,60 67.050,12 20.269,64 26,00%
10.000,00 25,00% komponen belanja, hampir seluruh persen terhadap pagu, mengalami peningkatan bila dibandingkan periode triwulan II 2023
0,00 24,00% komponen belanja mengalami sebesar 9,46 persen. Peningkatan pada belanja daerah terdapat pada belanja tidak terduga,
2022 2023
pertumbuhan positif kecuali belanja yang mana komponen ini menampung pengeluaran anggaran atas beban APBD untuk
Alokasi Realisasi % Realisasi
Sumber : GFS Kanwil DJPB Sumut 2024, (diolah) keperluan darurat termasuk keperluan mendesak yang tidak dapat diprediksi sebelumnya.
tidak terduga yang mengalami pertumbuhan negatif. Pertumbuhan tertinggi dimiliki oleh Pada tahun triwulan II 2024, belanja tidak terduga mengalami penurunan pertumbuhan
realisasi belanja operasi mencapai 21,60 persen, hal ini disebabkan adanya kenaikan pagu sebesar 46,25 persen dibandingkan triwulan I tahun 2023. Rendahnya belanja tidak terduga
ini juga bermakna positif, artinya penganggaran belanja daerah di Sumatera Utara telah baik
belanja operasi yang signfikan di Tahun 2024.
dan sesuai dengan penganggaran di awal tahun.
II.2.2.1 Belanja Daerah berdasarkan Jenis Belanja
II.2.2.2 Belanja Daerah berdasarkan Fungsi
Dari keempat komponen, Belanja Daerah masih didominasi oleh Belanja Operasi dengan
realisasi mencapai Rp15.835,05 miliar atau sebesar 78,21 persen dari total Belanja Daerah Berdasarkan klasifikasi belanja per Grafik 2.10 Belanja Daerah per Fungsi
di Sumatera Utara. Realisasi Belanja Pegawai masih mendominasi Belanja Operasi dengan fungsi, realisasi belanja terbesar ada Pelayanan Umum
realisasi sebesar Rp10.568,91 miliar atau 66,67 persen terhadap total Belanja Operasi atau pada Pelayanan Umum sebesar Pendidikan
52,14 persen terhadap total Belanja Daerah. Hal ini mengindikasikan bahwa rasio Belanja Rp6.956,41 miliar atau 34,32 persen Kesehatan
Pegawai masih relatif tinggi di Sumatera Utara. Semakin membaiknya kualitas belanja daerah dari total belanja. Disusul oleh 8,65% 34,32% Perumahan dan Fasilitas
dapat dilihat dari semakin menurunnya porsi belanja pegawai dalam APBD, sehingga belanja belanja pendidikan sebesar Umum
Ekonomi
daerah dapat dioptimalkan untuk mendukung jenis belanja lain yang lebih terkait dengan Rp5.853,68 miliar atau 28,88 persen 13,76% Ketertiban dan
dan belanja Kesehatan sebesar Keamanan
pelayanan publik. Di sisi lain, Belanja Bunga mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi Lingkungan Hidup
dengan realisasi mencapai Rp29,28 miliar atau 42,02 persen terhadap pagu, atau naik Rp2.789,17 miliar, atau 13,76 28,88% Perlindungan Sosial
sebesar 32,63 persen dibandingkan periode akhir triwulan II Tahun 2023. persen. Besarnya realisasi untuk Pariwisata
urusan Pelayanan Umum Sumber: SIKRI, 2024 (diolah)
mengindikasikan pembiayaan pemerintah mulai fokus pada perbaikan sarana dan prasarana
guna mendukung pemulihan ekonomi. Tingginya realisasi belanja daerah pada fungsi
62 KANWIL DJPB PROVINSI SUMATERA UTARA KAJIAN FISKAL REGIONAL 63
Triwulan II Tahun 2024

