Page 153 - twiv2024
P. 153
BAB 4 | Pengembangan BAB 5 | Analisis BAB 6 | Kesimpulan dan
Ekonomi Daerah Tematik Rekomendasi
Khusus untuk analisis wilayah perkotaan Tiga Pilar Ketahanan Pangan:
hanya digunakan delapan indikator dari
aspek keterjangkauan dan pemanfaatan 1. Ketersediaan, yang terdiri dari:
pangan, mengingat ketersediaan pangan ketersediaan pangan domestik; stok/
di tingkat perkotaan tidak dipengaruhi cadangan pangan; dan ekspor-impor.
oleh produksi yang berasal dari wilayah 2. Keterjangkauan, yang terdiri dari:
sendiri tetapi berasal dari perdagangan distribusi; stabilitas pasokan dan harga;
antar wilayah. Oleh karena itu, bobot rasio sistem logistik; manajemen stok; daya
konsumsi normatif terhadap ketersediaan beli masyarakat; dan akses terhadap
bersih adalah nol karena IKP kota tidak pasar dan informasi.
menggunakan indikator dari aspek 3. Pemanfaatan, yang terdiri dari: perbaikan
ketersediaan pangan. Nilai bobot 0,30 pola konsumsi; penganekaragaman
dari indikator aspek ketersediaan pangan konsumsi; perbaikan gizi; dan kemanan
kemudian dialihkan kepada delapan indikator dan mutu pangan.
lainnya secara proporsional berdasarkan
masing-masing aspek.
Tabel 5.2. Bobot Indikator Kota Berdasarkan Expert Judgement
Sumber : Sintesa, diolah
No Indikator Bobot
ASPEK KETERSEDIAAN PANGAN
Rasio konsumsi normatif terhadap produksi bersih beras, jagung, ubi jalar, ubi kayu,
1. 0,30
dan sagu, serta stok beras pemerintah daerah
Sub Total 0,30
ASPEK KETERJANGKAUAN PANGAN
2. Persentase penduduk di bawah garis kemiskinan 0,15
Persentase rumah tangga dengan proporsi pengeluaran untuk pangan lebih dari 65%
3. 0,075
terhadap total pengeluaran
4. Persentase rumah tangga tanpa akses listrik 0,075
Sub Total 0,30
ASPEK KEBERMANFAATAN PANGAN
5. Rata-rata lama sekolah perempuan berusia di atas 15 tahun 0,05
6. Persentase rumah tangga tanpa akses ke air bersih 0,15
7. Rasio jumlah penduduk per tenaga kesehatan terhadap tingkat kepadatan penduduk 0,05
8. Persentase balita stunting 0,05
9. Angka harapan hidup pada saat lahir 0,10
Sub Total 0,30
KAJIAN FISKAL REGIONAL 153
Tahunan 2024

