Page 150 - twiv2024
P. 150
BAB 1 | Analisis Ekonomi BAB 2 | Analisis Ekonomi BAB 3 | Analisis Fiskal
Prolog
Regional Regional Regional
Data produksi padi menggunakan angka tinggi kesejahteraan masyarakat suatu
tetap 2022 dari BPS. Angka produksi jagung, negara, maka pangsa pengeluaran pangan
ubi kayu, ubi jalar, dan sagu dari Kementerian penduduknya semakin kecil (Deaton dan
Pertanian. Data stok beras pemerintah Muellbauer 1980). Data yang digunakan
daerah dari Badan Pangan Nasional. bersumber dari Susenas 2022, BPS.
2. Persentase penduduk yang hidup di 4. Persentase rumah tangga tanpa akses
bawah garis kemiskinan. listrik.
Indikator ini menunjukkan nilai rupiah Tersedianya fasilitas listrik di suatu wilayah
pengeluaran per kapita setiap bulan untuk akan membuka peluang yang lebih besar
memenuhi standar minimum kebutuhan untuk akses pekerjaan dengan mendorong
konsumsi pangan dan non pangan yang aktivitas ekonomi di suatu daerah. Karena
dibutuhkan oleh seorang individu untuk itu, ketersediaan tenaga listrik dijadikan
hidup secara layak. Penduduk yang hidup salah satu indikator kesejahteraan suatu
di bawah garis kemiskinan tidak memiliki wilayah atau rumah tangga, yang pada
daya beli yang memadai untuk memenuhi akhirnya berdampak pada kondisi ketahanan
kebutuhan dasar hidupnya sehingga akan pangan (DKP dan WFP 2013). Rumah
mempengaruhi ketahanan pangan (DKP tangga tanpa akses listrik diduga akan
dan WFP 2013; FAO 2015). Data persentase berpengaruh terhadap kerentanan pangan
penduduk yang hidup di bawah garis dan gizi. Data persentase rumah tangga
kemiskinan bersumber dari Susenas 2022, yang tidak memiliki akses listrik bersumber
BPS. dari Susenas 2022, BPS.
3. Persentase rumah tangga dengan 5. Rata-rata lama sekolah perempuan di
proporsi pengeluaran untuk pangan lebih atas 15 tahun.
dari 65 persen terhadap total pengeluaran.
Rata-rata lama sekolah perempuan
Distribusi pengeluaran untuk pangan dari adalah jumlah tahun yang digunakan oleh
total pengeluaran merupakan indikator penduduk perempuan berusia 15 tahun ke
proksi dari ketahanan pangan rumah atas dalam menjalani pendidikan formal.
tangga. Teori Engel menyatakan semakin Tingkat pendidikan perempuan terutama
tinggi tingkat pendapatan maka persentase ibu dan pengasuh anak sangat berpengaruh
pengeluaran rumah tangga untuk konsumsi terhadap status kesehatan dan gizi, dan
pangan akan semakin turun. Pengeluaran menjadi hal yang sangat penting dalam
pangan merupakan proksi yang baik untuk pemanfaatan pangan. Berbagai penelitian
mengukur kesejahteraan dan ketahanan menunjukkan bahwa pengetahuan dan
pangan (Suhardjo 1996; Azwar 2004). Makin pendidikan berhubungan erat dengan
150 KANWIL DJPB PROVINSI SUMATERA UTARA

