Page 50 - KFR Triwulan II 2024
P. 50

BAB I  |  Analisis Ekonomi             BAB II  |  Analisis Fiskal                             BAB III  |  Pengembangan         BAB IV  |  Analisis Tematik           BAB V  |  Kesimpulan dan
                 Prolog                                                                                                                 Ekonomi Daerah                                                         Rekomendasi
                                          Regional                               Regional

                persen.  Satuan  kerja  Politeknik  Penerbangan  Medan  menyumbang  penerimaan  terbesar
                                                                                                                                                                Grafik 2.4 Belanja Pemerintah Pusat Per Jenis
                pada PNBP Lainnya yang mencapai Rp775,55 miliar dengan didominasi oleh penerimaan dari                                                                    (dalam miliar rupiah)

                Pendapatan Denda Pelanggaran Lalu Lintas.                                                                                       12.000,00   55,44%                                             60,00%
                                                                                                                                                                                                     53,20%
                II.1.2 Belanja Negara                                                                                                           10.000,00                                                      50,00%
                                                                                                                                                                          41,06%
                APBN dirancang secara ekspansif atau countercyclical untuk mengakomodasi tekanan yang                                            8.000,00                                                      40,00%

                berdampak  pada  perekenomian  saat  ini.  Berbagai  tekanan  yang  muncul  akibat  proses
                                                                                                                                                 6.000,00                              25,37%                  30,00%
                pemulihan  ekonomi  global  yang  mendorong  terjadinya  supply  disruption  berdampak  pada                                                 9.566,19      10.729,35

                votalitas komoditas energi dan pangan, serta meningkatnya inflasi yang diiringi dengan suku                                      4.000,00                                                      20,00%
                bunga. Sampai dengan akhir triwulan II tahun 2024, belanja negara tumbuh positif dan terus                                       2.000,00        5.303,89      4.405,11  4.833,54              10,00%
                                                                                                                                                     Sumber: OMSPAN, 2024 (diolah)
                optimal yang mencatat realisasi sebesar Rp31.992,13 miliar atau 46,11 persen dari pagu.                                                                                     1.226,41  58,03  30,87
                                                                                                                                                    0,00                                                       0,00%
                Angka ini ini tumbuh sebesar 15,47 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun                                                      Belanja Pegawai  Belanja Barang  Belanja Modal  Bantuan Sosial
                2023.  Belanja  negara  di  Provinsi  Sumatera  Utara  menyumbang  2,29  persen  total  belanja                                   Sumber: OMSPAN, 2024 (diolah)
                negara secara nasional yang telah terealisasi sebesar Rp1.398,05 triliun.                                                     Berdasarkan pagu pada jenis belanja, belanja pemerintah pusat di Provinsi Sumatera

                                                                                                                                       Utara tahun 2024 didominasi oleh belanja pegawai, seiring dengan realisasi tertinggi terdapat
                                           Grafik 2.3 Alokasi dan Realisasi Belanja Negara                                             pada belanja pegawai dan diikuti oleh belanja barang. Belanja barang mengalami kenaikan
                                                     (dalam miliar rupiah)
                                                                                                                                       signifikan mencapai Rp1.200,05 miliar atau 37,44 persen di tahun 2024 akibat momentum
                          80.000,00                                      46,11%            47,00%
                          70.000,00                                                        46,00%                                      pemilihan  umum  presiden  dan  anggota  legislatif  sepanjang  tahun  2024.  Belanja  barang
                          60.000,00                                                        45,00%                                      terbesar terealisasi pada satuan kerja Komisi Pemilihan Umum yang mencapai Rp1.154,97
                                                                                           44,00%
                          50.000,00                                                                                                    miliar atau 26,22 persen dari total belanja barang sampai akhir triwulan II tahun 2024.
                                                                                           43,00%
                          40.000,00
                                             41,26%                                        42,00%
                          30.000,00                                                                                                           Belanja modal sedikit mengalami perlambatan dibandingkan triwulan II tahun 2023,
                                                                                           41,00%
                          20.000,00                                                        40,00%                                      hal  ini  disebabkan  berbagai  permasalahan  yang  lambat  terkait  pelaksanaan  kontraktual.
                          10.000,00         67.146,88  27.706,99        69.376,90  31.992,13  39,00%                                   Sebagian belanja modal merupakan belanja kontraktual, sehingga pada triwulan awal tahun
                              0,00                                                         38,00%                                      biasanya  masih  pada  tahap  pelaksanaan  lelang  atau  tahap  pembayaran  termin  pertama
                                              2023                        2024
                                                                                                                                       sehingga belum banyak menyerap anggara belanja modal. Selain itu beberapa proyek dari
                                                Alokasi    Realisasi   % Realisasi
                                                                                                                                       belanja  modal  dapat  mengalami  gagal  lelang  sehingga  proses  realisasi  anggarannya
                         Sumber: OMSPAN, 2024 (diolah)
                II.1.2.1 Belanja Pemerintah Pusat                                                                                      tertunda, atau bahkan masih terdapat beberapa satuan kerja yang belum memiliki petunjuk
                                                                                                                                       teknis  di  triwulan  awal  tahun.  Disamping  itu  masih  terdapat  alokasi  belanja  yang  diblokir
                II.1.2.1.1 Belanja Pemerintah Pusat Per Jenis
                                                                                                                                       sehingga belum dapat direalisasikan secara optimal.
                       Anggaran belanja pemerintah pusat memiliki dua peran penting dalam pencapaian
                                                                                                                                              Belanja  bantuan  sosial  merupakan  jenis  belanja  yang  memiliki  pertumbuhan  yang
                tujuan nasional, terutama terkait dengan peningkatan kesejahteraan rakyat. Pertama, besaran
                                                                                                                                       cukup  baik  mencapai  53,20  persen.  Jika  melihat  berdasarkan  output,  realisasi  tertinggi
                dan komposisi belanja pemerintah pusat memiliki dampak signifikan pada permintaan agregat
                                                                                                                                       digunakan  untuk  Bantuan  Sosial  untuk  Perlindungan  Sosial  dalam  bentuk  uang  sebesar
                yang merupakan penentu output nasional. Kedua, berkaitan dengan ketersediaan dana untuk
                                                                                                                                       Rp29,76 miliar oleh Kementerian Agama.
                melaksanakan tiga fungsi ekonomi pemerintah yaitu fungsi alokasi, distribusi, dan stabilisasi.
                Oleh  karena  itu,  kualitas  kebijakan  dan  alokasi  anggaran  belanja  pemerintah  pusat
                menempati posisi yang sangat strategis dalam mendukung pencapaian tujuan nasional.




            50     KANWIL DJPB PROVINSI SUMATERA UTARA                                                                                                                                                KAJIAN FISKAL REGIONAL    51

                                                                                                                                                                                                           Triwulan II Tahun 2024
   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54   55